Bom Kampung Melayu, Takut Puasa Terus Bunuh Diri


Ada bom lagi? Dulu, lebih dari dua dasa warsa silam, kita tidak pernah percaya ada bom di tanah air. Bom seolah sekedar menjadi takhayul yang tidak mungkin meledak di bumi dengan penduduk yang terkenal ramah, sopan, serta penuh rasa kasih sayang sesama manusia ini. Namun hari-hari ini, bom hampir muncul setiap saat. Baru beberapa bulan berselang, sudah ada lagi ledakan bom. Terakhir baru saja terjadi semalam. Ya, bom di Kampung Melayu, Jakarta, telah kembali membangkitkan keprihatinan bersama.

Sebuah peristiwa menghentak tentu saja menjadi bahan berita yang sangat “seksi” bagi dunia media massa. Tidak hanya hanya koran dan tivi, media sosialpun dipenuhi dengan berita seputar kejadian bom Kampung Melayu. Tak mengherankan jika pembicaraan mengenai peristiwa tragis semalam menjadi buah bibir hampir semua orang, bahkan termasuk para bocah di kampung tempat tinggal kami.

Adalah si Ponang yang sedikit-sedikit juga mendengar berita tentang bom Kampung Melayu terus nerocos bertanya, “Pak, siapa sih yang ngebom lagi? Apakah ISIS lagi ya?

Saya tentu saja hanya bisa menggelengkan kepala karena memang saya tidak tahu apa-apa soal yang demikian misterius tersebut. Bahkan tak kalah tidak paham dan sangat sulit untuk melacak bom-bom yang terjadi sebelumnya. Kali ini juga pasti tidak akan kalah ruwet bin mbuletnya untuk melacak dan menangkap jaringan penebar teror yang tidak berperikemanusiaan tersebut.

Merasa mendengar jawaban yang diserta gelengan kepala, tentu saja si Ponang tidak lekas puas. Angannya segera terpantik untuk berasumsi. Dan jangan heran jika asumsi dan pemikiran seorang bocah lebih ngawur, bahkan tidak masuk akal. Dengan santai si Ponang berpendapat, “Ooo, saya tahu sekarang Pak! Orang yang ngebom itu pasti orag yang tidak mau berpuasa. Besok lusa kan sudah mulai Bulan Puasa. Daripada takut mendapat dosa karena tidak berpuasa, maka ia lebih baik bunuh diri. Ya dengan ngebom itu kan Pak?

Nah loe! Saya sudah pasti sangat tercengang dengan pemikiran si Bocah siswa kelas 3 SD ini. Terus terang seketika itu saya kehabisan kata-kata untuk menjawab ataupun menjelaska duduk persoalan yang serba sedikit bisa saya pikirkan. Pikiran si Ponang tentu sekedar terpicu dari “provokasi” media yang semakin tidak bijak menayangkan berita secara tidak proporsional. Dan inilah akibatnya, otak anak-anak menjadi tercemar.

Belum lagi saya tarik nafas untuk berkomentar, kembali anak saya melontarkan analisisnya, “Jangan-jangan bom tadi malam ada hubungannya dengan bom di Menchester yang Pak?”

Saya hanya bertambang nggumun. Ini anak kok bisa-bisanya menelan berita-berita yang muncul di layar tivi. Kok tahu-tahunya di Menchester baru juga terjadi serangan teror bom. Saya kemudian sekedar iseng-iseng bertanya, “Emange siapa yang dibom di Mencehster?”

“Lha stadion Menchester to Pak!”

“Emang ada bomnya meledak pas ada pertandingan sepak bola?”

“Nggak! Kan pasa itu lagi ada acara konser musik Pak.”

…….???? Sudah kebayang kan kemana semakin ngelanturnya obrolan kami. Namun demikian, anak-anak jaman sekarang sungguh luar biasa kalau menelan suatu informasi. Derasnya informasi dan warta yang banyak pula berisi konten-konten yang belum semestinya dicerna anak-anak sedikit banyak semestinya kita rem bersama. Kasihan dengan memori anak-anak kita. Semestinya memori yang cemerlang di usia anak-anak banyak diisi dengan informasi yang positif dan menunjang perkembangan proses pendewasaan mereka. Sesuatu yang sangat diperlukan sebagai bekal untuk menghadapi masa depan yang semakin edan ini.

Bukankah demikian para sedulur yang budiman? Bagaimana menurut panjenengan semua?

Ngisor Blimbing, 25 Mei 2017

Foto dipinjam dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s