Jelajah Dunia di Merapi Landmark Jogja


Siapa sich orang yang tidak ingin keliling dunia. Mengenal negara lain, bangsa lain, masyarakat lain. Mengenal budaya, seni, tradisi, bahkan ragam kulinerannya. Bisa dikatakan semua orang memendam keingian tersebut. Pada dasarnya setiap manusia adalah pengelana, seorang pejalan dan musafir yang menapaki jalan kehidupan yang sungguh panjang.

Singapura, Kuala Lumpur, Bangkok, Tokyo, Beijing, Mekah, Paris, London, New York, mungkin deretan kota-kota tersebut sudah kita kenal sejak pelaran IPS atau Geografi. Masing-masing kota setidaknya memiliki symbol landmark yang unik dan khas. Singapura dengan patung singa muntah alias patung merlion. Kuala Lumpur dengan Menara Kembarnya. Tokyo dengan menaranya. Mekah dengan ka’bah dan menara jam emasnya. Paris dengan menara Eifelnya. London dengan jam bigbangnya. New York dengan patung Libertinya.

Setiap orang yang berkunjung ke suatu kota di luar negeri, biasanya selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi dan mengabadikan diri di depan landmark-landmark tersebut. Terlebih di era jaman now yang setiap orang hamper ngeksis di media social, berfoto dengan latar sebuah landmark sebuah kota yang dikunjungi adalah sebuah kebanggaan tersendiri.

Berkeliling dunia, berkunjung ke kota-kota terkenal tentu butuh ongkong yang tentu saja tidak murah. Hal ini mungkin yang menjadi faktor kendala utama, sehingga impian orang untuk berkeliling dunia pada kebanyakan orang hanya sampai sebatas impian. Mimpi memang harus tetap tinggal mimpi supaya dapur tetap bertahan bias ngepul. Mungkin demikian ungkapan Wo Karso jika didongengi kota-kota dunia yang jauh di seberang lautan.

Meskipun mimpi keliling dunia bagi kebanyakan orang akan tetap tinggal sebagai mimpi, namun tidak demikian halnya dengan berfoto ria di depan sebuah landmark symbol utama sebuah kota. Tidak perlu jauh-jauh ke Paris jika hanya ingin berfoto di depan menara Eifel. Tidak perlu ke New York jika hanya ingin nampang dengan patung Liberty. Tidak perlu pergi ke Italia kalau hanya ingin selfie di depan menara Pisa. Lha terus pergi kemana hayo?

 

Tidak perlu jauh-jauh, di Yogyakarta, tepatnya di lereng sisi selatan Gunung Merapi kini telah hadir menara Eifel, patung Liberty, jam bigbang, menara Burch Khalifa, menara Pisa, kincir angina negeri Holand dan lain sebagainya. Serius? Memang hanya miniature sich. Namun kehadiran miniature-miniature landmark kota-kota utama di dunia tersebut bias menjadi penawar bagi siapapun yang memiliki mimpi untuk keliling dunia. Berkunjunglah ke The World Landmark Merapi Park.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s