Jembatan Gantung Pelangi dari Tegal


Sebagaimana pada lereng dan kaki gunung pada umumnya, Gunung Slamet di sisi utara yang merupakan wilayah Kabupaten Tegal juga memiliki banyak sekali sumber mata air. Mata air-mata air tersebut menjadi sumber aliran dari berbagai sungai yang ada. Salah satu sungai terbesar yang berhulu di Gunung Slamet yang terdapat di wilayah Tegal adalah Kali Gung.

Kali Gung merupakan kependekan dari Kali Agung. Disebut agung, alias besar, tentu saja dikarenakan dari segi aliran airnya, lebar dan panjang sungai kali tersebut merupakan yang terbesar di sisi utara Gunung Slamet. Kali Gung lebih istimewa lagi dikarenakan kebanyakan dari mata air di hulunya merupakan sumber mata air panas alami yang meliputi daerah Guci dan sekitarnya.

Sejauh pengamatan selintas yang kami lakukan, Kali Gung merupakan saluran utama aliran lava atau lahar dingin dahulu kala pada saat Gunung Slamet masih aktif sebagai gunung berapi. Jika kita sempat mencermati Kali Gung, bisa dilihat banyak sekali sebaran batu beku yang merupakan hasil proses pendinginan lava selama ratusan, bahkan ribuan tahun silam. Di samping itu, hingga saat ini Kali Gung masih terus mengendapkan pasir kualitas sangat bagus yang masih terus ditambang sebagai material bahan bangunan.

Pemandangan sebuah sungai dengan bebatuan besar dengan beragamam ukuran tentu mengundang keasyikan tersendiri. Bagaimana batu-batu sebesar kerbau itu masih tetap utuh tanpa tersentuh oleh manusia tentu tidak lepas dari “kepercayaan” masyarakat sekitar yang meyakini bahwa batu-batu tersebut ada penunggunya. Penunggunya yang dinyatakan sebagai makhluk halus tan kasat mata itu, akan marah jika batu-batu besar tersebut dipecahkan dan diambil. Tidak hanya sampai di situ, mereka juga dapat menyebarkan berbagai bencana mulai dari banjir bandang, kekeringan panjang, bahkan timbulnya wabah penyakit. Terlepas benar atau tidaknya, setidaknya hal tersebut membuat batu-batu besar yang ada masih tetap lestari dan bisa kita saksikan hingga hari ini.

Berbicara soal Kali Gung, ada satu titik lintasan penyebaran pada kali tersebut yang kini tengah viral dan menjadi obyek kunjungan baru di Kabupaten Tegal. Lintasan penyeberangan tersebut berupa sebuah jembatan gantung peninggalan masa lalu yang hingga kini masih dipergunakan oleh masyarakat sekitar. Jembatan selebar hanya satu meter tersebut terbentang menghubungkan wilayah Desa Danawarih dan Desa Sangkanjaya yang keduanya berada di Kecamatan Balapulang. Jembatan tersebut sepanjang tidak kurang dari 200 meter. Adapun ketinggian dari dasar sungai sekitar 7 meter. Kenapa jembatan gantung tersebut tiba-tiba bisa mengundang rasa penasaran banyak orang?

Jembatan gantung dengan alas lintasan terbuat dari bilahan papan blabak tersebut kini bercat warna-warni pada pegangan sisi kanan-kiri, hingga kawat vertikal dan kawat bentang utama. Saking warna-warninya cat tersebut, nampaklah dari kejauhan bentang jembatan tersebut laksana bentangan pelangi yang sungguh indah. Dari sinilah kemudian timbul istilah Jembatan Gantung Pelangi Danawarih dari warga masyarakat sekitar.

Bentangan jembatan yang menyerupai bentang pelangi buatan yang indah warna-warni tersebut kini menjadi tempat favorit untuk berfoto selfie bagi pengunjung. Tidak hanya saja pengunjung yang datang dari wilayah Tegal dan sekitar, namun kini Jembatan Gantung Pelangi Danawarih telah banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Di samping berfoto selfie hingga sepuasnya, pengunjung juga dapat menikmati sajian pemandangan aliran sungai yang masih alami dengan airnya yang masih bening. Di sepanjang aliran tersebut berserakan bebatuan dengan ukuran yang besar-besar, sebesar kerbau. Di sisi hulu, tepatkan di sebelah selatan jembatan terdapat sebuah bendungan yang konon telah dibangun oleh Ki Gede Sebayu yang diyakini sebagai cikal bakal pendiri wilayah Tegal.

Di saat pengunjung tenggelam menikmati bentangan warna-warni pelangi dan asyik berfoto selfie, sesekali masyarakat setempat melintas jembatan. Ada yang hanya berjalan kaki, namun tidak sedikit yang melintas dengan mengendarai motor. Bahkan tidak sedikit dari motor-motor yang melintas tersebut membawa muatan barang yang lumayan besar dan berat. Pada saat kami ke sana, bahkan ada sebuah motor yang beberapa kali melintas dengan memuat gelondongan batang kayu sengon sepanjang satu meteran.

Di sisi ujung jembatan gantung yang berada di Desa Danawarih, kita juga dapat bermain dalam kecipak air irigasi yang dialirkan dari arah bendungan. Saluran irigasi tersebut dipergunakan untuk mengairi ratusan sawah yang berada di sisi hilirnya. Pada sisi atas saluran irigasi tersebut kita juga dapat menyaksikan aksi para penambang pasir yang mengumpulkan pasir yang diambil dari dasar saluran irigasi. Kualitas pasir dari Kali Gung merupakan pasir terbaik di Tegal. Kita benar-benar berada di alam yang masih asri dan masih alamiah dengan irama kehidupan masyarakat setempat yang sederhana namun sangat bersahaja.

Untuk mengunjungi Jembatan Gantung Danawarih, dari jalur Tegal-Guci kita dapat berbelok di Desa Danawarih ke arah timur. Memang belum ada petunjuk arah yang bisa memandu pengunjung. Namun ktita dengan mudah dapat menanyakan keberadaan jembatan tersebut kepada masyarakat setempat. Pastinya mereka akan dengan sangat senang hati memberikan informasi.

Di dekat lokasi Jembatan Gantung Pelangi kita juga dapat mengunjungi makam Ki Gede Sebayu yang keramat karena dianggap sebagai tokoh pendiri Kabupate Tegal. Dengan panorama alam yang masih asri dan berhawa sejuk segar, pengunjung pasti akan betah lama untuk menikmati bentang pelangi di atas Kali Gung yang kini tengah menjadi destinasi topselfie baru di wilayah Tegal. Selamat berkunjung.

Ngisor Blimbing, 10 Februari 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s