indONEsia


Pernahkah Anda melihat cara penulisan indONEsia sebagaimana judul tulisan ini? Suatu pagi busway yang saya tumpangi melintasi kawasan antara Grogol dan Tomang, tepat di depan Kantor Kodim Jakarta Barat. Tanpa sengaja, saya mencermati sebuah spanduk yang terbentang dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda. Sepanduk tersebut kembali mengajak segenap masyarakat Indonesia untuk mempererat kembali tali persatuan dan kesatuan sebagai anak manusia yang bertanah air, berbangsa, dan berbahasa satu, Indonesia.

Terus terang dari sapnduk tersebut saya baru tersadar, tentang unsur kata ONE dalam kata Indonesia. Kenapa kata Indonesia yang di dalamnya ada unsur kata ONE itu yang kemudian disepakati oleh para wakil pemuda yang hadir pada Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 sebagai identitas kita. ONE dalam Bahasa Inggris artinya satu. Betapa sejara kodrat dan takdir bangsa kita dipersatukan. Saya yakin hal ini bukan sebagai sebuah kebetulan semata. Hal ini saya yakini sudah direncanakan secara akurat oleh Tuhan Yang Maha Esa sendiri.

Kenapa bukan inTWOsia, inTHREEsia, inFOURsia, dan selanjutnya. Tetapi yang kini kita miliki adalah inONEsia. Di dalam satu. Di dalam kesatuan. Di dalam persatuan. Satu adalah kita dan kita adalah satu.

Soempah pemoeda:

Kami poetra dan poetri IndONEsia. Bertanah air satoe. Tanah air IndONEsia.

Kami poetra dan poetri IndONEsia. Berbangsa satoe. Bangsa IndONEsia.

Kami poetra dan poetri IndONEsia. Berbahasa satoe. Bahasa IndONEsia.

Kita semua menyadari bahwa sebuah bangsa hanya akan eksis dalam jangka yang sangat panjang apabila mereka memegang erat tali persatuan dan kesatuan. Bisa jadi diantara kita berbeda suku bangsa. Berbeda agama dan keyakinan. Berbeda warna kulit dan bentuk rambut. Berbeda adat istiadat dan tradisi. Berbeda budaya dan bahasa. Tetapi melalui ikrar Sumpah Pemuda, kita semua sudah mantap untuk bersatu. Bhinneka Tunggal Ika, tan hana dharma magrwa. Biarpun berbeda-beda kita tetap satu jua, tidak ada hukum yang mendua sebagaimana diwasiatkan oleh Mpu Tantular dalam Kitab Sutasoma.

Ngisor Blimbing, 28 Oktober 2017

Foto dipinjam dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s