Pesona Air Mancur Menari di Taman Sri Baduga


Sabtu sore di sebuah pusat kota. Tidak di sebuah alun-alun, namun tidak pula di sebuah pusat perbelanjaan. Kerumuan ribuan orang saling berbaris antri bersama. Jalanan di kawasan itu sengaja disterilkan dari kendaraan apapun. Bukan mau demo ataupun antri sembako. Herannya pemandangan demikian senantiasa terjadi hanya khusus di Sabtu sore malam Minggu.

Orang-orang yang berbaris itu nampak melingkari sebuah tembok tinggi di sisi kiri jalan. Pada beberapa sisi tembok, secara teratur terdapat pilar dan relung yang ditengahnya ada figur tokoh-tokoh pewayangan dalam guratan patung wayang golek. Tembok itu mirip tembok sebuah keraton, namun di dalam tembok itu dijajari pepohonan yang cukup tinggi dan lebat. Sekelebat dari beberapa teralis pintu yang terkunci, di tengah lingkaran tembok tinggi tersebut terbentang sebuah telaga luas. Ada beberapa patung macan putih yang menyemburkan air dari dalam mulutnya. Orang-orang menyebut tempat itu sebagai Taman Air Sri Baduga. Tepat di salah satu pusat Kota Purwakarta, Jawa Barat.

Kalaupun bukan mau demo ataupun antri sembako, ada apa gerangan dengan ribuan orang yang berjajar dan berbaris tersebut? Tua-muda, besar-kecil, dewasa-anak-anak, ada apa dengan mereka? Sangat mirip antrian orang yang mengantri tiket masuk sebuah konser band terkenal dari ibukota, namun mereka tidak sedang bersiap untuk nonton konser. Memang sih mereka memang ingin menonton sebuah pertunjukan. Rupanya pertunjukan yang dimaksudkan adalah pertunjukan air mancur menari alias dance fountain yang kini tengah mewabah di beberapa daerah.

Air mancur menari Taman Sri Baduga di Purwakarta memang sedang menjadi in, alias pemberitaan yang sungguh luar biasa di media social. Tidak hanya masyarakat setempat, sebagian besar orang-orang yang antri tersebut berasal dari luar kota. Ada yang dari Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, Bandung, bahkan di luar Jawa Barat. Taman Sri Baduga dengan air mancur menarinya kini menjadi ikon wisata paling banyak menyedot pengunjung di Purwakarta. Orang-orang dari luar Purwakarta sengaja mengkhususkan diri untuk mengisi malam akhir pecan bersama keluarga dengan menyaksikan air mancur menari di tempat ini. Apa istimewanya?

Taman Sri Baduga merupakan sebuah telaga atau situ dengan kawasan sekelilingnya yang dirancang sebagai sebuah taman dan pesanggrahan. Taman dan pesanggrahan tersebut konon telah dibangun semenjak masa pemerintahan Kerajaan Galuh yang pernah berpusat di daerah Purwakarta. Taman tersebut tetap eksis dan dirawat keberadaannya hingga saat ini.

 

Untuk menjaga lingkungan taman tetp lestari dan tertata rapi, area Taman Air Sri Baduga sengaja dikelilingi pagar berupa tembok tinggi. Di beberapa sudut dari tembok tinggi yang melingkar tersebut terdapat pintu-pintu untuk mengakses keluar-masuk area taman. Khusus di Sabtu sore dimana akan diselenggarakan pertunjukan air mancur, semua pintu sengaja ditutup dan hanya disisakan pintu utama di sisi timur taman sebagai akses masuk. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan untuk mentertibkan arus ribuan pengunjung yang antusias untuk menikmati sajian air mancur menari yang sangat eksotik.

Ketika pukul 17.00 pintu gerbang dibuka, ribuan orang yang mengantri tersebut langsung berhamburan untuk dulu-duluan masuk. Seolah tak sabar mereka ingin segera mendapatkan tempat yang terbaik untuk melihat air mancur menari. Meskipun area telaga sangat luas, namun sudut pandang terbaik hanya terdapat di sisi depan alias tepian sebelah barat. Ke sanalah arus massa ribuan orang tersebut mengalir.

Tidak sampai hitungan setengah jam, hampir semua tempat duduk dua lapis barisan di sisi utama tersebut penuh dengan pengunjung. Setelah mendapatkan tempat terbaik untuk menikmati pertunjukan, para pengunjung tersebut masih harus bersabar menunggu. Ya, mereka memang harus sabar. Pertunjukan air mancur menari sesi pertama baru akan digelar pada pukul 19.30. Sungguh luar biasa bukan antusiasmenya? Bayangkan dari pukul 17.00 orang sudah berjubel antri di luar taman. Pukul 17.30 gerbang dibuka dan mereka berebut masuk. Setelah duduk pengunjung harus menunggu tak kurang dari dua jam.

Baru ketika kami duduk di tepian Telaga Sri Baduga, kami berkesempatan untuk melihat ke sekeliling taman. Area telaga yang sungguh luas dengan titik-titik ujung pipa yang nanti pada saatnya akan memancarkan dam memancurkan airnya juga dipenuhi dengan banyak sekali ikan. Sambil bercandar-ria dengan keluarga masing-masing, tak sedikit pengunjung yang menaburkan makanan ke dalam kolam. Ketika makanan tersebut menyentuh permukaan air, seketika puluhan ikan secara bergerombol akan saling memperebutkannya. Sungguh sebuah atraksi pembuka yang menarik.

Perlahan sang surya tenggelam. Petang dan selanjutnya gelap datang melanda. Lampu-lampu merkuri mulai dinyalakan menggantikan matahari. Ketika kumandang adzan maghrib bergema, beberapa bagian dari pengunjung yang tengah menunggu tersebut sedikit resah. Dimana mereka mesti menunaikan sholat Maghrib? Beberapa orang segera mengalir menuju salah sudut dimana mushola berada. Namun sungguh sayang, ratusan pengunjung yang berniat menunaikan sholat tidak dapat diakomodasi oleh sempitnya ukuran mushola yang ada. Jangankan untuk turut masuk dan sholat berjamaah, untuk sekedar wudlupun tidak memadai. Walhasil banyak pengunjung yang mengundurkan diri. Terutama pengunjung musafir memilih untuk menjamakkan sholatnya.

Waktu yang dinantipun akhirnya tiba. Tepat pukul 19.30 mulai ada berkas sorot-sorot laser yang berseliweran. Satu per satu air mancur mulai dinyalakan. Akhirnya pertunjukan air mancur menari ala Taman Sri Baduga Purwakarta dimulai.

Tidak hanya sekedar menari biasa, ribuan air mancur tersebut menari berliuk-liuk mengikuti irama lagu yang diperdengarkan. Gemulai batang air dan kelincahan semburan muncratan air yang terjadi bagaikan sosok puteri keratin yang tengah menarikan gerak tari klasik. Ada hawa sacral, syahdu, namun juga sangat menarik. Ada beberapa lagu yang dimainkan, mulai dari Al Asmaul Husna, Manuk Dadali, dan lagu khusus untu Kang Dedi sang Bupati Purwarkarta yang menggagas keberadaan air mancur menari di Taman Sri Baduga tersebut. Perpaduan air mancur menari, sorot warna-warni sinar laser, dan irama lagu yang menghentak menimbulkan decak kagum yang sugguh luar biasa. 

Di setiap atraksi air yang menarik, pengunjung dengan meriah bertepuk tangan. Tidak sedikit pula yang berteriak mengekspresikan kekagumannya. Tentu saja semua pengunjung ingin menikmati lebih banyak lagu, lebih lama durasi waktu, dan juga atraksi-atraksi yang lebih sensasional lagi. Namun sayang sungguh sayang, pertunjukan untuk setiap sesia hanya dilangsungkan tidak lebih dari 30 menit. Rela tidak rela, suka tidak suka pengunjung yang telah antri dan menunggu berjam-jam tersebut harus segera meninggalkan tempat duduk ketika pertunjukan usai. Pengunjung yang akan menonton di sesi kedua rupanya sudah mengantri di sisi luar pintu masuk.

Taman Air Sri Baduga dengan sensasi air mancur menarinya, boleh dibilang sebagai atraksi air mencur yang terbesar di tanah air. Dari ukuran luas kolam air, banyaknya air mancur, ataupun jumlah penonton, bahkan melebihi Jakarta Monas Dance Fountain di sisi barat Taman Monas. Sungguh beruntung kami pernah berkesempatan menyaksikannya. Kepingin juga? Monggo silakan dating ke Purwarkarta di malam Minggu. Untuk menikmatinya tidak perlu bayar, alias gratis. Monggo.

Tepi Merapi, 6 April 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Pesona Air Mancur Menari di Taman Sri Baduga

  1. Gara berkata:

    Kata orang, memang air mancur di Purwakarta ini adalah yang terbesar lagi termegah. Saya jadi ingin menyaksikannya juga, minimal untuk membandingkannya dengan air mancur menari di Monas, haha. Ada orang yang bilang bahwa air mancur menari di Monas lebih bagus, ada pula yang mengatakan sebaliknya. Selera orang memang beda-beda, tapi saya harus lihat sendiri untuk percaya, haha. Terima kasih untuk tulisannya, haha. Tidak ada foto saat pertunjukannyakah? Ataukah ada larangan mengambil gambar saat pertunjukan?

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s