Padusan Ala Warga Urban Jakarta


Ramadhan adalah bulan suci. Dalam rangka menyambut bulan suci, kita pasti juga sepakat untuk menyambutnya dengan bersuci diri. Tentu tidak hanya sekedar bersuci secara lahiriah, tetapi yang paling urgen adalah menyiapkan bersuci diri mulai dari pikiran, lisan, hingga perbuatan. Terkait dengan bersuci badan dalam menyambut Ramadhan, sebagian masyarakat kita memiliki tradisi yang dikenal sebagai padusan.

Padusan dalam khasanah bahasa Jawa berasal dari kata adus. Adus berarti mandi. Dengan demikian padusan mengacu kepada kegiatan bersuci dengan cara mandi besar. Dulu ketika di lingkungan kita sungai masih bersih dan jernih, kita beramai-ramai padusan di sepanjang aliran sungai. Ada pula yang padusan dengan mandi di sendang, di telaga, di belik atau mata air, pada air terjun, bahkan di tepian pantai. Ya, padusan dilakukan di tempat pemandian umum, secara terbuka, dan bersama-sama. Kebersamaan inilah yang senantiasa menjadi ruh hampir di setiap tradisi yang lestari di negeri kita. Meskipun tentu tempat mandi para lelaki dan perempuan dipisah tempat.

Di sebagian wilayah pedesaan kita mungkin masih tersisa belik, sendang atau telaga. Dan padusan masih dilakukan di tempat-tempat tersebut. Namun bagaimana dengan halnya masyarakat urban di perkotaan? Apakah mereka juga masih ada yang memiliki tradisi padusan sebagaimana sebagian besar masyarakat di pedesaan atau daerah pinggiran? Yang tinggal di Jakarta misalnya, apakah ada warga yang padusan di Kali Ciliwung atau mungkin di pantai Ancol? Mungkin ada yang dapat berbagi informasi?

Bekasi, 24 Mei 2017

Foto dipinjam dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Padusan Ala Warga Urban Jakarta

  1. canon eos 80d berkata:

    Kalo sekarang kayanya udah gak ada lagi tradisi padusan, karena sekarang rata2 sungai atau telaga airnya pada kotor. bahkan ditempat saya telaga itu sering banyak Kondom bekas. mungkin bekas anak muda yang bersenang senang.

    Suka

    • sang nanang berkata:

      Kalau warga kampung Babakan di pinggiran Cisadane Tangerang masih padusan, meskipun air kalinya tentu saja coklat keruh.

      Suka

    • sang nanang berkata:

      di Kampung Babakan tepi Cisadane Kota Tangerang masih mandi ria meskipun air Cisadane tentunya coklat keruh…

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s