Isra’ Mi’raj di Dua Tanggal


 

Khusus bagi ummat Islam, mengenal bahkan hafal dengan setiap hari besar agama Islam adalah sebuah kewajaran belaka. Sebagaimana diajarkan oleh para guru, ustadz, dan kyai, peristiwa Isra’Mi’raj selalu diperingati setiap tanggal 27 Rajab.

Adalah perbedaan pola perhitungan tahun Hijriyah dibandingkan dengan tahun masehi, dimana tahun Hijriyah mendasarkan perhitungannya kepada kalarevolusi bulan terhadap bumi, menjadikan tahun Hijriyah lebih pendek dibandingkan tahun Masehi. Tahun Hijriyah  berumur kurang lebih 354 hari. Dengan demikian tanggal Hijriyah selalu maju lebih awal dengan 11 hari dibandingkan tanggal Masehi.

Kembali ke peringatan peristiwa Isra’Mi’raj yang jatuh setiap tanggal 27 Rajab, jika kita mencermati kalender tahun Masehi pada 2018 ini ada dua versi peringatan salah satu hari besar bagi ummat Islam yang satu ini. Ada yang menetapkan tanggal 13 April sebagai tanggal merah, namun di sisi yang lain ada yang menetapkan tanggal 14 April sebagai tanggal merah. Lha terus jika ada dua versi Hari Isra’Mi’raj, yang benar dan wajib diikuti oleh ummat Islam yang mana? Yang pasti kebenarannya lebih baik dikembalikan ke 27 Rajabnya jatuh di tanggal yang mana.

Tepi Merapi, 9 April 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s