Eksotika Celosia di Taman Bunga Ramadanu


Bunga. Dengan warna-warninya, dengan harum semerbak aromanya. Ah gerangan siapa manusia yang tidak senantiasa terpesona dengan keindahan suatu bunga? Bunga adalah salah satu puncak simbolisasi keindahan dari Yang Maha Indah. Diantara bebungaan nan indah itu adalah bunga celosia yang kini tengah hits di Taman Bunga Ramadanu, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Taman Ramadanu digagas oleh pemuda-pemudi dan warga Dusun Danurojo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Bunga celosia, atau yang dikenal luas sebagai bunga jengger ayam jago aneka warna-warni sengaja di tanam pada suatu area persawahan dengan tatanan yang sungguh artistik. Lingkaran jalur simetris melingkar penuh warna-warni yang berselang-seling mirip deretan warna pelangi di atas daratan. Puncak dari eksotisme lingkaran pelangi celosia itu adalah sebuah menara kincir angin khas negeri Holand. Menara inilah yang telah mengundang salah persepsi seolah-olah Taman Ramadanu berada di Negeri Kincir Angin, Belanda.

Hamparan bunga celosia yang tertata berjajar rapi berlatar sebuah Menara kincir angin benar-benar memberikan kesan seolah-olah taman tersebut berada di Negeri Belanda. Belanda memang negeri yang dikenal dengan hamparan kembang warna-warninya, terutama bunga tulip. Untuk menikmati sensasi berada di tengah hamparan bunga warna-warni, kita kini tidak perlu jauh-jauh dan mahal-mahal dengan terbang ke Belanda, cukup ke Taman Ramadanu semua sensasi itu dapat terbayarkan dengan tuntas.

 

Taman Ramadanu memang masih seumur jagung. Meskipun soft launching sudah diawali bersamaan dengan Ramadhan tahun ini, justru peresmian taman tersebut sebagai salah satu destinasi wisata baru oleh dinas terkait baru dilakukan semingguan pasca lebaran. Namun demikan hal tersebut tidak mengurangi antusiasme pengunjung untuk terus datang dan membanjiri taman di sudut Dusun Danurojo yang bias dicapai dari arah Jogja-Magelang melalui titik pertigaan Semen ke arah barat kurang lebih 4 km. Ancer-ancer, bila tepi kanan jalan telah menemukan Lapangan Desa Jamus Kauman, maka masuk ke jalanan dusun arah kiri. Taman Ramadanu tinggal 200 meter.

Ramadanu sendiri menurut beberapa narasumber merukan gabungan kependekan kata Ramadhan dan danurojo. Masyarakat Danurojo sengaja menjadikan momentum Ramadhan tahun ini untuk memulai pengoperasian destinasi wisata taman bunga di dusun dengan pengharapan berkah dan rejeki nan melimpah ruah bersamaan dengan keberkahan bulan suci.

 

Perkembangan penggunaan media sosial dan internet dengan gejala selfie ria-nya, ditangkap sebagai peluang untuk merancang sebuah taman bunga yang bagus utuk berselfie ria. Dan memang rumusan itu sungguh sangat benar. Terbukti dengan antusiasme pengunjung yang mengabadikan kehadirannya di Taman Ramadanu dan mengunggahnya melalui akun media sosialnya masing-masing benar-benar menjadi dongkrak yang ampuh untuk mengenalkan taman tersebut ke kalangan masyarakat yang lebih luas. Hal inilah yang menjadi magnet dan daya Tarik terbesar membludaknya pengunjung di hampir setiap sore maupun akhir pekan.

Celosia, sebenarnya merupakan jenis bunga yang tersebar luas di negeri kita. Orang lebih mengenalkan sebagai buga jengger ayam (Jawa), jawer kotok (Sunda), ataupun bayam biludu (Sumatera). Secara klasifikasi ilmiah, bunga Celosia sp. masuk ke dalam kerajaan Plantae, ordo Caryophyllales, family Amaranthaceae, subfamily Amaranthoideae. Di kalangan masyarakat dusun kami, daun celosia sering dimanfaatkan untuk mengobati burik (semacam infeksi kulit di telapak kaki).

Eksotika Taman Ramadanu dapat dinikmati secara murah meriah Bersama keluarga dan sahabat-sahabat Anda. Untuk tiket masuk pasca lebaran ini hanya dikenakan Rp 8.000,- untuk setiap pengunjung. Adapun tarif parkir Rp 2.000,- untuk kendaraan roda dua, dan Rp 5.000,- untuk kendaraan roda empat. Monggo mampir dan rasakan sendiri sensasi eksotika Taman Ramadanu, taman Belandanya Magelang.

Tepi Merapi, 20 Juli 2018

 

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Magelangan dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s