Legenda Asal-usul Barongsai


Al kisah sebuah dongeng dari Negeri Tirai Bambu semasa Dinasti Qing. Terdapatlah sebuah desa yang makmur nan tenteram. Sebagian penduduk di desa tersebut merupakan petani. Melalui usaha mereka bercocok tanam, dipanenlah berbagai macam bahan pangan. Mulai dari padi, sayuran dan tanama palawija mereka hasilkan. Tanah yang subur disertai dengan kerja yang tekun membawa desa dalam kemakmuran.

Kedamaian dan kententraman desa tersebut terusik oleh kehadiran seekor monster jahat (nian). Di malam purnama monster itu seringkali muncul dan melampiaskan rasa laparnya. Pertama-tama hanya hewan ternak dan binatang yang menjadi buruan makanannya. Namun lama-kelamaan, di samping karena semakin langkanya binatang dan rasa jenuh yang melanda, nian tersebut nekad memangsa manusia. Hal tersebut menimbulkan ketakutan yang luar biasa di kalangan warga desa.

Merasa ketakutan dan jiwanya terancam, banyak penduduk yang mengungsi ke daerah lain. Namun demikian, atas nasehat seorang bijaksana monster itu berhasil diusir dengan singa yang diperintah menjaga desa sepanjang hari. Desapun kembali aman dan pendudukpun kembali dari pengungsian. Seiring dengan waktu, orang-orangpun melupakan kejadian tersebut dan mereka melupakan jasa singa penjaga desa. Akhirnya lama-kelamaan singa penjaga tersebut meninggalkan desa.

Puluhan tahun berselang, monster jahat pengganggu desa tersebut dating kembali. Celakanya singa penjaga terlanjur pergi dari desa. Pendudukpun tidak tahu kemana singa penjaga desa tersebut berada. Sebagian besar warga desa bahkan telah sama sekali lupa kepada singa penjaga desa.

Untunglah di saat yang sangat genting tersebut, ada salah seorang kakek warga desa yang masih teringat dengan kisah serangan mon.ster jahat ke desanya beberapa puluh tahun silam. Ia juga masih sangat ingat bahwa monster tersebut dapat diusir oleh kehadiran singa penjaga desa. Atas kecerdikan si kakek tua tersebut, ia mengusulkan kepada warga desa agar membuat wujud singa jadi-jadian.

Selain wujud singa jadian-jadian, wargapun diperintahkan untuk menabuh bunyi-bunyian. Genderang, sambal, dan gong merupakan pilihan warga sebagai sumber bunyi-bunyian yang dimaksud. Selain itu, di setiap penjuru desa juga diledakkan petasan yang menimbulkan bunyi kemeriahan yang luar biasa.

Singkat cerita, ternyata wujud singa jadi-jadian yang diiringi bebunyian tersebut membuat monster jahat yang menyerang desa terkejut, bahkan merasa ketakutan. Alih-alih masuk dan menyerang desa, ia justru lari tunggang langgang meninggalkan wilayah desa. Demi mengenangkan jasa singa penjaga desadi masa lalu dan juga wujud singa jadi-jadian yang berhasil mengusir monster jahat, maka pada setiap pergantian tahun ataupun ada hajatan khusus warga diperintahkan untuk mementaskan tari singa jadi-jadian yang diiringi suara bebunyian dan ledakan petasan.

Lama kelamaan, wujud singa jadi-jadian itupun dimodifikasi sedemikian rupa hingga menjadi wujud barongsai yang kita kenal pada saat ini. Demikianlah dongeng asal-usul barongsai yang kini selalu hadir memeriahkan suasana Tahun Bari Imlek. Dongeng ini disadur dari berbagai sumber. Gong Xi Fa Coi.

Ngisor Blimbing, 17 Februari 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s