Berwisata ke Grojogan Sewu


By Si Ponang

Selepas mengunjungi Candi Sukuh, saya menyempatkan diri untuk ke Grojogan Sewu. Di saat perjalanan, saya tertidur sangat lama. Di saat terbangun, ternyata sudah sampai. Di sana sangat dingin. Setelah keluar dari mobil ternyata ada monyet. Saya sedikit agak takut.  Ada juga kuda untuk dinaiki.

Setelah membeli tiket, saya langsung turun ke bawah. Mama siap-siap memegang kayu. Di sana banyak monyet yang berkeliaran. Sesampainya saya di bawah, ternyata banyak monyet. Ternyata sudah adzan. Saya segera mencari mushola.

Di dekat mushola terdapat kolam renang anak-anak. Selesai sholat, saya langsung menuju tempat turun. Saat saya turun ternyata ada monyet yang sedang berkelahi. Saya dan mama  akhirnya menunggu di atas. Sedangkan bapak dan Nadya turun ke bawah, ke air terjun.

 

Di saat saya duduk ternyata di atas atap ada monyet. Om-om yang duduk di warung makan langsung mencoba mengusir monyet itu. Mama memfoto monyet yang sedang menggaruk-garuk badan. Monyet-monyet itu sangat bandel karena suka mencuri makanan di warung.

Akhirnya bapakpun naik ke atas. Kamipun segera ke pintu keluar. Suasana di dekat pintu keluar sangatlah sepi. Di dekat pintu keluar sangat sedikit monyet yang berkeliaran. Di dekat pintu keluar terdapat tulisan yang memberitahu bahwa ada ribuan anak tangga. Akhirnya kamipun keluar dan mencari mobil.

 

Selepas dari Grojogan Sewu, saya berjalan-jalan ke makam Pak Harto yang bernama Astana Giri Bangun. Di perjalanan saya tidur lagi.

Di saat saya terbangun, ternyata sudah sampai. Di dekat parkiran juga ada toko yang menjual oleh-oleh. Mama langsung mencari tempat untuk membeli tiket. Ternyata harus menandatangani surat izin terlebih dahulu. Sementara itu saya makan pop mie. Saya juga minum es teh.

Selesai makan saya langsung masuk ke area makam. Di dalam makam suasana sangat sepi. Di area makam juga terdapat masjid. Masjid itu sangat sederhana. Saat saya ingin masuk, ternyata saya ingin pipis. Saya langsung ke toilet yang ada di depan pintu masuk. Selesai pipis saya langsung masuk.

Saat masuk, kita diwajibkan mencopot sandal atau sepatu. Ternyata ada pengecekan surat. Pengecekannya tidak lama, hanya sebentar.

Saat masuk sangat banyak orang yang sedang berdoa. Di Astana Giri Bangun banyak keluarga Pak Harto yang dimakamkan di sana. Saya juga membaca doa untuk Pak Harto.

Makam Pak Harto berada di tengah, dekat dengan makam istrinya. Selesai berdoa, saya langsung keluar ruangan. Di saat keluar ternyata kita diwajibkan untuk membayar uang kas kebersihan minimal Rp 10.000,-. Di luar juga masi ada makam keluarga Pak Harto.

Selesai melihat-lihat, saya langsung menuju pintu keluar. Jalan di pintu keluar berupa bebatuan bata berwarna putih. Sesampainya di luar sudah banyak mobil yang parkir. Sayapun segera naik ke mobil.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s