Merapi Hari Ini, Esok, Lusa dan Masa Depan


Merapi. Pagi ini Merapi memberi kabar. Kepulan asap membumbung tinggi menembus cakrawala pagi dalam latar birunya langit di bawah sinar cemerlang sang mentari. Ada yang mewartakan kabar Merapi erupsi pagi ini.

 

Merapi. Sebagaimana kami pahami, Merapi tidak biasanya erupsi dengan tiba-tiba. Meski samar dalam sunyi, Merapi selalu memberikan sinyal tanda-tanda  peningkatan aktivitasnya. Melalui pijar lava merah yang nampak menyala merah di malam hari. Melalui getaran-getaran vulkanik yang terekan di berbagai stasiun pemantau yang tak henti dua puluh empat jam mengamatinya. Atau melalui mimpi-mimpi di dalam lelap tidur segenap anak negeri di kala malam hari. Merapi tak pernah ingkar janji.

Entahlah. Ketika di pagi hari tadi terasa goyangan penuh getar terasa di sadel sepeda motor yang kami kendarai, kami tak sepenuhnya langsung menyadarinya. Beberapa penggal jalanan aspal kami lalui, barulah kami sadar sesadar-sadarnya. Ban motor yang sebelumnya penuh terisi angin, tiba-tiba sudah kempes. Memang tidak meletus. Ban itu bocor!

Selintas waktu selanjutnya, terlintas kabar Merapi meletus. Ada beberapa kawan menuliskan Merapi njebluk. Apa hubungan Merapi meletus dengan ban meletus? Apa ada kaitan cerita antara Merapi menggelegarkan kepulan asap putih di langit lepas dengan ban motor yang bocor?

Bagi orang Merapi seperti halnya kami, pilihan kata meletus ataupun njebluk untuk menggambarkan situasi ataupun status Merapi teramat jarang dipergunakan. Setidaknya pasca kejadian 2010, bahkan simbah-simbah yang sudah sangat sepuhpun lebih memilih kata “erupsi”. Mungkin secara makna ketika kata tersebut memiliki kesamaan. Tetapi dari segi rasa, terlebih rasa bahasa, ketiganya kami rasakan sungguh mengandung nuansa rasa yang sungguh berbeda. Kata njebluk atau meletus, terasa kasar, tidak sopan, njangkar dan kurang ajar. Adapun kata erupsi, mungkin karena diserap dari bahasa Indonesia yang sebelumnya juga diserap dari bahasa asing dan sebelumnya juga relative jarang digunakan terasa lebih membumi, lebih sopan untuk sosok Gunung Merapi.

Jadilah kata erupsi telah diserap sebagai bagian dari kosa kata dalam Bahasa Jawa. Kata erupsi dari sisi rasa bahasa orang-orang Merapi dirasa lebih meng-krama-kan kata njebluk. Mungkin tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kata erupsi merupakan bahasa krama inggil dari kata njebluk atapun mbledhos. Di sinilah nampak betapa tinggi nilai kearifan lokal masyarakat di sekitar Merapi dalam menghargai alam di sekitar tempat tinggalnya.

Kejadian Merapi di pagi ini oleh para ahli disebut sebagai peristiwa letusan freatik. Letusan preatik merupakan erupsi yang disebabkan adanya kontak langsung antara air dengan magma. Begitu kontak langsung tersebut, air langsung panas dan mencapai titik didihnya sehingga berubah fasa menjadi uap dengan tekanan yang sangat tinggi. Tekanan tinggi itulah yang mendorong keluar menjadi sebuah letusan. Dengan demikian, berbeda dengan erupsi freatomagma, erupsi freatik didominasi letupan gas atau uap air.

Merapi. Pada tepian dan kaki Merapi itu, saya pertama kali mengintip jendela dunia. Merapi bagi saya adalah tanah tumpah darah yang pertama. Di sana saya lahir dan tumbuh remaja hingga dewasa. Pada keperkasaan tubuh Merapi kami berlindung. Pada sumber mata air di ketiak Merapi kami meneguk air kehidupan. Pada kesuburan lapukan abu vulkanik Merapi kami menikmati bulir padi, segarnya sayur-mayur dan buah-buahnya. Pada material muntahan kawah Merapi kamipun membangun rumah, jalan, jembatan, dan bangunan-bangunan lainnya.

 Merapi hari ini, semoga Engkau baik-baik di sana. Merapi hari ini, esok, lusa, dan Merapi di masa depan adalah tetap Merapi sahabat kami.

Ngisor Blimbing, 11 Mei 2018

Sumber foto FB Anak Gunung Merbabu Merapi.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Merapi Hari Ini, Esok, Lusa dan Masa Depan

  1. Bener mas diksi erupsi lebih soft didenger. Semoga kita doakan segera kondusif kembali 🙏🙏🙏

    Suka

    • sang nanang berkata:

      Orang di desa-desa sekitar Merapi sekarang lebih nyaman menggunakan kata erupsi utk merujuk Merapi yang meningkat aktivitasnya, seolah erupsi sudah diserap sebagai Bahasa Jawa

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s