Kenapa Dengan Huruf P


Bicara tentang huruf alphabet dari A sampai Z, tentu kita tidak bisa melupakan huruf P. Kita menulis kata pak, pakai huruf p. Nama Paijo juga dimulai huruf p. Perancis, sang juara Piala Dunia tahun ini juga berawal dengan huruf p. Kata presiden, pesinden, preman, polisi, pamong, pembantu, pelajar, bahkan pelacurpun diawali huruf p. Itu baru kata-kata yang menggunakan huruf p di bagian awalnya. Masih banyak  lagi kata-kata dengan huruf p yang tersisip di tengah, maupun huruf p yang mengekor di akhir sebuah kata.

Apa jadinya jika huruf p hilang dari tuts keybord kita. Banyak hal tentunya yang menjadi penyebabnya. Tombol yang tidak normal ataupun rusak secara fisik. Kondisi gangguan kelistrikan mikro sebagai catu daya bekerjanya sebuah tuts yang sedang ngadat. Dan macam-macam sebab lainnya.

Benar sekali ungkapan orang bahwa kita baru akan merasakan pentingnya sesuatu pada saat sesuatu tersebut tidak bisa berfungsi, rusak, tidak normal, atau bahkan hilang. Rumusan umum tersebut ternyata juga berlaku dengan huruf p. Bayangkan tanpa huruf p. Kita tentu mengalami kesulitan ketika harus menuliskan kata-kata yang mengandung huruf p. Bagaimana menuliskan kata presiden tanpa huruf p. Kita tidak bisa menulis Paijo, Perancis, pesinden, preman, polisi, pamong, pembantu, pelajar, dan lain-lainya tanpa huruf p. Tanpa p, kita hanya bisa menuliskan residen, aijo, erancis, esinden, reman, olisi, among, elajar. Bayangkan coba!

Sesuatu yang merupakan satu yang berbeda diantara banyak hal yang lain ternyata memiliki peran pentingya tersendiri. Uang satu miliar tidak akan genap satu miliar, jika kurang sekedar satu rupiahpun. Suatu keluarga akan terasa berbeda manakala salah satu anggota keluarganya tidak lagi bisa hidup bersama-sama. Satu gugus Kepulauan Nusantara akan terasa kurang tanpa salah satu pulau diantaranya. Bangsa Indonesia tidak akan terasa lengkap tanpa kehadiran suku Batak atau satu suku bangsa yang lainnya. Berbicara tentang kesatuan, sistem, kelompok, himpunan, dan kata yang semakna dengannya adalah berbicara tentang keutuhan. Demikian halnya sistem alphabet kita tanpa huruf p.

Tidak setiap karakter alphabet yang ada di tuts keyboard senantiasa  kita gunakan sehari-hari. Tentu saja ketika kita menuliskan sesuatu melalui ketikan, huruf atau karakter apa yang sering kita gunakan akan sangat tergantung kepada tema maupun keperluan tertentu. Mungkin tidak setiap saat kita mengetikkan huruf p, namun ketika huruf itu tidak bisa muncul kita mengalami kesulitan. Jelas ada sesuatu yang menjadi berkurang. Demikianlah satu simbol yang dapat kita perluas dalam berbagai tema warna kehidupan di sekiling kita. Satu tidak berbilang, selaksa makna tidak sempurna.

Ngisor Blimbing, 16 Juli 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s