Taman Gajah, Taman Tematik nan Unik dan Terbaru di Kota Tangerang


Pernah melihat patung gajah? Tentu saja sebagian besar dari kita pernah melihatnya. Seumumnya patung gajah terbuat dari batu alam, beton cor-coran, atau yang lebih modern lagi dari perunggu ataupun emas. Namun jika sebuah patung gajah terbuat dari irisan karet ban, apakah Anda akan mempercayainya?

Patung gajah terbuat dari irisan karet ban? Ya, dari bahan karet ban. Adalah sebuah patung gajah sebagaimana saya maksudkan kini telah berdiri gagah di salah satu tepian aliran Sungai Cisadane. Tepatnya di sisi bantaran Cisadane yang berada di wilayah Kampung Babakan, Cikokol, Kota Tangerang. Gajah tersebut berdiri sebagai ikon Taman Gajah Tunggal yang berdampingan dengan Kawasan Pendidikan Cikokol.

Kehadiran Taman Gajah Tunggal bukan sebuah kebetulan semata. Taman yang diinisiasi dan didanai sepenuhnya PT Gajah Tunggal, sebuah perusahaan penghasil ban karet yang mungkin terbesar di negara kita untuk saat ini. Taman Gajah Tunggal hadir dengan konsep sebuah taman tematik yang sangat unik nan menarik.

Tentu saja berkenaan dengan produk unggalan PT Gajah Tunggal, maka tampilan taman didominasi dengan aneka properti taman yang terbuat dari ban ataupun karet. Di samping ikon utama berupa sebuah patung gajah nan gagah yang tebruat dari irisan-irisan karet yang dirangkai sedemikian artistik di taman ini kita dapat menjumpai ayunan dengan dudukan karet, jungkat-jungkit beralaskan ban karet, titian panjatan dari ban karet, bangku duduk dengan penyangga ban karet, pagar taman dari ban karet, dan semua benda yang didominasi warna hitan ban karet.

Taman Gajah Tunggal pada saat ini memang masih dalam tahap finishing alias penyelesaian akhir. Meskipun belum serratus persen selesai secara sempurna, setidaknya kita sudah dapat menikmati berbagai keunikan dan kekhasan dari taman tersebut. Sebagai sebuah taman kota yang dikonsep sebagai salah satu ruang terbuka hijau yang dipadukan sebagai tempat refreshing dan rekreasi keluarga, Taman Gajah Tunggal dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti mushola, toilet, tempat sampah, panggung terbuka, juga gerai kulineran.

Sejatinya manusia hidup tidak pernah bisa terpisahkan dengan alam. Kepadatan penduduk yang tinggi di sebagian kota menyebabkan bentang alam yang alamiah di lingkungan perkotaan menjadi sangat terbatas. Alam kemudian sekedar terwakili dalam wujud taman kota.Yang sedikit lebih baik tentu sebuah kota yang memiliki hutan kota. Setidaknya konsep untuk tetap mempertahankan alam alamiah di lingkungan perkotaan senantiasa didorong melalui penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memadai.

Kehadiran Taman Gajah Tunggal yang mengusung tematik tampilan serba ban merupakan bentuk kepedulian sebuah korporat perusahaan yang harus diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain dalam melaksanakan corporate social responsibility-nya. Konsep manusia modern adalah kembali ke alam. Dengan demikian lingkungan perkotaan dengan visi smart city sebagaimana Kota Tangerang harus mengarah ke kota yang go green.

Smart dan green city tentu tidak hanya menjadi tanggung jawab dari pemerintah kota semata. Semua lapisan masyarakat dari berbagai kalangan juga harus turut serta untuk mewujudkannya. Kalangan industri atau perusahaan yang ada pada suatu wilayah kota juga harus didorong secara berkelanjutan untuk turut berkontribusi memperbanyak dan menata taman kota, sebagaimana dicontohkan oleh PT Gajah Tunggal di atas.

Demikian halnya dengan masyarakat secara umum. Kepedulian masyarakat terhadap lingkungan di sekitarnya juga harus senantiasa ditingkatkan. Kesadaran untuk tidak membuang sampah secara sembarangan salah satu contohnya. Bahkan di samping taat untuk membuang sampah pada tempat, adalah sebuah kebutuhan yang sudah sangat mendesak untuk megubah mindset bagaimana ketika kita beraktivitas seminimal mungkin menghasilkan sampah. Tentu banyak upaya yang bisa kita lakukan, seperti mengurangi penggunaan plastik, memakai atau mendaur ulang sampah, mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos, dan lain sebagainya.

Di samping itu, keberadaan taman kota sebagai ruang publik harus kita jaga bersama. Peran serta tersebut dapat diwujudkan dengan turut serta menjaga kebersihan taman, tidak merusak fasilitas yang ada, ataupun tidak melakukan aksi corat-coret sembarangan. Taman kota adalah fasilitas umum milik kita bersama. Adalah kewajiban bersama pula bagi setiap anggota masyarakat untuk turut serta menjaga dan melestarikannya. Gajah Tunggal sudah memulai dengan turut membangun taman, selanjutnya adalah tugas dan tanggung jawab kita semua untuk memeliharanya dalam peran kita masing-masing.

Tentu selain perusahaan sebagaimana tersebut di atas, ada pula perusahaan-perusahaan lain yang telah turut peduli dengan taman kota. Kita semua tentu berharap semakin banyak pihak, semakin banyak kalangan masyarakat yang turut peduli dengan lingkungan sekitar. Dengan kepedulian tersebut tentu kita akan semakin optimis bahwa lingkungan perkotaan yang hijau, asri, teduh, sejuk, dan nyaman dapat terwujud dalam rangka memberikan kehidupan yang lebih sehat dan lebih baik di masa depan.

Ngisor Blimbing, 4 September 2017

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Taman Gajah, Taman Tematik nan Unik dan Terbaru di Kota Tangerang

  1. andreas berkata:

    jadi pingin ajak keluarga kesana dan anak2 bisa main seru disana

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s