Teh Hangat Empat Puluh Ribu


“Tidak saya sangka, ternyata harga teh hangatnya senilai Rp. 40.000 rupiah. Wah ternyata harganya mahal juga ya!” kenang si Ponang.

Pada hari Minggu jam tujuh pagi, saya sudah berangkat ke bandara. Saya berangkat ke bandara karena saya ingin pergi ke Kota Yogyakarta. Saya berangkat ke bandara naik grab-car. Saya naik grab-car dari Masjid Al Mubarok sampai Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.

Tarif dari Masjid Al Mubarok  sampai Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta senilai serratus ribu rupiah. Perjalananpun dimulai. Di jalan saya melihat ada banyak orang yang sedang berolah raga. Ada yang sedang bermain bola, bermain bulu tangkis, dan senam.

Saat di jalan, Nadya muntah di mobil. Sayapun segera mengambilkan tisu. Setelah itupun saya mulai memasuki area bandara. Di depan bandara ada patung Soekarno. Setelah itupun saya melihat stasiun kereta api bandara Soekarno-Hatta. Stasiunnya sangat besar dan bagus. Selepas itu, saya tiba di Terminal 2.

Kamipun segera masuk ke dalam. Di dalam bandara sangat banyak orang. Mamapun segera check-in. di saat mama check-in, saya da Nadya menunggu di tempat duduk. Setelah mama selesai check-in,mama membeli satu teh hangat di sebuah café bernama Aero caffe. Tidak saya sangka, ternyata harga teh hangatnya senilai Rp. 40.000 rupiah. Wah ternyata harganya mahal juga ya!

Selepas membeli teh hangat, kamipun segera beristirahat di tempat permainan anak. Di tempat permainan kami sempat makan dan minum terlebih dahulu. Kami naik pesawat jam 10.45. Nadya bermain kuda-kudaan. Tempat permainannya tidak terlalu besar. Di dekat tempat permainan ada kursi-kursi yang disediakan oleh bandara untuk duduk. Di tempat permainan tidak banyak anak kecil yang bermain di sana.

Selesai makan kamipun segera menuju ke ruang F2. Di saat kami ingin masuk, ternyata diadakan pemeriksaan lagi. Kami harus melepas topi dan jaket. Setelah Melakukan pemeriksaan, barulah kami boleh masuk.

Kamipun segera mencari  ruang tunggu F2. Sebelum masuk ke ruang tunggu F2, Nadya sempat menonton film di computer yang ada di dekat pintu F2. Setelah menonton film kamipun segera masuk. Di saat kami ingin masuk, ternyata kita harus memperlihatkan tiket kepada petugas.

Saat kami memasuki ruang tunggu, ternyata sudah banyak orang yang menunggu pesawat AirAsia. Setelah Melakukan pemeriksaan tiket, kamipun segera mencari tempat duduk yang masih kosong. Akhirnya kamipun menemukan tempat duduk yang masih kosong.

Saya ingin ke toilet sebentar. Ternyata toiletnya ada di bawah. Setelah itu saya kembali ke tempat duduk. Ternyata pesawat yang kami naiki akan delay 25 menit. Kamipun harus menunggu lagi.

Di bandara Soekarno-Hatta ternyata sudah ramai orang. Akhirnya pesawatpun tiba, kami segera naik ke pesawat. Di pesawat AC-nya sangat dingin. Akhirnya pesawatpun terbang.

Di saat pesawatnya terbang saya tidur. Saya tidur sangat lama, sekitar satu jam. Saat saya terbangun, saya mendengar pengumuman bahwa pesawat akan landing. Sayapun bersiap-siap mengencangkan sabuk pengaman. Akhirnya pesawatpun mendarat. Sayapun segera turun dari pesawat.

Tulisan by Si Ponang

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Teh Hangat Empat Puluh Ribu

  1. abu4faqih berkata:

    Nek ning pasar Rejowinangun 40 ewu wis entuk sega pepak plus teh legi anget kuwi 😁

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s