Pergi ke Tegal dengan Kereta Tegal Bahari


By Si Ponang

Pada hari Senin, tepatnya saat Hari Natal, saya jalan-jalan ke Tegal. Saya ke Tegal naik kereta api Tegal Bahari. Kereta api Tegal Bahari akan berangkat jam setengah sepuluh pagi. Di saat saya bangun, saya langsung bergegas untuk mandi. Saya mandi dengan air hangat karena pagi ini sangat dingin.

Setelah mandi saya berganti baju dan segera makan roti. Selepas makan roti, saya langsung ke Masjid Al Mubarok. Saya ke Masjid Al Mubarok naik motor. Setibanya di Al Mubarok, mama langsung memesan grap. Setelah memesan grap, ternyata mama perutnya mules. Mamapun segera ke toilet masjid.

Setelah ke toilet, mobilnyapun datang. Bapak segera memasukkan koper ke dalam bagasi. Setelah itu kamipun berangkat ke Stasiun Gambir. Di saat tiba di gerbang tol Alam Sutera, ternyata gerbang tolnya menggunakan GTO semuanya. Untungnya mama sudah punya kartunya. Lalu lintas di jalan tol sangatlah lancar. Sehingga perjalanan kali ini tidak lama. AKhirnya sayapun tiba di Stasiun Gambir.

Bapak langsung mencetak tiket terlebih dahulu. Suasana saat natal di Stasiun Gambir sangatlah ramai. Setelah mencetak tiket, kamipun segera check-in atau masuk ke dalam. Setelah check-in, saya langsung naik ke atas untuk mencari tempat duduk. Di atas kami mendapat tempat duduk di ujung. Tempat duduk di sana sudah penuh. Di sana mama membeli dadar gulung yang harganya enam ribu rupiah. Mama juga membeli koran untuk dibaca.

Setelah itu saya kebelet pipis. Sayapun segera ke bawah untuk ke toilet. Ternyata di dekat toilet ada pohon natal yang sangat besar. Selesai buang air kecil, sayapun segera ke atas. Di atas saya memberitahu bapak bahwa di bawah ada pohon natal yang sangat besar. Bapakpun segera menyuruh saya untuk memfoto pohon natal. Sayapun segera turun ke bawah lagi. Ternyata di dekat pohon natal juga ada desain baru Stasiun Gambir dan skywalk Stasiun Juanda-Gambir. Sayapun segera memfoto.

Setelah selesai memfoto, saya kembali ke atas lagi. Di atas bapak menyuruh saya untuk membaca koran. Saya membaca koran tentang berita pendeta yang bercerita di mushola. Selesai membaca koran, kami mendengar pengumuman bahwa kereta api Tegal Bahari sudah tiba. Kamipun segera naik ke atas.

Kereta api Tegal Bahari terdapat di jalur 4. Sayapun segera mencari escalator yang menuju ke jalur 3 dan 4. Saya naik kereta api Tegal Bahari kelas ekonomi. Saya juga mendapatkan gerbong 3. Kursi kereta api Tegal Bahari kelas ekonomi tidak dapat diputar. Saya mendapat kursi nomor 15 dan 14. Jadinya saat perjalanan keretanya tidak terlihat maju, melainkan mundur. DI saat keretanya mau berangkat terdapat pengumuman bahwa keretanya hanya berhenti di Stasiun Gambir, Jatinegara, Bekasi, Haurgeulis, Jatibarang, Cirebon, Losari, Brebes, dan stasiun akhir Stasiun Tegal. Akhirnya keretapun berangkat.

Belum ada satu stasiun, saya sudah merasa lapar. Sayapun segera makan ayam yang dibelikan oleh mama. Perjalanan dari Jakarta ke Tegal memerlukan waktu kurang lebih empat sampai lima jam. Suasana hari ini sangatlah cerah. Bangku di kereta apipun sudah mulai ditempati. Pemandangan di luar kota Jakarta sangatlah bagus.

Di dekat Stasiun Haurgeulis terdapat sebuah sungai. Di saat saya melihat, ternyata ada seorang wanita yang sedang BAB di situ. Seketika sayapun langsung tertawa terbahak-bahak karena lucu. Saya juga melihat SD yang berada di tengah sawah. Sayapun bertanya-tanya, bagaimana murid-murid itu ke sekolah? Apakah di sana ada jalan? Itu semua yang saya tidak tahu.

Setelah itu saya menyewa bantal dan memebli teh panas. Setibanya di Stasiun Harugeulis, keretanyapun berhenti. Stasiun Haurgeulis lumayan besar. Stasiun Haurgeulis hanya terdiri dari empat track atau peron. Setelah itu keretapun berangkat.

Di perjalanan dari Stasiun Haurgeulis ke Stasiun Jatibarang, saya tertidur. Saya tertidur cukup lama, sekitar satu jam. Di saat saya terbangun, ternyata sudah sampai di Stasiun Jatibarang. Di Stasiun Jatibarang terdapat kereta perbaikan berwarna kuning. Bapak memfoto kereta itu. Setelah memfoto kereta perbaikan itu, kereta kamipun berangkat.

Di perjalanan kami melihat ada sebuah bukit yang tidak terlalu tinggi. Ternyata bukit itu adalah tempat dimana Sunan Gunung Jati dimakamkan. Selepas itu kamipun tiba di Stasiun Cirebon Kejaksaan. Di sana stasiunnya sangat besar. Di Stasiun Cirebon kursi penumpang mulai sepia atau kosong. Kereta yang kami naiki sangat lama berhenti di Stasiun Cirebon. Akhirnya kereta kamipun berangkat.

Saat keretanya berangkat, saya melihat Masjid Agung Cirebon. Masjidnya sangat besar. Di saat melintasi perlintasan di dekat Stasiun Cirebon, saya melihat sebuah warung yang dulu pernah saya datangi sudah tutup. Entah karena bangkrut atau ingin dibangun bangunan lain.

Setelah itu, saya ingin BAK (buang air kecil) sebentar. Ternyata toiletnya lumayan bagus. Toiletnya juga tidak bau. Setelah BAK sebentar, saya melihat pemandangan di pintu. Di pintu saya melihat rel kereta yang bercabang. Ternyata cabang rel kereta itu menuju ke Yogyakarta.

Saat saya hampir tiba di Stasiun Losari, saya melewati sebuah jembatan yang sangat panjang. DI bawah jembatan juga terdapat sebuah sungai. Akhirnya sayapun tiba di Stasiun Losari. Stasiun Losari tidak terlalu besar. Di Stasiun Losari sangatlah sepi. Akhirnya keretanya berangkat.

Saat saya hampir tiba di Stasiun Brebes, saya melihat ada orang yang sedang menanam dan memanen bawang merah. Selain itu saya juga melihat jalan tol Brebes. Menurut saya jalan tol itu adalah perbatasan antara Provinsi Jawa Barat dengan Jawa Tengah. Akhirnya sayapun tiba di Stasiun Brebes. Stasiun Brebes hampir sama dengan Stasiun Jatibarang. Sebentar lagi kereta api yang kami naiki akan tiba di Stasiun Tegal.

AKhirnya kamipun tiba di Stasiun Tegal.Kamipun segera ke pintu keluar stasiun. Mama segera memesan go-car. Akhirnya go-carpun datang. Tujuan saya kali ini adalah Hotel Karlita. Akhirnya kamipun tiba di Hotel Karlita. Ternyata saya salah hotel. Hotel Karlita yang kami inapi ada di bangunan baru. Sayapun segera menuju ke sana. Mama langsung memesan kamar. Saya mendapat kamar nomor 359 di lantai 3. Saat saya masuk ke kamar, ternyata bau garam. Sayapun segera beristirahat dan menaruh tas di tempatnya.

Ngisor Lampu, 29 Desember 2017

Foto Tegal Bahari dipinjam dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pergi ke Tegal dengan Kereta Tegal Bahari

  1. romtech2017 berkata:

    wah bagus’ banged bisa jadi destinasi kedepan nih hehe, Kunjungi kami ya http://romtechlab.com buat sharing’ tentang mesin antrian bank, jam digital masjid dll,

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s