Jakarta Monas Dance Fountain


Sebagai ibukota negara, Jakarta tentu menjadi yang terdepan memiliki air mancur menari. Air mancur menari, atau lebih kerennya disebut sebagai dance fountain, memang sedemikian semarak menjadi pemberitaan beberapa waktu lalu. Banyak kota-kota di tanah air dikabarkan membangun fasilitas dance fountain sebagai landmark ataupun ikon baru. Sebutlah misalnya Purwarkata dengan Taman Air Sri Baduganya.

Jakarta sendiri telah memiliki taman air yang sekaligus dilengkapi dengan fasilitas air mancur menari. Adalah sebuah kolam besar di sisi barat Tugu Monas yang telah memiliki fasilitas air mancur menari yang dibangun semenjak masa akhir pemerintahan Gubernur Sutiyoso.

Air mancur menari memang sebuah fantasi tersendiri bagi ion kemajuan sebuah kota. Tatkala Taman Marina Bay di Singapura mempercantik diri dengan dance fountain, kemudian kolam Taman Petronas di Kuala Lumpur, ada pula kota Hongkong, Beijing, Tokyo dan lain-lain, maka Jakartapun tida mau kalah. Kemampuan air mancur yang menari meliuk-liuk mengikuti irama sebuah lagu, tentu saja mengundang decak kagum setiap orang yang menyaksikannya. Di samping licah gemulai gerakan tari dari air mancur, fasilitas tersebut dilengkapi dengan ribuan lampu warna-warni bahkan berkas sinar laser yang mampu menyajikan atraksi sebuah pertunjukan yang sungguh mengagumkan.

Jakarta, sebagai ikon Indonesia yang kaya akan keragaman budaya mencoba mempersonifikasikannya dalam sajian Jakarta Monas Dance Fountain. Di masa awal keberadaan kolam air mancur menari yang waktu itu masih satu-satunya di Indonesia, Jakarta Monas Dance Fountain mengemas dengan sangat apik cerita mengenai Jakarta. Ditampilkanlah sebuah pertunjukan yang menarasikan awal mula keberadaan Jakarta yang diawali dari sejarah Pelabuhan Sunda Kelapa. Pangeran Jayakarta, VOC, Batavia, hingga kemudian kemunculan etnis Betawi.

Kisah itu berlanjut ke Jakarta tempo kini. Sebuah kota megapolitan yang sungguh padat penduduknya. Keberadaan Tugu Monas, bajaj, ondel-ondel, hingga busway menjadi identitas yang tidak bisa dilepaskan dari Jakarta. Dalam iringan musik yang menampilkan beberapa lagu khas Betawi, seperti Kicir-kicir, Nonton Ondel-ondel, dan lainnya berkas sinar laser beragam warna direfleksikan ke semburan air yang sekaligus berfungsi sebagai layar terkembang. Terbentuklah sebuah gambar tiga dimensi yang menggambarkan segala ikon Jakarta di atas. Ada Tugu Monas, ondel-ondel, busway dan lain sebagainya.

Di masa akhir Gubernus Sutiyoso dan di masa awal Gubernur Fauzi Bowo, Jakarta Monas Dance Fountain dipertunjukkan setiap Sabtu malam Minggu. Pertunjukan dilangsungkan dalam dua sesi, masing-masing dimulai pada pukul 19.30 dan 20.30. Jadilah malam mingguan di Taman Monas dimanjakan dengan air mancur menari yang sungguh unik tersebut. Tentu saja hal tersebut menjadikan Taman Monas menjadi semakin semarak dan ramai oleh ribuan warga ibukota yang sengaja menghibur diri ataupun keluarga untuk mengisi malam akhir pekannya.

Tidak genap lima tahun beroperasi, pertunjukan Jakarta Monas Dance Fountain tidak lagi berlangsung semenjak 2009. Satu dan lain sebab yang melatarbelakanginya tidak pernah diumumkan secara terbuka oleh Pemerintah Daerah setempat. Sekian lama vakum, Jakarta Monas Dance Fountain kembali dioperasikan di masa akhir Pemerintahan Gubernur Djarot Syaiful. Hal ini terus dilanjutkan oleh penerusnya, Gubernus Anies Baswedan pada saat ini.

Semenjak “kebangkitan kembali” Jakarta Monas Dance Fountain tahun lalu, kami sekeluarga baru berkesempatan menyaksikannya pada malam minggu kemarin. Jika di masa ketika itu kami menikmati air mancur menari di Monas hanya berdua bersama istri, maka pada kesempatan kali ini rombongan kami telah memiliki formasi lengkap dengan kedua putra-putri kami. Sungguh sebuah pengalaman yang sangat menggemberikan bagi anak-anak dan keluarga kami.

Tarian air mancur Taman Monas kali ini mengemas berbagai lagu daerah dari beberapa provinsi yang kita miliki. Mengalunlah lagu-lagu, seperti Tanah Air, Gending Sriwijaya, Ampar-ampar Pisang, Apuse, Rasa Sayange, dan lainnya. Sedikit bebeda dengan penampilan Jakarta Monas Dance Fountain di masa lalu yang serba ikonik Jakarta, tarian yang kami saksikan kali ini benar-benar “hanya” tarian air mancur yang diiringkan dengan musik. Tidak ada lagi sinar laser yang direfleksikan ke layar air dan membentuk gambar tiga dimensi berupa Tugu Monas, ondel-ondel, busway dan lainnya.

Jakarta semakin sesak dengan penduduknya yang semakin berjubel. Keberadaan taman-taman kota menjadi ruang terbuka publik untuk berkumpul dan bergembira bersama. Sebagaimana gagasan para gubernur semenjak Gubernur Ali Sadikin, Taman Monas menjadi pusat interaksi diantara sesama warga ibukota maupun siapa saja yang sedang berkunjung ke ibukota. Keberadaan Jakarta Monas Dance Fountain setidaknya menjadi salah satu ikon yang dapat menghibur rakyat, menyegarkan pikiran dari kejenuhan rutinitas sehari-hari, dan tent saja sebagai sarana untuk terus menumbuhkembangkan semangat kebersamaan dalam keragaman yang membalut Jakarta sebagai miniatur Indonesia, Tentu saja dengan gratis bin tanpa bayar.

Belum pernah menyaksikan Jakarta Monas Dance Fountain? Monggo dipersilakan berkunjung ke Taman Monas di hari Sabtu malam Minggu dan Minggu malam Senin pada pukul 19.30 dan 20.30. Saksikan dan nikmati sajian Jakarta Monas Dance Fountain yang akan menjadi kenangan indah yang tidak terlupakan bagi Anda, keluarga Anda, maupun orang-orang yang Anda kasih.

Ngisor Blimbing, 1 April 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , , , . Tandai permalink.

6 Balasan ke Jakarta Monas Dance Fountain

  1. Hafidh Frian berkata:

    Jakarta oenuh cerita selalu menyuguhkan momen yg indah untuk dirayakan ditengah kesenjangan yg kian melebar.

    Suka

  2. rumahpintar256 berkata:

    Selama saya bekerja di Jakarta, belum pernah tu lihat. Apa saya yg kurang jalan2 kali ya? 😁

    Suka

  3. abu4faqih berkata:

    Ning Magelang saiki ya ana ta, Mas 😊

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s