Petualangan Ke Candi Cetho dan Candi Sukuh


By Si Ponang

Pagi hari yang mendung di Solo. Pada hari itu selepas mandi kami langsung bersiap-siap untuk menuju ke restoran hotel. Setibanya di restoran, saya dan ibu saya langsung memilih makanan. Saya makan dengan roti yang manis. Saya juga minum dengan lemon tea yang sangat manis.

Selepas makan saya ke toilet sebentar. Setelah kencing, saya bermain gamelan yang ada. Ada gong, bonag, dan saron. Di depan gamelan juga ada pakaian-pakaian yang tersusun rapi. Pakaian-pakaian itu berwarna-warni.

Akhirnya mobilpun datang. Sopir mobil itu bernama Om Eko. Mobilnya berwarna hitam gelap. Sayapun segera naik ke mobil. Akhirnya mobilpun berangkat.

Belum lama kemudian mulai gerimis. Perjalanan ke Candi Cetho memerlukan waktu satu jam. Candi Cetho berada di lereng Gunung Lawu. Di perjalanan udara sangatlah dingin. Saya melihat sawah, puskesmas, dan banyak lagi hal lainnya.

Akhirnya hujanpun mulai reda. Saat di jalanan mendaki pemandangannya sangatlah indah. Akhirnya sampai di candi. Suasana di sana sangatlah dingin. Saya membeli penthol (bakso tusuk). Saat mau masuk candi, saya diwajibkan memakai jarit. Setelah memakai jarit, saya masuk ke dalam candi.

Di dalam candi terdapat papan informasi tentang Candi Cetho tersebut. Ada juga batu-batu yang berbentuk seperti garuda. Di candi juga banyak arca. Ada lagi sebuah pendopo yang sangat luas. Saya juga berfoto-foto di patung-patung.

Setibanya di candi utama, candi itu mirip dengan bentuk segitiga. Di dekat candi juga ada dua patung dewa. Candi tersebut juga dibalut dengan kain berwarna merah putih.

Akhirnya saya turun ke parkiran. Saya juga tidak lupa berfoto-foto. Saya juga memfoto arca yang sedang diberi sesajen. Setelah berfoto-foto, saya keluar dari area candi. Saya juga membeli penthol di parkiran lagi. Selepas memebli penthol, saya naik ke mobil. Saat naik ke mobil, ternyata plastiknya bocor. Saya dengan segera memakan penthol itu dengan cepat. Selesai memakan penthol saya langsung tidur pulas.

Di saat saya terbangun, ternyata sudah sampai di Candi Sukuh. Saya langsung keluar mobil dan membeli tiket. Ternyata saya harus memakai kain jarit lagi. Setelah memakai jarit, saya langsung masuk ke area candi.

Pertama-tama, saya juga membaca tentang sejarah Candi Sukuh. Selesai membaca, saya melihat gerbang candi. Gerbang candi itu sangat tinggi. Selepas melihat gerbang, saya melihat batu yang berisi lukisan tentang cerita. Saya juga bermain kejar-kejaran dengan Nadya (adik saya).

Lagi-lagi Candi Sukuh itu mirip dengan bentu segitiga. Saya tidak lupa naik ke atas candi. Mama memfoto saya dari bawah. Di atas candi terdapat tempat untuk meletakkan koin. Selepas itu saya turun ke bawah. Saya juga berfoto-foto di situ. Akhirnya saya keluar candi. Tidak lupa saya mengembalikan kain jarit.

Setelah itu saya bermain ayunan di belakang Candi Sukuh. Di dekat ayunan juga ada Taman Hutan Rakyat. Selesai bermain ayunan, saya langsung naik ke mobil.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Kenyung dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s