Kisah Tragis Pembunuhan Siswa SMA Taruna Nusantara Magelang


Satu-dua hari ini, nama Magelang menjadi headlines di berbagai pemberitaan media massa. Bukan karena Borobudur, Punthuk Setumbu, Gunung Merapi, salak pondoh, ndayakan, kobra siswa atau hal lainnya. Magelang kini menjadi buah bibir segenap anak bangsa kali ini berkaitan dengan kasus pembunuhan siswa di SMA Taruna Nusantara Magelang.

Sebagai warga asli Magelang, di satu sisi kita tentu ingin nama daerah kita dikenal semakin luas di kalangan masyarakat Indonesia. Tentu saja ketenaran daerah Magelang akan menjadi sebuah kebanggaan bagi setiap warganya jika hal tersebut berkaitan dengan prestasi atupun potensi keunggulan daerah yang kita miliki. Lain halnya jika ketenaran yang hadir justru berkaitan dengan peristiwa pidana pembunuhan. Sudah pasti kita sangat berprihatin.

Sebagaimana pemberitaan semenjak hari kemarin, telah ditemukan korban pembunuhan di salah satu graha atau barak tempat tinggal para siswa SMA Taruna Nusantara Magelang. Korban yang tewas ditikam senjata tajam tidak lain adalah salah seorang siswa kelas IX SMA ternama tersebut. Dari hasil pemeriksaan berdasarkan alat bukti yang diketemukan, hari ini (Sabtu, 1 April 2017) pihak berwajib sudah menetapkan tersangka yang ternyata adalah salah seorang teman seruangan dengan korban. Diduga motif pembunuhan tragis tersebut berkaitan dengan sakit hati yang dirasakan oleh pelaku terhadap si korban.

Kita semua tentu tahu bahwasanya SMA Taruna Nusantara merupakan sekolah unggulan yang didesain untuk mencetak kader atau bibit-bibit pemimpin bangsa di masa yang akan datang. Dengan sistem penerimaan siswa yang sangat ketat, baik ditinjau dari kemampuan akademik, kesehatan fisik dan mental, anak yang berhasil menjadi siswa sekolah tersebut tentu saja adalah pemuda pilihan.

Dalam sistem penyelenggaraan pendidikan, sebagai sebuah sekolah yang mewajibkan semua siswanya tinggal dalam asrama tentunya menuntut tingkat kedisiplinanyang tinggi untuk setiap siswa, guru, pengampu, maupun para pengelola lainnya. Di samping itu, pola pendidikan “semi militer”yang diterapkan juga benar-benar diharapkan mampu menanamkan sikap, moralitas, ataupun budi pekerti yang luhur. Dengan demikian tidak mengherankan jika SMA Taruna Nusantara selalu menghasilkan lulusan terbaik yang melanjutkan ke perguruan tinggi favorit, bahkan banyak diantaranya yang kini sudah berkiprah dalam posisi atau strategis penting dalam karya bakti kepada nusa dan bangsa.

Dimanapun kita paham bahwa darah muda adalah darah panas. Para pemuda memang sedang dalam fase pencarian jati diri yang seringkali membuatnya dalam keadaan belum stabil secara psikologis. Perbedaan pendapat, perselisihan dengan teman adalah hal lumrah terjadi di kalangan anak muda kita. Namun jika perselisihan yang dibawa menjadi sakit hati kemudian menimbulkan dendam dan berujung dengan maut tentu telah melukai rasa kemanusiaan semua orang. Dan hal tersebut tentu tidak dapat diterima dari sisi norma, ataupun hukum yang berlaku di negara kita. Oleh karena itu kita pastinya berharap agar peristiwa tersebut dapat diusut secara tuntas dengan penegakan hukum yang seadil-adilnya.

Dalam lebih dari 27 tahun kiprahnya, sepertinya tidak ada kasus-kasus yang mencoreng nama baik sekolah SMA Taruna Nusantara. Peristiwa pembunuhan yang terjadi ini sungguh-sungguh di luar nalar. Banyak kalangan yang tahu betul nama baik sekolah tersebut dibuat seolah tidak percaya dengan peristiwa tragis kali ini. Namun fakta telah terjadi dan bagaimanapun peristiwa ini harus menjadi pembelajaran bersama, khususnya kalangan internal pengelola SMA Taruna Nusantara, untuk benar-benar meningkatkan pengawasan interaksi para siswa di luar jam pelajaran atau dalam kehidupan sehari-harinya di asrama.

Kisah ini tentu saja bukan April Mop! Semoga tidak akan pernah terulang kembali. Cukup sampai di sini Magelang diberitakan karena hal yang memprihatinkan kita bersama.

Ngisor Blimbing, 1 April 2017

Foto dipinjam dari sini dan sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s