Saat Subuh di Gerbang Sebuah Masjid


Tidak harus Ka’bah rumah Allah di muka bumi ini. Masjidpun merupakan rumah Allah. Masjid, mushola, surau, langgar, atau apapun sebutan lokalnya terhampar di berbagai titik tempat di permukaan bumi ini. Hal ini merupakan satu penegasan bahwa untuk menghadap Tuhan, untuk mendekat kepada Tuhan, manusia tidak perlu jauh-jauh pergi ke tempat yang terkhususkan. Dimanapun dan kapanpun manusia dapat langsung secara intens berdekatan dengan Tuhannya. Bahkan dalam setiap denyut nadi dan darah, di sana pula Tuhan bersemayam.

Masjid adalah perlambang ajaran agama Islam. Masjid menjadi pusat dan poros kegiatan ummat muslim. Sehari dalam lima waktu, ummat muslim laki-laki bahkan dikhususkan untu senantiasa memakmurkan masjid dengan sholat berjamaah. Dengan demikian setiap saat, setiap waktu, sepanjang masa, masjid semestinya menjadi tempat yang senantiasa terbuka. Bahkan bagi ummat non-muslim sekalipun dalam rangka mengenal atau mempelajari ajaran Islam.

Sebagai sebuah perkembangan peradaban jaman, arsitektur dan tata lingkungan di sekitar tempat keberadaan sebuah masjid juga terus mengalami perubahan secara dinamis. Terutama karena alasan keamanan, di masa kini banyak masjid yang dilingkari dengan pagar-pagar tinggi. Dalam waktu-waktu sholat fardlu, sudah pasti masjid terbuka dengan membuka gerbang-gerbang pagar secara lebar-lebar. Namun di waktu-waktu tertentu, terutama di waktu malam hari selepasa Isya’ hingga menjelang Subuh praktis gerbang itu tertutup dan masjid tida lagi terbuka untuk umum.

Di samping untu tujuan keamanan tadi, keberadaan gerbang dan pagar masjid yang tertutup tentu ada sisi plus-minusnya. Operasionalisasi tutup-bukanya pintu gerbang masjid harus dilakukan oleh petugas-petugas marbot masjid yang memiliki dedikasi, integritas, dan disiplin yang tinggi. Anda tentu bisa membayangkan, di saat dini hari menjelang waktu Shubuh, petugas tersebut harus seawall mungkin terjaga dan membukakan pintu gerbang untu ummat yang akan berjamaah sholat Shubuh. Jika sampai telat, bukankah sangat kasihan pula ummat yang harus menanti dan kedinginan di luar pintu gerbang.

Kejadian sebagaimana saya lukiskan di atas pernah benar-benar saya alami. Sebagai musafir yang tengah berperjalanan, pagi itu dikarenakan memang waktunya hampir tiba saya menyambangi sebuah masjid untuk bersiap-siap turut sholat Shubuh. Meskipun waktu sholat belum tiba, namun sudah banyak ummat yang mulai berdatangan. Hanya sungguh saying seribu sayang, pintu gerbang masjid masih tertutup rapat dan digembok. Beberapa orang yang sudah dating itupun pasrah menunggu di tepi jalanan depan area masjid.

Ketika waktu Shubuh sudah tiba dan masjid-masjid di tempat lain mengumandangan adzan, pintu gerbang masih tertutup rapat. Tidak ada tanda-tanda satupun petugas marbot yang nampak keluar membukakan pintu gerbang. Dengan sangat pekewuh, salah seorang berusaha mengetuk dan -maaf- akhirnya menggedor-gedorkan gembok gerbang agar terdengar petugas dari dalam. Tak sia-sia, usaha itupun berbuah. Salah seorang petugas muncul. Ia Nampak tergesa membangunan petugas lain dan kemudian membuka pintu gerbang.

Legalah semua jamaah yang sudah sekian lama menanti di luar pagar masjid. Rupanya para petugas marbot masjid tersebut kesiangan bangun. Bukan sekedar masjid dusun atau kampong, masjid yang di pagi itu masih tertutup gerbangnya di kala adzan Shubuh berkumandang adalah sebuah masjid yang telah memiliki sejarah teramat panjang di negeri ini. Masjid yang digagas semenjak awal kemerdekaan tersebut bagi para simbah bahkan mendapat julukan sebagai masjid Soekarno-Hatta-Datun. Dua nama prolamator dan raja Kasultanan Ngayojakarto Hadiningrat. Tentu Anda paham dengan masjid yang saya maksudkan.

Mudah-mudahan kejadian demikian tida terjadi di masjid yang lain. 

Tepi Merapi, 22 Februari 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Saat Subuh di Gerbang Sebuah Masjid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s