Candi Sukuh: Piramidanya Bangsa Nusantara


Pernah sampeyan melihat foto situs kuno peninggalan Bangsa Maya di Meksico ataupun dari Bangsa Inca di Peru? Yups, benar sekali. Candi berbentuk piramida. Berbeda dengan piramida peninggalan Bangsa Mesir dan piramida yag ada di Benua Amerika, candi piramida yang ada tersebut terpotong alias papak di bagian puncaknya. Demikian halnya fungsinya bukan untuk pemakaman raja, melainkan sebagai tempat pemujaan.

Sebagai bagian dari anak bangsa Nusantara, kita sangat bangga mewarisi banyak sekali situs dan bangun candi yang sangat bersejarah. Dan diantara sekian ribu situs bangunan candi yang ada, ternyata ada beberapa diantaranya yang memiliki kemiripan dengan piramida dari Bangsa Maya-Inca tadi. Serius Kang? Emang ada candi kita yang berbentuk piramida? Jawabnya yes, ada dan masih dapat kita saksikan hingga di hari ini.

Adalah Candi Sukuh di lereng sisi barat Gunung Lawu memiliki bangunan utama berbentuk piramida terpotong. Candi yang berada pada ketinggian sekitar 1000 dpl ini terletak di Dusun Sukuh, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Posisinya kurang lebih 36 km dari arah Surakarta. Dengan melalui jalur arah Tawangmangu, untuk menuju Candi Sukuh harus menyimpang jalur kiri ke arah perkebunan teh di daerah Kemuning. Untuk kendaraan berbadan, seperti bus hanya dapat menempuh perjalanan hingga Terminal Kemuning. Selanjutnya para penumpang bus akan dioper menggunakan kendaraan yang lebih kecil.

Bagaimana Candi Sukuh memiliki bentuk yang serupa dengan banguan piramida Maya-Inca, ada beberapa pendapat dari beberapa kalangan ahli. Ada yang menyatakan bahwa struktur bangunan Candi Sukuh dibangun berdasarkan konsep punden berundak yang merupakan warisan asli peradaban pemujaan bangsa Nusantara di masa purbakala. Ada yang berpendapat bahwa Bangsa Nusantara dulu memiliki pengaruh yang sangat luas hingga mancanegara yang sangat jauh. Bahkan di masa peradaban Bangsa Antlantis, Nusantara menjadi bangsa super power yang memiliki daerah takhlukan hingga Benua Amerika. Lepas daripada pendapat-pendapat tersebut, yang jelas Candi Sukuh merupakan warisan yang sangat berharga bagi bangsa kita.

Selain bentuk piramida yang unik dan masih mengundang banyak misteri, ada beberapa ciri dan kekahasan Candi Sukuh yang tidak kalah menariknya. Secara pengamatan kasat mata, di berbagai relief maupun bentuk patung, dapat dijumpai berbagai ornamen penggambaran alat kelamin manusia. Di gerbang utama sebelum memasuki area candi, tepatnya di permukaan lantai lorong gapura, bahkan terdapat ukiran pallus atau lingga yang menyatu dengan yoni. Sangat jelas, vulgar, dan besar ukurannya. Demikian halnya di beberapa sisi area candi yang lainnya.

Dari beberapa pemandu yang ada mengungkapkan bahwasanya Candi Sukuh merupakan simbolisasi dari kesuburan. Hal ini ditengarai dengan banyaknya ornament-ornamen berbentuk alat kelamin tadi. Alat kelamin sebagai alat reproduksi adalah simbol kesuburan manusia untuk senantiasa beregenerasi dalam rangka melestarikan keturunannya.

Sebagai bangsa yang berbasis dunia agraris, kesuburan bumi Nusantara merupakan anugerah tiada terkira. Ratusan gunung berapi aktif yang menjadi cincin api wilayah Nusantara menyemburkan abu vulkaniknya setiap saat sebagai pupuk alami yang membawa kesuburan tiada tara. Segala jenis rupa tumbuhan dan tanaman dapat tumbuh dengan baik di wilayah kita. Kesuburan kemudian tidak bisa dilepaskan dengan kemakmuran, kesejahteraan, dan ketentraman sebuah bangsa. Karena konsep filosofis Candi Sukuh yang lain adalah kisah persembahan upeti hasil bumi kepada para raja sebagai simbol kesetiaan dan kemakmuran yang dicapai pada masa itu.

Perihal kesuburan, selain simbolisasi lingga-yoni, banyak pula relief yang menggambarkan binatang-binatang yang membantu petani dalam mengolah  lahan pertaniannya. Ada kerbau, ada binatang ternak peliharaan, bajak, serta hasil bumi berupa penenan padi dan buah-buahan. Nusantara semenjak dahulu kala adalah bangsa besar yang makmur.  Gemah ripah loh jiwa, tuwuh kang sarwa tinandur.

Kontur area Candi Sukuh sebenarnya tersusun atas tiga tingkatan teras yang masing-masing melambangkan perjalanan kehidupan manusia dari dunia yang penuh dosa menuju dunia yang suci di alam keabadian. Dari alam rendah menuju kea lam yang lebih tinggi. Hal ini sama persis dengan corak arsitektur candi-candi Budha dengan alam arupadatu, rupadatu dan kamadatu. Alam dunia yang fana menuju alam nirwana yang kekal dan abadi.

Selain simbolisasi kseburan dan kemakmuran, pada beberapa relief dan patung yang ada juga dikisahkan penggalan kisah pewayangan dari etos Mahabarata. Adalah Sadewa, putra Pandu yang berseteru dengan Dewi Durga. Ia bertempur melawan beberapa sosok raksasa yang menajadi pembela sang dewi. Adapula kisah pengembaraan Sang Bima untuk mencari tirta suci perwita sari sebagai ajaran inti sari dan hakekat perjalanan hidup manusia. Adapula kisah asal-usul sang garuda, dan beberapa kisah lainnya.

 

Mnegunjungi Candi Sukuh adalah sebuah perjalanan jiwa dan raga untuk menyelami masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang dari sebuah perjalanan hidup manusia. Keindahan dan eksotika struktur bangunan candi yang unik, khas, dan mempesona berbalut simbolisasi dan ajaran-ajaran filosofis yang sangat dalam merupakan warisan abadi dan tiada terkira dalam rangka mengukuhkan jati diri serta identitas Bangsa Nusantara.

Adalah kewajiban kita bersama untuk terus menggali nilai-nilai luhur tersebut, memahaminya, untuk kemudian menerapkannya dengan sebaik-baiknya. Bangsa kita telah memiliki modal sosial yang sungguh luar biasa untuk menjadi bangsa yang unggul dan bermartabat. Tidak perlu mengimpor nilai-nilai luhur itu dari bangsa lain, kita memiliki warisan nilai yang masih banyak terpendam. Tinggal kembali kepada pilihan kita semua, mengubur dan melupakan warisan nilai itu, atau kembali menggali dan memaknainya sesuai dengan konteks jaman di masa kini dan masa depan. Monggo direnungkan.

Ngisor Blimbing, 7 Desember 2017

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke Candi Sukuh: Piramidanya Bangsa Nusantara

  1. nagageni berkata:

    Motor saya tidak kuat sampai situ😭

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s