Kegagahan Jam Gede Jasa Kota Tangerang


Pagi itu suasana taman memang masih sepi. Meskipun matahari semakin tinggi, namun baru ada belasan orang tua yang ngumbar para bocahnya di Taman Potret. Nampak beberapa bocah balita sangat asyik menikmati wahana plosotan diantara beberapa tonggak jamur raksasa yang menghiasi sudut utama taman. Para orang tua, sebagaimana biasanya hanya duduk-duduk santai sambil mengawasi gerak-gerik para bocah dari kejauhan. Suasana demikian memang lazim pada setiap Minggu pagi di Taman Potret yang juga dikenal sebagai Taman Jamur.

Sambil berkeliling taman menikmati kesejukan hawa pagi, tiba-tiba terdengar bunyi dentang jam. Kami sempat terkejut dengan bunyi dentang tersebut. Beberapa bulan yang silam menyambangi sudut Taman Potret sepertinya belum pernah terdengar bunyi dentangan jam sebagaimana yang kami dengan di pagi itu. Bunyi dentangan yang kami dengar sebanyak tujuh kali. Rupanya saat itu memang tepat pukul tujuh pagi. Dentangan tersebut kini senantiasa memberitahukan kepada semua pengunjung taman dan orang-orang di sekitarnya untuk mengingat waktu pada setiap jamnya.

Ketika sejurus kemudian kami berhasil mendekati sumber bunyi dentangan tersebut, ternyata wujud dari jam yang sedang memberitahukan waktu itu sungguh luar biasa. Berada di titik persimpangan antara jalanan kecil yang membentang di sisi taman dengan jalan utama, sebuah Menara dengan jam bulat besar bertengger di bagian atasnya. Tepat di atas pondasi menara yang menopang “jam raksasa” tersebut berjejer deretan huruf JAM GEDE JASA. Jam ini memang baru hadir di sudut selatan Taman Potret kira-kira di awal tahun silam.

Ketika pertama kali melewati sisi jalanan utama yang membentang di hadapan Jam Gede Jasa, saya sungguh tidak paham dengan maksud penulisan JAM GEDE JASA. Hal itu seolah menjadi sebuah teka-teki tersendiri hingga beberapa saat. Ketika pada suatu pagi saya kembali berkesempatan menaiki sebuah taksi yang secara kebetulan melintas di depan Jam Gede Jasa, saya sempat terlibat obrolan singkat dengan sang pengemudi taksi. Berkaitan dengan penamaan Jam Gede Jasa, si pengemudi yang kebetulan orang Betawi Tangerang tulen tersebut memaparkan bahwa kata jasa memiliki fungsi menekankan atau menyangatkan suatu kata di depannya. Dengan demikian Jam Gede Jasa bisa diartikan Jam Gede Sekali, atau Jam Gede Banget!

Selain sosok Big Bang di London yang memang sudah sangat termasyur di seluruh dunia, negara kita juga memiliki Jam Gadang di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Kedua jam besar tersebut telah dikenal luas sebagai salah satu landmark dari kedua kota tersebut di atas. Apakah keberadaan Jam Gede Jasa di Taman Portret juga dimaksudkan untuk menghadirkan salah satu bentuk landmark khas yang lain bagi Kota Tangerang? Kalau menurut dugaan saya, hal itulah yang paling logis menjawab kehadiran Jam Gede Jasa.

Penasaran dengan Jam Gede Jasa? Monggo jika Anda semua berkesempatan mampir ke Kota Tangerang, silakan saksikan sendiri JAM GEDE JASA. Lokasi jam tersebut berada di Taman Potret Cikokol, Kota Tangerang. Tempatnya persis berada di sebelah Tangcity Mall.

Ngisor Blimbing, 9 April 2017

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s