Alun-alun dan Masjid Agung Kota Tegal


Di malam hari setelah maghrib, saya dan bapak pergi ke Alun-alun Kota Tegal. Sayangnya mama dan Nadya tidak ikut. Nadya tidak ikut karena tidur. Mamapun menemani Nadya untuk tidur.

Setelah itu saya dan bapak turun ke bawah. Di bawah ada yang menelpon bapak. Ternyata yang menelpon bapak itu adalah Pakde Tar. Pakde Tar adalah teman sekampung bapak saya.

Setelah itu bapakpun memesan gojek. Selepas itu gojeknya menelpon. Sopir gojek itupun bertanya, “Apakah di bangunan baru atau lama?” Bapak saya menjawab yang baru. Selesai menelpon, saya melhat di peta gojeknya masih lama. Di saat saya melihat lagi, ternyata gojeknya sudah dekat. Saya terkejut bukan main. Setelah itu gojeknyapun tiba. Saya segera naik ke motor.

Bapak harus memakai helm. Perjalanan dari Hotel Karlita ke alun-alun Kota Tegal tidak terlalu lama.  Paling hanya memerlukan waktu 5 menit. Setelah itu kamipun tiba di Alun-alun Kota Tegal. Bapak hanya membayar 5 ribu karena gratis.

Ternyata di dekat alun-alun sedang diadakan pasar malam. Di depan tulisan alun-alun terdapat tugu yang bisa berganti warna. Setelah itu sayapun berfoto di tulisan Alun-alun Kota Tegal. Jika malam tulisan itu berwarna biru. Di saat saya berfoto di tulisan, ada orang yang sedang muntah di situ.

Setelah itu saya melihat alun-alun. Di alun-alun juga banyak permainan. Ada memancing, mandi bola, motor-motoran, tembak sasaran, dan bermain skuter.

Saat saya akan melihat-lihat di alun-alun, ternyata sudah adzan Isya’. Kamipun segera menuju ke Masjid Agung. Setelah wudlu, sayapun masuk ke masjid. Masjid Agungnya sangatlah besar. Di atas terdapat banyak lampu.

Setelah sholat, Pakde Tar menghubungi kami lagi. Katanya kami ingin dijemput di depan Masjid Agung. Di depan Masjid Agung terdapat tiga lampu sorot yang menyorot tembok masjid. Akhirnya Pakde Tarpun datang menggunakan mobil.

Di dalam mobil Pakde Tar bercerita kepada kami bahwa istrinya telah tiada sejak satu tahun yang lalu. Di belakang saya sudah ada Om Jono dan Om Cokro. Mereka telah lama tinggal di Brebes.

Pakde Tar membawa kami ke restoran Bigberry. Di dekat restoran terdapat perlintasan kereta api. Akhirnya sayapun tiba di restoran Bigberry. Kamipun segera mencari tempat duduk di atas.

Akhirnya kamipun mendapatkan tempat duduk. Kamipun segera memesan makanan. Saya memesan ayam krispi. Saya juga memesan minuman berupa es the. Bapak minum dengan lemon tea. Bapak juga memesan ramen.

Saat kami memesan makanannya, ternyata ayam krispi sudah tidak dijual lagi. Akhirnya saya memesan kentang saja. Ternyata kentangnya sangatlah besar. Ada juga sayuran yang harus direbus dahulu. Setelah itu kamipun makan bersama-sama dengan nikmat. Bapak makan ramen dengan nasi, sayur dan juga kuah.

Setelah makan sayapun pulang ke hotel diantar oleh Pakde Tar. Saat saya hampir tiba di hotel, saya diberi tahu bahwa sate Wendys satenya sangatlah lezat. Setelah itu, sayapun tiba di hotel. Saya segera naik ke lantai tiga dan seger tidur.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Alun-alun dan Masjid Agung Kota Tegal

  1. kusumah wijaya berkata:

    semoga omjay bisa ke sana

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s