Surat Untuk Bapak Walikota Tangerang


Ketika jelang Peringatan HUT Kota Tangerang tahun ini, Pemkot menyelenggarakan Lomba Penulisan Surat kepada Walikota, spontan si Ponang ingin turut berpartisipasi. Tentu saja kami sangat mendukungnya. Menang ataupun tidak menang bukanlah persoalan penting dalam lomba tersebut. Namun niat, itikad, kehendak baik, dan pengalaman mengikuti sebuah kompetisi merupakan sebuah nilai tersendiri.

Membuat surat kepada seorang pejabat public tentu bukan persoalan mudah bagi seorang bocah kelas empat SD. Daripada ngombro-ngombro alias kemana-mana tema yang ditulis, sengaja kami memberikan arahan agar ia fokus mengangkat isu mengenai kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal kami. Bagaimana kondisi kebersihan pada saat ini, bagaimana perilaku dan kedasaran warga terhadap pentingnya kebersihan, apa akibat dari perilaku membuang sampah sembarangan, hingga harapan apakah yang diinginkan dari Pemkot menjadi pokok bahasan dalam surat si Ponang.

Berikut isi surat selengkapnya…………

Rabu, 31 Januari 2018

Kepada Yth. Bapak Walikota Tangerang,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh.

Kita wajib menjaga lingkungan agar selalu terlihat bersih, indah dan asri. Setiap masyarakat juga harus rajin membersihkan lingkungan tempat tinggal. Kita juga harus membersihkan lingkungan karena kebersihan sebagian dari iman. Kebersihan juga harus kita jaga agar hidup kita sehat. Ada juga banyak penyakit yang disebabkan oleh sampah.

Di sekitar rumah saya juga masih banyak orang yang membuang sampah sembarangan. Ada banyak sampah yang dibuang. Mulai dari kertas, plastik, popok bayi, bungkus mie instan, dan nasi. Biasanya sampah itu dibuang di tanah yang kosong untuk dibakar. Warga masyarakat membuang sampah sembarangan karena tidak disediakannya tempat sampah khusus untuk menampung sampah.

Akibat membuang sampah sembarangan adalah sumber penyakit. Ada berbagai penyakit yang disebabkan oleh sampah, seperti diare dan muntaber. Selain menjadi sumber penyakit, sampah juga bisa menyebabkan pemandangan yang tidak sedap dipandang mata. Semua itu disebabkan karena adanya penumpukan sampah. Sampah itu seperti kardus, popok bayi, bekas makanan, dan steorofom. Selain itu sampah juga dapat menjadi bau. Bau sampah kebanyakan dikarenakan benda-benda yang mudah busuk. Benda-benda yang dapat menimbulkan bau busuk contohnya sayur-mayur, buah-buahan, dan pampes bayi. Seharusnya pihak Dinas Kebersihan Kota Tangerang memperbanyak tempat sampah khusus lagi.

Harapan saya untuk Kota Tangerang ini, pertama adalah semoga tempat-tempat sampah di Tangerang makin banyak untuk mencegah terjadinya penumpukan sampah. Ke dua, disediakannya gerobak pengangkut sampat untuk mengangkut sampah. Ketiga, semoga ada petugas sampah untuk membersihkan sarana umum seperti terminal bus, stasiun, dan juga taman. Ke empat, diperbanyaknya truk sampah untuk mengangkut sampah dengan jumlah yang banyak dibandingkan dengan gerobak sampah.

Demikian suratnya. Wassalamu’alaikum warohmatullahi wa barakatuh.

 

Radya Hermawan P.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s