Tidak Tahu Yang Harus Ditahunya


Ruang lingkup tugas pengamanan seorang security tentu mengharuskan ia mengerti, paham, dan hapal seluk-beluk suatu fiasilitas yang dijaganya. Nah kalua seorang petugas keamanan ditanya tamu dari luar tentang suatu tempat di fasilitas yang dijaganya dan alhasil si tamu justru berputar-putar tidak karuan dan tidak berhasil menemukan tempat tujuan sesuai arahan sang petugas. Si tamu semakin nyasar dan mutar-mutar! Apakah gerangan sebab kejadian demikian dapat terjadi?

Gambar hanya ilustrasi (sumber dari sini)

Hari itu kebetulan mendapatkan tugas mengajar di salah universitas di bilangan Salemba. Meskipun kelas dimulai jam 09.00, saya sengaja dating lebih awal karena gedung dan ruangan kelas belum saya ketahui lokasinya. Pukul 08.30 saya memasuki halaman kampus. Keadaan di halaman luar penuh dengan kendaraan yang diparkir rapi. Di samping sebagai kampus untuk perkuliahan, berdampingan dengan gedung-gedung kampus merupakan bagian dari layanan rumah sakit.

Daripada berpusing-pusing menemukan gedung dan ruang kelas yang saya tuju, sayapun dengan pasti segera bertanya kepada seorang petugas keamanan yang sedang duduk berbincang dengan kawannya di pos. ” Pak, numpang tanya. Dimana Gedung Ini Lantai II dan Ruang Ini?” tanya saya. Sayapun mendapatkan arahan lokasi yang saya tuju.

Selanjutnya saya berjalan sesuai arahan. Masuk jalur utama belok kiri, ketemu taman, masuk gedung di sisi kanan taman. Saya persis megikuti arahan petugas keamanan  tersebut. Yakin, dan tanpa prasangka. Setelah masuk sebuah gedung sebagaimana arahan, sayapun naik lift menuju Lantai II. Dan tahu apa yang saya temukan. Sebuah lobby pendaftaran pasien dengan deretan ruang klinik di sisi lorong kanan-kirinya. Lho? Ini jelas bukan ruang kelas. Ini jelas-jelas ruang praktik dokter. Sayapun baru sadar bahwa saya telah kesasar.

Saya memutuskan turun lagi dan keluar dari gedung. Di depan gedung sisi kanan, sayapun bertanya kepada petugas dengan seragam yang serupa dengan petugas pertama yang saya tanya. Saya kembali mendapatkan arahan. Saya ikuti arahan petugas yang satu ini. Hasilnya, saya justru memutar kembali keluar area parkiran dan melewati pos petugas yang pertama. Saya mencoba tidak berprasangka jelek. Namun dalam perjalanan kali inipun, saya kembali kepentok di suatu Lorong buntu. Wuaduh? Saya hanya bias ndomblong menghadapi kenyataan ini.

Sayapun kemudian berinisiatif menghubungi penanggung jawab pelaksanaan pelatihan yang mengundang saya untuk mengajar. Melalui arahan dari kolega yang satu ini, dengan sedikit susah payah akhirnya saya dapat menemukan ruang kelas yang saya cari. Alhamdulillah, kali ini saya sampai dan masih tepat waktu alias tidak terlambat dating. Jam 09.00, sesuai yang dijadwalkan, saya dapat memulai kelas dengan baik.

Pengalaman seperti di atas tidak hanya sekali dua kali ini saya alami. Saya tentu saja tidak habis pikir. Bagaimana mungkin seorang petugas keamanan di suatu area fasilitas bias tidak hafal secara detail denah lokasi daera yang menjadi tanggung jawab pengamanannya. Bagaimana jika ia dikontak oleh salah seorang temannya bahwa ada pencuri sedang beraksi di Ruang X Gedung Y. Bagaimana malingnya tidak akan lolos jika si petugas malah kebingungan kemana dia harus segera bertindak untuk meringkus sang penjahat.

Bagaimana pula jika terjadi kebakaran ataupun insiden lain yang membutuhkan penanganan secara cepat nan sigap. Apakah ia akan dapat menangani dan mengendalikan situasi dengan semestinya? Naluri awam saya kok mengatakan jika seorang bertugas di suatu tempat maka hal pertama yang harus dilakukannya adalah melakukan orientasi alias pengenalan seluk-beluk tempat ia bekerja. Luas areanya seberapa. Gedung-gedung yang ada apa saja. Jalur-jalur akses keluar masuk dimana saja. Bagaimana mungkin seorang petugas keamanan tidak memiliki naluri sebagaimana kami yang awam? Apakah mereka tidak pernah menerima pelatihan awal sebagaimana mestinya? Ataukah hal itu muncul karena integritas dan tanggung jawab personil bersngkutan terhadap tugas dan tanggung jawab yang diembannya.

Ah, hal-hal yang begini saya rasa dalam konteks yang lebih luas sangat banyak kita ketemukan di banyak lingkugan. Seorang Ketua RT yang tidak mengenali dan tahu dengan baik warganya. Seorang pejabat kantor yang tidak tahu kanan-kiri dan orang-orang terdekat yang terkait erat denga pekerjaannya. Orang-orang yang seharusnya tahu banyak tentang sesuatu yang harus diketahuinya, namun justru ia tidak tahu. Semoga ini hanya sekedar perasaan saya semata.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s