Pilkada Paling Unik: Pilkada Kembar Kandidat di Kab Magelang


Saya mungkin termasuk orang yang sudah jenuh dengan urusan politik di negeri ini. Namun tidak ada salahnya pula jika sekali-kali menuliskan postingan mengenai pesta politik yang kini tengah marak di beberapa daerah. Bukan soal intrik politik dan segala macam tipu muslihatnya, tetapi ini soal keunikan yang perlu dicatat dengan baik. Anak-anak jaman old, bisa jadi akan menyebutnya sebagai “aneh bin ajaib”, atau bias juga “aneh bin nyata”.

Andaikata surat suara dalam pencoblosan Calon Bupati Magelang periode 2018-2023 ini tidak disertai dengan gambar calon bupati peserta pemilihan, bias jadi pemilih akan salah memberikan suaranya. Harusnya memilih calon yang didukungnya, namun pada kenyataannya justru memberikan suara kepada calon yang tidak didukungnya. Dan sangat kebetulan juga karena calon yang bertanding pada kontestasi kali ini hanya dua pasangan. Lalu apa pasalnya bisa terjadi kemungkinan salah memberikan suara?

Pada pemilukada sebelumnya terdapat empat pasangan calon, dan calon yang terpilih untuk memangku jabatan adalah calon yang mengusung julukan Upin-Ipin. Bukan semata-mata sebuah kebetulan, mungkin kasus nama pasangan calon pimpinan daerah yang menyandang nama kembar baru terjadi di daerah kami. Ya, baik calon bupati maupun wakil bupati pada waktu itu bernama Zaenal Arifin. Itulah kenapa duo dwitunggal tersebut mengusung nama Upin-Ipin sebagaimana disinggung di depan.

Lalu apa yang terjadi lima tahun kemudian? Di tahun ini, pada kesempatan pemilukada selanjutnya sang bupati kembali mencalonkan diri sebagai incumbent alias petahana. Adapun lawannya tidak lain dan tidak bukan adalah wakilnya sendiri. Jika di pemilukada lalu mereka menjadi dwitunggal, maka pada pemilukada tahun ini keduanya berhadapan sebagai lawan. Dengan demikian, satu-satunya pemilukada yang sudah dapat diketahui nama pemenangnya semenjak para calon mendaftarkan diri ke KPU adalah Bupati Magelang.

Tidak perlu melakukan survey. Tidak perlu menyelenggarakan quick count. Dengan keyakinan 100% saya langsung berani menyimpulkan bahwa Bupati Magelang terpilih nantinya adalah Zaenal Arifin. Jika pemilukada hanya diikuti satu pasangan calonpun, di masa lalu masih ada kemungkinan ia kalah dengan bumbung kosong. Tetapi pemilukada kali ini diikuti oleh dua calon pasangan lho ya!

Pernahlah hal demikian terjadi di daerah lain, atau bahkan di Negara lain sekalipun? Inilah yang membuat pemilukada di Kabupaten Magelang tahun ini sebagai pemilu paling unik. Bahkan aneh bin ajaib. Anda setuju dengan kesimpulan saya? Monggo sedoyo…..

Tepi Merapi, 14 Februari 2018

Gambar dipinjam dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Magelangan dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s