Menguji Diri Dengan Kompetisi


Tidak hanya sekali dua kali, si Ponang belajar menulis. Menulis merupakan salah satu ketrampilan yang dapat menggali beberapa kemampuan sekaligus. Bagaimana peka terhadap sesuatu yang terjadi di sekitar kita, dapat diasah dengan menulis. Mengenai bagaimana menuangkan suatu fenomena menjadi bahasa tulisan yang menarik, tersaji runut dan runtut, ringkas namun jelas, menerapkan kaidah bahasa yang benar, semua hal tersebut dapat dipertajam dengan menulis.

 

Di samping dari sisi kecakapan menulis sebagaimana telah disinggung di atas, menurut hemat kami menulis juga dapat, menulis juga dapat melatih ketelitian dan ketelatenan seseorang. Menulis mendorong tumbuhkembangnya kemampuan literasi yang akan sangat menunjang efektivitas dan efisiensi cara komunikasi seseorang. Menulis mendorong seseorang untuk berani mengeksplisitkan pendapat, pandang, dan pemikirannya. Lebih jauh dari itu semua, menulis merupakan kerja mengabadikan diri seseorang sebagaimana ungkapan terkenal dari Pramudya Ananta Toer.

Mengingat kemampuan menulis sangat penting untuk menunjang kemajuan seseorang, maka kami berusaha untuk membiasakan dan melatih si Ponang kecil untuk mulai belajar menulis. Pada setiap kesempatan kami jalan-jalan atau liburan bersama, si Ponang senantiasa kami pesankan untuk nantinya menuliskan kesan peristiwa yang kami alami dalam bentuk sebuah tulisan. Mulai dari perjalanan keberangkatan kami, kami naik apa ke tempat tujuan, kami menginap dimana, kami pergi kemana, kami bertemu siapa, kami makan apa, dan lain sebagainya tethek-bengek sebuah peristiwa berhasil ditorehkan oleh anak kami dalam beberapa judul tulisan.

Untuk menyemangati anak kami agar terus semangat dan rajin menulis, maka tulisan-tulisan tersebut senantiasa kami orbitkan dalam bentuk postingan di blog ataupun media sosial lainnya. Namun demikian,sejauh proses pembelajaran hingga saat ini belum pernah satupun karya tulisan anak kami diikutsertakan dalam sebuah kompetisi, ataupun dikirim untuk dimuat pada suatu media massa cetak. Maka ketika mendengar diadakannya Lomba Menulis Surat untuk Walikota Tangerang dalam rangka HUT Kota Tangerang tahun ini, kami langsung semangat untuk mendukung si Ponang untuk turut turun gelanggang dan mengikuti kompetisi.

Sebagai orang tua, kami hanya sedikit memberikan arahan untuk mengangkat sebuah tema keseharian yang ada di lingkungan tempat tinggal kami. Soal kebersihan lingkungan. Bagaimana warga di sekitar kami masih rendah kesadarannya untuk mewujudkan dan menjadi kebersihan bersama. Bagaimana orang buang sampah sembarangan. Bagaimana kemudian sampah berserakan. Bagaimana sampah menjadi busuk dan berbau. Kemudian bagaimana sampah plastik yang tidak terurai menumpuk dan menjadi pemandangan yang tidak elok. Beberapa sisi tersebut yang kami dorong agar muncul pada tulisan surat untuk petinggi pemerintah kota kami yang ditorehkan oleh si Ponang.

Ingat ketika kita belajar sesuatu pada suatu lembaga pendidikan, baik yang formal maupun informal. Untuk mengetahui seberapa banyak pengetahuan yang kita pahami, seberapa banyak pemahaman yang kita miliki, seberapa banyak dari pengetahuan dan pemahaman itu benar-benar menjadi ilmu yang siap menjadi bekal suatu tindakan pengamalan, adalah hal yang lumrah ketika kita harus menempuh sebuah ujian. Ujian merupakan sebuah cara untuk menguji seberapa penguasaan pengetahuan, pemahaman, dan ilmu kita. Dari proses ujian itulah kemudian dapat disimpulkan seberapa berkualitasnya kemampuan seseorang.

Di samping penerapan metode ujian, sebenarnya masih sangat banyak cara dan metode lain dalam rangka mengukur kecakapan seseorang dalam bidang tertentu. Contoh saja adanya suatu lomba atau kompetisi. Lebih nyata lagi misalkan kita ambil contoh lomba menulis.

Dalam sebuah perlombaan menulis, kemampuan menulis seseorang diwujudkan dalam bentuk sebuah tulisan. Kaidah-kaidah, ketentuan, tata cara ataupun prosedural langkah penulisan akan tercermin melalui tulisan tersebut.

Soal hasil dari perlombaan menulis ini tentu bukan menjadi target utama kami. Dengan turut mengikuti lomba setidaknya kami berharap keberanian dan kepercayaan diri anak kami akan tumbuh serta berkembang. Pengalaman dalam sebuah kompetisi diharapkan di samping untuk mengetahui tingkat kecakapan seseorang juga dapat menjadi bekal untuk turut peduli terhadap kondisi di lingkungan sekitar. Semoga.

Ngisor Blimbing, 2 Februari 2018

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Sastra dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s