Sepeda Pagi Keliling Kota Solo


Setiap hari di hotel, saya meminjam sepeda. Di hari pertama bersepeda, yaitu hari Minggu. Di hari Minggu saya bangun pagi. Setelah bangun, saya dan bapak turun ke Lantai 1. Setibanya di Lantai 1, saya langsung berjalan ke pintu keluar. Setibanya di pintu keluar, saya langsung melihat sepeda. Saya memilih sepeda gandeng.

Bapak langsung menghampiri pelayan yang ada. Ternyata harus menandatangani sebuah kertas. Yang ditulis di surat mengisikan nama pengguna, nomor telepon, alamat rumah dan banyak lagi. Setelah menandatangani surat perjanjian, Pak Pelayan langsung membuka kunci sepeda yang disimpan.

Setelah itu kamipun berangkat. Bapak di depan dan saya di belakang. Tujuan pertama kami adalah Stasiun Balapan Solo. Di perjalanan, saya melihat ada hotel, rumah, becak, taksi, dan banyak lagi. Setibanya di Stasiun Balapan, ternyata banyak orang yang ingin naik kereta. Di sana juga ada jembatan yang menghubungkan Terminal Tirtonadi dengan Stasiun Balapan. Di stasiun tidak ada kereta yang sedang berhenti.

Setelah dari stasiun, saya ke Stadion Manahan. Di jalan sangat banyak mobil. Jadinya macet. Di dekat palang pintu ada sebuah Pasar Kliwon. Pasar Kliwon adalah sebuah pasar yang hanya buka di malam kliwon. Jika bukan malam kliwon, pasar itu tidak buka.

Setibanya di Stadion Manahan, sangat banyak orang. Ada yang sedang senam, bermain bola, bermain bulu tangkis, dan lari pagi. Stadion itu sangat besar. Ada area untuk bermain bola, tenis, panahan, dan lain-lain. Setelah melihat-lihat stadion, saya langsung ke gerbang keluar.

 

Di gerbang keluar terdapat patung Bung Karno yang sedang duduk. Patung Bung Karno itu sangat besar dan terbuat dari perunggu. Tidak lupa pula saya befoto-foto di depan patung Bung Karno itu.

Setelah itu saya terus menggowes hingga menemukan sebuah rel tua. Diduga rel tua itu menghubungkan antara Solo dengan Sleman (Yogya). Ternyata arah rel kereta itu dari Stasiun Purwosari. Di dekat stasiun juga ada perlintasan kereta.

Di dekat perlintasan, bapak memarkirkan sepeda. Setelah memarkirkan sepeda, saya berfoto di dekat pos penjaga. Setelah berfoto, saya langsung menuju ke area car free day.

Setibanya di car free day, saya langsung melihat-lihat. Di sana sangat banyak orang. Ada orang sedang bermain tenis meja, tetapi mejanya sangat kecil. Saya berhenti untuk melihat. Setelah itu saya membeli pop ice. Saya membeli pop ice rasa vanilla blue.

Setelah membeli pop ice, Nadya menelpon. Ternyata Nadya ingin menyusul dengan mama. Selesai telpon, saya mendengar ada suara klakson kereta. Ternyata kereta Batara Krisna itu lewat. Kereta itu melayani rute Solo-Wonogiri.

Setibanya Nadya di sini, mama langsung membelikan kami leker. Setelah itu bapak dan mama makan soto. Saya juga minum es teh.  Saya juga membeli siomay. Selesai makan saya juga mendengar ada suara klakson kereta lagi. Lagi-lagi kereta Batara Krisna itu lewat. Setelah itu, saya dan Nadya melihat kereta itu.

Selesai melihat kereta, kamipun pulang ke hotel. Saya  dan bapak naik sepeda. Mama dan Nadya naik motor. Kamipun segera buru-buru karena saat itu gerimis.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s