Menikmati Kembali Mangkunegaran Performing Arts


Melalui gelaran ASEAN Blogger Festival (ABFI) 2013 di Kota Surakarta, saya berkesempatan menyaksikan Mangkunegaran Performing Arts 2013. Sangat kebetulan jika pada waktu itu kami diinapkan tepat sangat dekat di sisi barat Pura Mangkunegaran. Kini, setelah kesempatan pertama tersebut, saya juga mendapatkan kesempatan kedua kalinya untuk menyaksikan penampilan berbagai tarian karya para Sri Mangkunegara dalam Mangkunegaran Performing Arts 2017 yang digelar 18-19 Maret 207.

Jika alunan gamelan pada MPA pertama yang saya saksikan begitu menghentak dan menampilkan suguhan tari-tarian yang singgrak, pada kesempatan kali ini Pura Mangkunegaran sengaja menampilkan tari-tarian dengan irama yang lebih lembut. Kebanyakan tari yang dipentaskan tahun ini adalah karya adilihung dari Sri Mangkunegara V, seperti Tari Srimpi Pandeleri, Golek Lambangsari, Gambyong Langenkusumo, Bondoyono, dan Gatutkaca Dhadhungawuk. Di samping itu diperagakan pula upacara tradisi “tetesan”atau khitanan untuk anak perempuan yang kini sudah semakin langka dilaksanakan di kalangan masyarakat Jawa.

Sahid Surakarta, 19 Maret 2017

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s