Bermain di Jacob Ballas Children Garden Singapore


Jalanan sekira lebar dua meter itu bagaikan lorong di antara kelebatan pepohonan yang ada. Sepagi itu memang taman belum begitu ramai. Memang sesekali kami sudah berpapasan dengan pengunjung lain yang sengaja datang pagi untuk berolah raga. Ada yang berjogging ria. Ada yang sekedar jalan santai. Ada yang berlari-lari. Bahkan ada pengunjung yang sekedar menuruti langkah kaki si anjing piaraannya mengelilingi area taman. Ya, pagi itu kami tengah tiba di Singapore Botanic Garden, kebun rayanya Singapura.

jacob-ballas-children-garden

Sebegitu luasnya area Singapora Botanic Garden secara keseluran, menjadikan waktu kami terlalu sempit untuk menjelajahi setiap spot. Dengan pertimbangan kegembiraan anak-anak kami, kami mencanangkan diri hanya ingin mengunjungi Children’s Garden. Area Children’s Garden berada di sisi timur laut. Dengan demikian dari pintu utama yang berdampingan dengan Stasiun Botanic Garden kami tinggal menyusuri jalanan lorong kea rah kiri.

Menyusuri lorong-lorong berpagar pepohonan dan beragam tanaman perdu tidak hanya menyejukkan pandangan mata dengan dominasi warna hijaunya saja, tetapi kesegaran dan kesejukan hawa pagi menjadikan pikiran menjadi nyaman dan tentram. Ternyata di tengah hiruk-pikuknya kota Singapura dengan ratusan pohon beton pencakar langitnya masih menyisakan hutan lebat tepat di jantung negaranya.

Selepas mengikuti jalanan menuju Children Garden sesuai dengan arah petunjuk yang ada, kami justru sampai di lorong yang di sisi kanan-kirinya dipagar rapat. Nampak di dalam lingkaran pagar rapat tersebut tengah dilaksanakan proyek penataan kembali taman, atau bisa juga sedang dibangun wahana-wahana taman yang baru. Pagar-pagar tersebut mengesankan sebagai sebuah labirin misteri yang entah akan mengantarkan kami ke tempat tujuan kami ataukah ke tempat yang lainnya. Kami menjadi khawatir apakah wahana Children Garden yang kami tuju juga tengah dalam pemugaran atau penataan ulang.

Akhirnya setelah sekian jarak menempuh labirin misterius, ketika kami tiba di ujungnya kami menemukan pintu gerbang ke Children Garden. Setelah sempat ragu dan menanyakan kepada petugas yang ada, kamipun diperkenankan masuk ke taman anak yang kami tuju. Suasana memang masih lengang. Namun sudah ada dua-satu keluarga beserta anak-anaknya yang sudah masuk ke dalam.

jacob-ballas-children-garden1

Menilik ukurannya, Children Garden cukup luas. Di samping lebat dengan rimbunan pepohonan besar dan kecil, Children Garden tentu saja menghadirkan berbagai wahana edukasi untuk anak-anak. Tepat setelah gerbang masuk utama, kami disuguhi tarian air mancur yang unik nan lucu. Beberapa bocah yang berkunjung langsung berbasah ria tanpa canggung. Ada yang sempat buka baju, namun banyak pula yang sengaja tidak mencopot pakaian luarnya dan langsung berbasahan. Air mancur yang ada mendatangkan suasana hujan yang selalu mengundang anak-anak untuk bermain hujan-hujanan.

Selepas dari wahana air mancur menari, jika kita bergerak berlawanan arah jarum jam terdapat sebuah sungai kecil yang di atasnya terbentang sebuah jembatan gantung. Jembatan gantung sederhana, namun justru bagi anak-anak maupun kebanyakan manusia masa kini mungkin sudah sangat jarang menjumpai jembatan gantung gaya tradisional. Di era sekarang beberapa jembatan modern memang masih mengadopsi konsep jembatan gantung. Namun jembatan gantung modern tidak lagi berbahan kayu dan rajutan jarring, tetapi sudah tergantikan dengan besi baja dan beton. Meskipun sedikit takut-takut, namun Genduk Nampak menikmati pula enjotan jembatan yang bergoyang kanan-kiri karena hentakan tenaga si Ponang.

jacob-ballas-children-garden2

jacob-ballas-children-garden3

Berbelok kiri kemudian ke arah kanan selepas jembatan gantung, kami menemukan lorong sebuah gua. Memang bukan gua alam yang asli, tetapi gua buatan tersebut bagi anak-anak tentu menjadi sebuah sensasi tersendiri. Gua bermulut tiga tersebut dipadu dengan sebuah gerojokan air terjun yang jatuh pada sebuah kolam di sisi depan mulut gua bagian tengah. Guyuran air yang jatuh di samping menimbulkan bunyi kemericik yang indah juga mendatangkan sirkulasi udara yang membuat tubuh kita mak nyes.

Sejalur meninggalkan mulut gua buatan, sebuah sarana kamar kecil atau toilet yang sangat bersih dan rapi. Di kedua sisi pintu masuk toilet tersebut tersedia kran air yang selain berfungsi sebagai tempat cuci tangan juga sering dimanfaatkan pengunjung untuk mengambil air minumnya secara percuma. Kita tahu bersama bahwa standar air kran di Singapura sangat higienis, sehingga air kran tanpa dimasak terlebih dahulupun sudah sangat layak untuk diminum.

jacob-ballas-children-garden4

toilet1  toilet2

Melewati toilet kami disambut rumpun pohon kamboja yang mengesankan ketuaan. Pohon-pohon tersebut sengaja dimiringkan ke sisi tengah atas jalanan setapak membentuk lorong berpagar dan beratap kamboja. Dari sisi depan, pohon yang memiliki bunga warna-warni mulai dari kuning, putih, merah jambu tersebut mengesankan sebuah area pekuburan tua. Pohon kamboja bagi makam-makam tua di tanah Jawa merupakan tanaman hadir yang mendatangkan aura keangkeran tersendiri.

jacob-ballas-children-garden5

jacob-ballas-children-garden6

Sejenak kemudian kami disuguhi dengan beberapa rumah bertiang dan beratap kayu. Dengan bentuk limas dengan atap yang lancip dengan ujung bawah hampir menyentuh tanah tersebut menjadikannya sangat mirip dengan cungkup. Lagi-lagi sebuah bangunan di makam yang biasanya dikhususkan untuk melindungi makam para leluhur atau cikal bakal sebuah kampung.

jacob-ballas-children-garden7

Melintasi sebuah jembatan kayu sederhana, kami mendapati beberapa jamur paku raksasa. Tentu jamur raksasa tersebut bukan jamur sungguhan, tetapi sebentuk jamur berbahan kayu yang berfungsi sebagai tempat berteduh. Di belakang deretan jamur kayu tersebut terbentang sebuah pelataran pasir putih. Puluhan para bocah sudah Nampak asyik menikmati pergumulan dengan pasir. Ada yang membuat gunung-gunungan, manusia pasir, istana pasir, maupun yang sekedar duduk-duduk santai di atasnya.

Tepat di sisi tengah dari taman pasir tersebut berdiri pohon beringin ipik yang menampakkan ketuaannya. Tepat di atas rimpang dahan beringin didirikan rumah panggung berlantai, berdinding, dan juga beratap kayu. Sebut saja rumah tersebut sebagai rumah pohon. Dengan tangga kayu yang berundak dan berbelok, anak-anak hilir mudik saling berebutan naik ke lantai atas rumah pohon. Dari atas anak-anak kemudian masuk ke dalam terowongan berwarna jingga. Terowongan berdiameter setinggi bocah balita tersebut merupakan lubang plosotan yang akan menerjunkan anak-anak merosot turun ke hamparan pasir di sisi bawah. Tentu saja satu per satu dan tiada ada putusnya anak-anak saling berganti untuk menikmati sensasi mrosot dari dalam terowongan.

jacob-ballas-children-garden8

Terakhir sebelum kami keluar dari area Children Garden, terhampar sebuah taman yang berisi berbagai tanaman buah-buahan semusim. Ada beragam pohon pisang-pisangan, beberapa jenis pohon jambu air, ada pula tanaman berbiji. Akhirnya kamipun mencukupkan diri setelah cukup puas mengelilingi Children Garden. Meskipun sekedar menikmati hijaunya pepohonan dan beberapa wahana yang ada, nampaknya banyak hal yang membangkitkan pengetahuan baru bagi anak-anak kita yang menyambangi dan bermain-main di Children Garden.

Ngisor Blimbing, 1 Maret 2017

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Bermain di Jacob Ballas Children Garden Singapore

  1. Ping balik: Children Garden at Marina by The Bay | Sang Nananging Jagad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s