Fantasi Animasi Asal-Usul Sang Garuda


Garuda. Sebagai warga Negara Indonesia, kita tentu mengenal Garuda Pancasila sebagai simbol negara. Tetapi pernahkah kita lebih dalam meneliti keberadaan burung garuda tersebut. Apakah burung garuda benar-benar ada, atau setidaknya pernah ada? Ataukah sebenarnya sosok burung garuda hanyalah bayang-bayang imajinasi yang dihadirkan dari dunia dongeng ataupun sebuah kepercayaan dan mitologi semata?

Di dalam beberapa kitab kuno yang berlatar sejarah masa lalu, pernah dituliskan bahwa garuda digambarkan sebagai tunggangan dari Dewa Wisnu. Hal inilah yang menjadi landasan adanya mitologi mengenai Garuda Wisnu Kencana. Lalu bagaimana kisah tentang asal-usul sosok garuda tersebut. Berdasarkan pahatan relief yang terdapat di kawasan wisata Garuda Wisnu Kencana di ujung selatan Pulau Bali, kami pernah menuliskan dan memposting kisah Asal-usul Sang Garuda.

Dongengan mengenai asal-usul sang garuda memang sebuah kisah yang sungguh menarik. Di dalamnya terdapat bukti bakti seorang untuk berjuang sekuat tenaga dalam rangka membebaskan sang ibu dari belenggu perbudakan. Ada pula kisah mengenai keserakahan dan tipu ada angkara murka. Inti cerita adalah perseteruan abadi antara kebajikan melawan kebatilan, antara dunia hitam dan putih, antara manusia dan iblis.

Garuda Wisnu Kencana, untuk selanjutnya disingkat sebagai GWK, bahkan telah menjadi salah satu ikon wisata di Pulau Bali. Adalah I Nyoman Nuarta yang terinspirasi untuk membuat patung raksasa yang menggambarkan Dewa Wisnu yang telah mengendarai Sang Garuda. Kawasan seluas lebih dari 100 ha di ujung selatan Pulau Dewata semenjak lebih dari  dua dasawarsa telah dipersiapkan sebagai lokasi keberadaan patung GWK.

Keberadaan krisis moneter yang melandai Negara kita dua dasa warsa silam telah menunda keberlangsungan mega proyek GWK. Dengan keterbatasan dana yang ada pada waktu itu baru terselesaikan beberapa bagian patung GWK, meliputi bagian kepada dan dada Dewa Wisnu, serta kepada Sang Garuda. Dua bagian utama patung GWK inilah yang dipamerkan untuk pengunjung. Meskipun pelaksanaan proyek inti berupa pembangunan patung GWK terhenti, namun GWK telah menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan.

Di samping menawarkan kisah tentang rencana  megaproyek patung GWK, GWK telah melengkapi diri dengan beberapa sarana dan prasarana pendukung. Ada amphitheater yang dipergunakan untuk pertunjukan tari tradisional bali. Tari pendet, bunga japun, prajurit, barong, juga tari kecak dipentaskan setiap jam dan setiap hari di tempat tersebut. Pengunjung juga dapat menikmati panorama sekeliling kawasan GWK dengan dataran pelataran yang luas berpagar tebing-tebing batu karang berkapur putih yang dipotong vertikal membentuk benteng-benteng nan perkasa.

Kini pembangunan ikon utama berupa patung GWK tengah berlangsung kembali. Dengan segala perhitungan, patung GWK ditargetkan akan selesai pada menjelang 17 Agustus 2018 sebagai kado istimewa HUT Kemerdekaan RI.

Di samping menyaksikan secara langsung proses pembangunan patug GWK, kini para pengunjug juga dapat menyaksikan suguhan film animasi asal-usul sang garuda. Kisah perseteruan antara Dewi Kadru dan Winata, antara Garuda dan Taksaka dikemas sebagai film kartun. Tentu saja pengemasan dongeng dalam bentuk film kartun animasi tersebut bertujuan untuk lebih membumikan kisah asal-usul sang Garuda terutama kepada kalangan anak-anak dan remaja yang berkunjung. Dengan demikian kisah tersebut akan lebih tertanam dan senantiasa diingat oleh generasi muda kita.

Untuk dapat menyaksikan penayangan film animasi asal-usul Sang Garuda ini, pengunjung dipersilakan masuk di ruang bioskop atau diorama yang dirancang dengan sangat apik dan nyaman. Pertunjukan dihadirkan dalam durasi sekitar 40 menit pada setiap jamnya. Tentu saja sajian ini gratis karena sudah termasuk ke dalam paket tiket yang dibayarkan pengunjung. Pertama kalinya ke GWK dengan formasi keluarga lengkap, kamipun sempat menonton film Petualangan Garuda Cilik ini. Bagi Anda yang berkesempatan mengunjungi GWK, sempatkan untuk menyaksikan film animasi yang apik ini.

Ngisor Blimbing, 12 Mei 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s