Masjid Utara Mirota Kampus


Masjid merupakan sarana yang vital bagi ummat muslim. Terlebih bagi kaum lelaki muslim yang diwajibkan untuk melaksanakan sholat fardzu lima waktu dengan berjamaah, masjid merupakan tempat yang semestinya paling banyak disambangi setiap harinya.

 

Di lingkungan Kampus Mbulaksumur, sebelum keberadaan Masjid Kampus sebenarnya sudah ada dan banyak masjid ataupun mushola di hamper di setiap fakultas atau jurusan. Di samping itu keberadaan beberapa masjid kampung yang ada di pinggiran lingkar kampus juga sangat mendukung ibadah jamaah muslim. Salah satu masjid yang saya maksudkan adalah Masjid Al Hasanah. Masjid ini berlokasi di sisi utara Mirota Kampus, tepat berada di samping KFC perempatan lampur merah Mirota Kampus.

Di samping sebagai sarana ibadah, keberadaan masjid Al Hasanah juga turut menopang keberlanjutan studi beberapa mahasiswa dari tanah perantauan. Para takmir atau pengurus masjid tersebut biasanya merupakan mahasiswa perantauan yang tengah menuntut ilmu di Kota Pendidikan Yogyakarta. Dengan mengabdikan diri untuk mengelola dan mengurusi segala kegiatan masjid demi kepentingan ummat, mereka diperkenankan tinggal di beberapa bilik yang tersedia tanpa dipungut biaya sepeserpun. Jadilah masjid tersebut menjadi semacam miniatur asrama mahasiswa.

 

Sepanjang sejarah perkenalan saya dengan beberapa teman takmir Al Hasanah, telah puluhan bahkan ratusan mahasiswa yang kini telah menjadi sarjana, master, bahkan doctor yang dulu pernah turut memakmurkan Al Hasanah. Beberapa diantaranya yang pernah saya kenal ada deretan nama-nama, Mas Roni, Bang Qomar, Bang Hasyim, Mas Bagus, Rifai, Ellison, Pak Yanto, Kholid, Fajar, Nurhadi, Sholeh, Amin, Fendi, Fuad, dll.

Di samping para takmir mahasiswa yang muda-muda, keberadaan Masjid Al Hasanah juga tidak lepas dari tangan dan keringat para sesepuh. Ada Mbah Warno sebagai marbot kebersihan yang sehari-harinya nglaju sepeda onthel dari Prambanan. Kemudian di deretan pengurus ada Pak Muhammad Iqbal, Pak Maskur, Pak Giman, dll. Sungguh sebuah pengalaman yang teramat indah ketika mengenangkan deretan manusia-manusia istimewa yang mencurahkan keringat, tenaga, pikiran, bahkan segala yang dimiliki demi kelangsungan dan kemakmuran rumah Allah.

Meskipun tergolong jarang lagi menyambangai Al Hasanah, setidaknya setahun sekali atau dua kali pada saat ke Jogja, saya senantiasa menyempatkan untuk mampir ke masjid yang memiliki catatan sejarah tersendiri dalam perjalanan hidup saya tersebut.

Diantara para siding pembaca, adakah yang pernah singgah atau bahkan memiliki sebuah kenangan tersendiri dengan Masjid Al Hasanah utara Mirota Kampus UGM Mbulaksumur ini?

Tepi Merapi, 12 Desember 2017

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Religi dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s