Pancasila dan Pagelaran Kasultanan Yogyakarta


Suasana dan pemandangan sore tadi di sekitar Alun-alun Utara Keraton Kasultanan Yogyakarta mengingatkan saya pada suasana lebih dari 19 tahun di tempat yang sama. Ribuan massa masyarakat Yogya tumplek-blek memadati area Pagelaran. Sebagaimana namanya, Pagelaran adalah tempat menggelar pertemuan antara raja dan kawulanya. Di sinilah titik temu manunggaling kawula lan gustinya.

Berbeda dengan hiruk-pikuk Pisowanan Agung 20 Mei 1998 silam dimana rakyat menuntut reformasi total terhadap rejim pemerintahan pada saat itu, dan saya sama sekali tidak bias mencapai Alun-alun Utara dan hanya tertahan di depan Kantor Pos Besar. Kali ini jelas tidak dimaksudkan menandingi gelombang demo tersbeut di atas, namun setidaknya panitia mencatat lebih dari 15 ribu masyarakat sore itu turut sowan kepada Raja Keraton Ngayojakarta Hadiningrat, Ngarso Dalem Sri Sultan Hamengkubawono X.Dan memang pertemuan kali ini sengaja digelar bertepat dengan tanggal 1 Juni 2017. Satu tanggal yang kini dicanangkan kembali untuk lebih menggemakan dasar Negara kita, Pancasila. Keprihatinan yang didorong oleh sikap anak bangsa yang semakin melupakan nilai-nilai luhur Pancasila telah memacu pemerintah untuk tidak main-main dalam membina karakter anak bangsa. Maka kita semua mendengar pencanangan Pekan Pancasila yang dipuncaki hari ini.

Acara Pisowanan Agung dalam rangka mangayubagya Pancasila ini terasa lebih istimewa lagi berkenaan dengan kebersamaan dengan bulan Puasa. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi ajang berbuka puasa bersama antara raja dan rakyat Yogyakarta. Acara yang banyak diisi dengan nyanyian lagu-lagu kebangsaan oleh siswa-siswa dari beberapa sekolah di Kota Yogyakarta dipuncaki dengan orasi kebangsaan dari Sri Sultan HB X. Tentu saja menjelang Maghrib kepada segenap hadirin segera disajikan hidangan buka puasa berupa nasi dus, nasi bungkus, minuman, dan makanan kecil ala kadarnya. Benar-benar sebuah suasana kebersamaan yang mengharu-biru.

Saya merasa sangat beruntung dapat turut kembali menjadi saksi kesatuan yang erat dan kuat antara gusti dan kawula kali ini. Semoga melalui acara yang berlangsung khidmat tersebut benar-benar tertanam kembali nilai luhur Pancasila di setiap sanubari anak bangsa. Saya Indonesia. Saya Pancasila! Jarene…….

Mangkubumi, 1 Juni 2017

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s