Sensasi Sate Maranggi Cibungur Purwakarta


Berkunjung ke Purwakarta tanpa menikmati sajian kuliner paling khas yang satu ini mungkin ibarat menunaikan ibadah haji tanpa wukuf di Padang Arofah. Tidak hanya tidak afdzol, tetapi tidak syah. Pernah merasakan sensasi sate maranggi, kuliner khas Purwakata yang saya maksudkan? Aha, bagi yang pernah tentu sangat paham bagaimana sensai kelezatannya.

Suatu petang selepas Maghrib di awal bulan Ramadhan dua tahun silam, dengan beberapa rekan kami sengaja mendatangi sebuah pusat kuliner di tepi jalan penghubung antara Cikampek dan Sedang. Tepat di sebuah kawasan hutan jati, terdapat sebuah pusat kuliner sate maranggi yang dikelola oleh Hj. Yetty dan keluarga. Mendengar pesona kelezatan sate maranggi khas Purwakarta yang sudah sangat terkenal sebagai ikon kulineran daerah yang dipimpim Kang Dedi Mulyadi tersebut memang sudah cukup lama. Tetapi baru pertama kali sungguh-sungguh kesampaian menikmati saat itu.

Ketika tiba di depot sate maranggi yang terbuka dan terkesa luas itu, kesan pertama sungguh luar biasa. Sekian banyak meja-kursi untuk pelanggan, semua nampak sudah penuh dan terdengar hiruk-pikuk manusia yang asyik menikmati sajian sate. Bulan puasa di waktu berbuka, tentu merupakan waktu dimana kebanyakan ummat muslim yang seharian berpuasa tengah penuh semangat untuk bersantap. Menilik kondangnya sate maranggi, tidaklah mengherankan jika menu tersebut menjadi pilihan sajian utama buka puasa.

Jika menikmati sate maranggi pertama kali bersama-sama dengan beberapa teman sejawat, maka pada liburan awal tahun lalu kami sekeluarga menyempatkan diri untuk berkuliner bersama menikmati sate maranggi. Kebetulan kunjungan saya yang ke dua ini bertepatan dengan jam makan siang. 

Selepas setengah harian beranjangsana wisata ke Waduk Jatiluhur, Purwakarta diterpa terik sinar matahari yang cerah. Sungguh siang itu udara terasa sangat panas dan membuat suasana gerah. Suasana yang demikian seolah menggugah selera tersendiri untuk bersantap sate maranggi. Meskipun lokasi dengan tempat kunjugan kami sebelumnya cukup jauh, namun hal itu tidak menyurutkan kami untuk berburu kuliner sate maranggi di daerah Cibungur yang termasuk wilayah sisi utara Kota Purwakarta.

Ketika tiba di lokasi depot Sate Maranggi Hj Yetty, suasana sangat ramai sebagaimana kunjungan saya yang pertama tidak berubah. Bahkan dengan perluasan area restoran dan pelataran parkir, membuat suasana siang tersebut jauh lebih ramai.

Meskipun suasana ramai karena banyaknya pengunjung yang datang makan siang, namun pola pelayanan di Sate Maranggi Hj. Yetty tidak akan menelantarkan pelanggan yang sudah kelaparan menunggu sekian lama. Begitu kami pesan satu porsi sate sapi dan satu porsi sate ayam, ditambah minuman segar, tidak sampai lima menit pesanan kami segera tiba.

Kecepatan dan kesigapan penyajian sate maranggi ini tentu sangat berbeda jika kita berkunjung ke tempat sate yang lain. Setelah kita pesan, pemilik warung baru mulai mengiris-iris daging yang akan disate. Baru kemudian daging tersebut ditusukkan ke tangkai lidi, untuk kemudian dibakar di atas bara api. Di sate maranggi, setiap saat pegawai sibuk memanggang daging yang telah siap di perapian. Dengan demikian, ketika pelanggan dating dan memesan sate, selalu saja ada sate matang siap saji untuk segera dihidangkan. Mungkin hal ini dilakukan karena memang jumlah pelanggan selalu banyak yang datang. Hal ini menjadi catatan tersendiri yang membuat pelanggan tidak kapok untuk dating kesekian kalinya ke Sate Maranggi Hj. Yetty.

Menu utama sajian sate yang ada dapat dipilih oleh pengunjung. Mau sate daging sapi, kambing, ataupun ayam. Khusus untuk daging sapi ataupun kambing di tempat ini diolah sedemikian rupa sehingga dagingnya terasa gurih dan tidak alot yang tentu sangat berbeda dengan sate di tempat lain yang kadang masih menyisakan tekstur daging yang terasa alot saat digigit. Satu lagi sumber sensasi kelezatan sate maranggi, sambel cocol tomatnya. Jika pada umumnya sajian kuliner sate selalu ditemani dengan sambal kacang ataupun bawang, sate maranggi justru menyertakan sambal tomat cocol yang sungguh sensasional dan menggoda selera. Menikmati sajian nasi gurih hangat berbungkus daun pisang ditemani dengan sate gurih nan pedas oleh sambal tomat akan selalu mengundang rasa ketagihan bagi pengunjung.

Menemani sajian utama sate maranggi, kita dapat memesan menu hidangan lain, seperti aneka sop, sayur asem, termasuk aneka rupa sajian gorengan yang yahut. Untuk soal minuman juga tersedia banyak pilihan. Minuman es jeruk, es the, kelapa muda selalu menjadi favorit pengunjung. Namun demikian, aneka minuman jus buah juga dapat dipesan oleh pengunjung. Bagaimana soal harga? Ah setiap porsi sate maranggi sangat terjangkau. Bagi keluarga kami, bahkan dua porsi sate yang masing-masing terdiri atas sepuluh tusuk sate sudah sangat mengenyangkan dan sungguh mengasyikkan.

Jika Anda ke Purwarkarta, tentu sungguh sayang jika tidak sekalian menikmati sensasi sate maranggi yang sungguh makyus tersebut. Monggo.

Tepi Merapi, 27 Maret 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s