Geografi Peta Buta


Awal perkenalan saya dengan istilah geografi dimulai di bangku SMP, kurang lebih 27 tahun silam. Meskipun demikian, berkenaan dengan ruang lingkup mataeri pelajaran geografi, seperti peta bumi, nama-nama daerah, nama kota, negara, hasil tambang, fasilitas penting dan lain sebagainya sebenarnya sudah mulai diperkenalkan semenjak di bangku SD melalui pelarajan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Geografi, menilik asal-usul istilahnya berasal dari bahasa Yunani. Kata geografi terbentuk dari dua kata, yaitu geos dan graphy. Geos bermakna bumi. Adapun graphy berarti gambar. Geografi dapat dipahami sebagai cabang ilmu pengetahuan yang memberikan gambaran mengenai bumi. Ya lapisan kerak di dalam bumi, permukaan bumi dengan daratannya, kepulauannya, lautannya, gunung dan lembahnya, bahkan hingga ruang dan isi ruang di atas permukaan bumi atau kolong langit. Tentu saja dengan segala fenomena yang terkait dengan semua hal tersebut.

Mengamati peta dunia ataupun globe selalu membangkitkan decak kagum yang luar biasa semenjak masa kecil. Mengenal dan kemudian secara tidak langsung hafal dengan nama-nama daerah, nama kota penting, nama pulau, nama negara, nama gunung, nama sungai, nama bandara, mata uang, dan lain sebagainya menjadi sebuah kesenangan tersendiri. Ya, semenjak kecil alam pikiran kita memang selalu menumbuhkan rasa ingin tahu yang mendalam mengenai segala hal yang ada di sekitar kita. Dan semua itu sesungguhnya bertalian erat dengan alam. Bukankah manusia memang terlahir untuk menyatu dan tidak akan terpisahkan dengan alam. Pada intinya pelajaran ilmu bumi atau geografi menjadi favorit pelajaran saya semenjak usia SD.

Ketika menginjak bangku SMP, kekaguman saya terhadap bumi dan isinya semakin bertambah melalui pelajaran geografi. Hal ini tidak lepas dari seorang guru yang membawakan pelajaran geografi dengan cara yang cukup unik. Bu Wik, demikian guru yang sudah cukup sepuh di masa itu menjadi guru geografi kami. Sosoknya memang mungil nan ramping, namun gaya bicara dan cara beliau memberikan penjelasan terkait dengan mata pelajaran yang diampunya sungguh tidak pernah bisa kami lupakan hingga saat ini.

Belajar mengenai sesuatu di masa tahun 90-an tentu saja dari sisi kelengkapan fasilitas penunjang sangat jauh berbeda dengan yang ada di masa saat ini. Jaman itu tentu belum ada internet yang menyajikan segala informasi yang bisa dieksplor. Di masa itu pula tentu belum kita kenal mbah Google yang serba tahu segala hal dan bisa kita tanyai setiap saat. Bahkan untuk pelajaran geografi, di kelas kami hanya terpampang selembar peta Indonesia yang membentang dari Sabang dan Merauke. Selain itu, kelas kami hanya memiliki sebuah bola dunia yang sangat sederhana.

Dengan segala keterbatasan yang ada di masa itu, Bu Wik punya metode tersendiri dalam mengajar. Terkait dengan dengan peta atau posisi dan nama suatu tempat, Bu Wik tidak pernah menjembreng peta besar di depan kelas. Dengan model tanya jawab, beliau hanya menggunakan kedua tangan mungilnya. “Jika ini Pulau Kalimantan, ” Bu Wik menunjuk tangan kirinya, kemudian dengan telunjuk tangan kanannya bertanya, “Yang di sebelah sini namanya selat apa?” Tanpa peta dan tanpa atlas kami belajar mengenai peta. Maka model pembelajaran yang dibawakan Bu Wik kami sebut sebagai metode peta buta.

Tidak cukup memainkan kedua telapak tangannya untuk menunjuk suatu tempat, dengan criwis Bu Wik juga memancing siswanya dengan kata-kata yang sangat khas. Misalkan ketika tangan kiri beliau merujuk kepada sebuah pulau dan yang ingin ditanyakannya adalah nama perairan, maka telunjuk kanan beliau menunjuk posisi perairan yang ditanyakan sambil mengucap kata “di sini kimplah-kimplah, laut apa ya?”. Kata kimplah-kimplah yang dalam bahasa Jawa berarti air bergelombang atau bergerak dalam jumlah yang sangat banyak ini sangat membantu ingatan para siswanya dan menjadi kosa-kata yang paling kami ingat mengenai sosok Bu Wik.

Sederet kosa kata yang masih tertanam kuat di alam pikiran saya berkat pembelarajan dari Bu Wik antara lain letak geografis, letak astronomis, jaring-jaring derajat, garis balik utara, garis balik selatan, garis mengkara, garis jadayat, angin pasat, angin brubuh, angin kumbang, angin bahorok, Pulau Weh, Pulau Morotai, pulau Enggano, dll.

Sekian lama selepas kami lulus dari bangku SMP kami, kami tidak pernah sekalipun bersua dengan sosok guru kami tersebut. Dua tahun dari tahun kelulusan kami, Bu Wik purna tugas menjalani pengabdiannya sebagai guru kepada nusa dan bangsa tercinta.

Dalam kesempatan Lebaran lalu, saya dan beberapa teman sekelas di masa SMP dulu berkesempatan menyambangi Bu Wik di kediamannya. Bu Wik kini sudah menapaki usia 83,5 tahun. Meskipun sudah sedemikian sepuh, Bu Wik masih sangat energik dan antusias menyambut kami. Tentu sekian tahun sama sekali tidak pernah bertemu dan menjalin komunikasi membuat Bu Wik tidak dapat mengingat lagi wajah kami satu per satu. Tetapi kehangatan, cinta kasih dan perhatian beliau kepada kami sama sekali tidak ada yang berubah.

Bu Wik, terima kasih atas segala bimbingan dan curahan kasih sayang serta ilmu geografinya. Bekal pengetahuan yang diberikan kepada kami sedikit banyak telah turut menuntun kami menjalani kehidupan hingga di titik saat ini. Kawan-kawan yang di perantauan ataupun sering berperjalanan tentu banyak memetik hikmah dari pembelajaran pada waktu itu. Sebaris doa yang dapat kami panjatkan, semoga Ibu dan keluarga senantiasa dalam keadaan sehat wal afiat dan selalu dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa.

Lor Kedhaton, 9 Agustus 2017

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s