Menyambangi Hello Kitty Town Johor Bahru


Bagi sebagian besar anak-anak perempuan, khususnya yang masih dalam rentang usia balita, tokoh Hello Kitty bisa jadi menjadi tokoh animasi yang paling popular dan paling dikagumi. Kucing “cewek”nan lucu dengan kostum khas serba pink-nya memang unik nan menggemaskan. Meskipun dari sisi penampilannya sangat sederhana, namun justru kesederhanaan itulah cerminan dari kepolosan jiwa para bocah yang masih unyu-unyu. Trend dan kelaziman ini tidak luput menimpa Genduk Noni, anak perempuan saya.

Semenjak mulai bisa berceloteh di usia satu tahun, Genduk Noni yang kini sudah melewati usia ke tiga, sudah menunjukkan rasa ketertarikan dan kekaguman kepada sosok Hello Kitty. Tak heran jika segala pernak-pernik alat permainan, balon, tas, kaos kaki, kaca mata, kaos, baju, sepatu, boneka, bantal, guling, sprei, semua serba ada gambarnya Hello Kitty. Semua tentu saja dengan nuansa warna merah jambu alias pink.

Maka ketika kami merencanakan agenda kunjungan ke negara tetangga Singapura pada awal tahun ini, kamipun tergiur untuk menyeberang ke Johor Bahru. Kemudian ketika mulai merencanakan dan memilih beberapa destinasi paling favorit di wilayah ujung paling selatan Semenanjung Malaya tersebut, tentu saja Hello Kitty Town menjadi salah satu kandidat yang paling utama untuk dikunjungi. Bukan karena apa-apa, semata-mata demi mengantarkan Genduk Noni ke rumah Hello Kitty. Tentu saja bagi Genduk Noni yang masih bocah, mengunjungi rumah Hello Kitty adalah sesuatu banget!

nadya-and-hk

hk-family

Di samping Lego Land, Hello Kitty Town merupaka ikon tujuan wisata paling favorit di Johor Bahru. Meskipun lokasinya sudah berada di luar batas Kota Johor Bahru, namun hanya membutuhkan waktu tidak lebih dari 30 menit dengan bus angkutan umum.

Hari itu Jumát pagi kami bergegas berangkat dari Hotel Citrus tempat kami menginap. Tujuan wisata kami hari itu memang hanya satu tujuan, Hello Kitty Town. Kami berangkat dari terminal bus Johor Bahru Sentral. Terminal tersebut merupakan titik penghubung darat ke berbagai tujuan di wilayah Johor, maupun wilayah Malaysia lain, seperti Melaka, Kuala Lumpur, bahkan sampai ke Penang dan Bangkok. Di jalur paling ujung kami menunggu bus LM1. Bus tersebut melintasi Larkin Sentral, Hello Kitty Town, Lego Land, dan berakhir di Gelang Patah. Pada hari-hari biasa bus melayani penumpang dari JB Sentral setiap satu setengah jam, dimulai pukul 08:00 pagi hingga keberangkatan terakhir pukul 18.30. Adapun pada akhir pekan, bus berangkat setiap jam dari pukul 08:00 hingga pukul 19.00. Hanya dengan membayar RM 4 untuk setiap penumpang, pagi itu kami diantar menuju Hello Kitty Town.

Selain dari JB Sentral, untuk menuju Hello Kitty Town dapat berangkat dari CIQ Second Link dengan bus JPO2 dengan tarif hanya RM 2,50. CIQ Second Link merupakan perlintasan penyeberangan dari Singapura ke Johor melintasi jembatan baru di sisi barat. Dari perlitasan tersebut, jarak ke Hello Kitty Town maupun ke Lego Land sebenarnya lebih dekat jika dibandingkan jarak dari Johor Bahru. Jalur ini sering dilintasi pengunjung Hello Kitty Town yang langsung berangkat dari Singapura.

Di samping layanan bus dari CIQ Second Link ada pula beberapa jalur bus yang langsung berangkat dari Singapura, seperti jalur CW1, CW2, CW3, CW4, CW5, dan CW6. Bus CW1 berangkat dari Kranji MRT Station, CW2 dari Queen Street, dan CW5 dari Newton Circus. Ketiga jalur bus tersebut melewati JB Sentral. Adapun bus CW3 dan CW4 berangkat dari Jurong East and MRT Interchange, sedangkan CW6 dari Boon Lay. Ketiga bus terakhir melintasi CIQ Second Link. Masing-masing bus mengenakan tarif antara S$ 1,00 hingga S$ 4,00.

Johor Bahru merupakan kota kedua terbesar di Malaysia, setelah Kuala Lumpur. Kemajuan infrastruktur perhubungan, khususnya jalan raya, sangat nampak di sepanjang perjalanan kami. Meskipun tidak dilabeli jalan bebas hambatan atau jalan tol, namun jalanan antar kota yang kami lintasi sangat lebar dengan kepadatan lalu lintas yang terbilang lengang. Dengan demikian bus melaju dengan kecepatan yang cukup tinggi.

Kurang lebih 15 menit dari keberangkatan, kami tiba di sebuah terminal bus yang cukup ramai. Terminal bus tersebut juga menjadi penghubung ke berbagai kota tujuan di wilayah pesisir timur, maupun sisi barat Malaysia Barat. Terminal tersebut bernama Larkin Sentral.

Selepas Larkin Sentral, jalanan lebar nan lengang kembali kami lintasi. Nampak dari kejauhan ada bangunan semacam menara yang mengelilingi bentuk bangunan kubah. Setelah mendekat di sisi bangunan megah tersebut, nampak sebuah gerbang bertuliskan Bandar Iskandar. Bandar Iskandar pada saat ini merupakan kawasan pusat pemerintahan Kesultanan Johor Darut Takwim yang merupakan Negara Bagian dari Kerajaan Federasi Malaysia.

Rupanya Hello Kitty Town yang kami tuju masih berada di kawasan Bandar Iskandar. Hello Kitty Town tepatnya berada di Puteri Harbour Front Theme Park. PHFT merupakan kawasan pusat bisnis dan perniagaan, semacam mall yang relatif masih baru. Sekilas nampak dari luar, aktivitas keseharian di kawasan tersebut cenderung nampak lengang, bahkan terkesan sepi.

hello-kitty-town-3 hello-kitty-town-2

thomas-family

Hello Kitty Town merupakan wahana rekreasi tematik yang merupakan satu-satu taman bernuansa Hello Kitty di luar Jepang dengan Sanrio Hello Kitty Town-nya. Meskipun menyandang kenamaan Hello Kitty Town, namun gedung yang ditempatinya juga menyajikan tematik Thomas and Friends, serta Barney yang masing-masing menempati lantai yang berbeda. Untuk menikmati sajian di masing-masing lantai, pengunjung dikenakan tiket seharga RM 85,00. Beruntung pada saat kedatangan kami di Hello Kitty Town kami mendapat kejutan promo tiket bertarif khusus seharga RM 88,00 untuk sekaligus mengunjungi tiga lantai. Mungkin Dewi Fortuna memang sedang berpihak kepada kami. Namanya juga rejeki nomplok, tentu saja kami sangat mesyukurinya. Info selengkapnya mengenai Hello Kitty Town dan tiket, dipersilakan mampir di sini.

Lalu apa saja yang kami lihat dan jumpai di dalam Hello Kitty Town tersebut? Di dalam “kota” tersebut sebenarnya terdapat beberapa sajian atau wahana bernuansa Hello Kitty. Ada Hello Kitty House berupa rumah yang menampilkan ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, kamar mandi, dapur serba Hello Kitty dan tentu saja serba warna pink. Ada pula komedi putar berbentuk cangkir yang sangat disukai anak-anak.

hello-kitty-town-1

Kemudian ada sentra mewarnai Hello Kitty. Di sentra tersebut, setiap pengunjung (anak-anak dan juga orang tua) diberi semacam kertas bulat dengan Hello Kitty di tengah lingkaran. Pengunjung diminta mewarnai kertas bulat tersebut dengan kreativitas masing-masing. Tentu saja setiap pengunjung diberikan kebebasan memilih warna kesukaan masing-masing. Setelah selesai diwarnai, kertas bulat tersebut kemudian dikumpulkan oleh petugas. Seorang petugas melakukan pressing pada suatu peralatan yang digerakkan langsung secara manual. Beberapa saat kemudian, Hello Kitty yang sudah diwarnai menempel pada sebuah pin sebagai cindera mata untuk setiap pengunjung.

Ada lagi sentra dapur Hello Kitty. Pengunjung duduk pada meja semacam meja makan di dekat “ruang dapur”. Pada awalnya kami mengira disuruh masak-memasak. Namun oleh pemandu yang ada, pada meja di hadapan kami segera disodorkan piring. Di atas piring kemudian dilapisi dengan kain minyak dan tisu. Selanjutnya di atas kertas minyak tersebut ditempatkan seiris roti kering berwarna coklat. Tentu saja roti coklat kering tersebut berbentuk Hello Kitty. Kami diminta untuk menempeli potongan coklat kecil sebagai matanya. Kemudian menata kismis coklat sebagai kumis Hello Kitty, juga serbuk gula menjadi pita di kepalanya.

hk-cake-1

Dari sekian wahana maupun suguhan di Hello Kitty Town, ada satu atraksi yang paling menarik dan berkesan bagi anak-anak. Ada sebuah panggung pertunjukan yang menggelar tarian Hello Kitty. Setiap pukul 12.00 hingga 13.00 panggung tersebut mempersembahkan tarian penari berpakaian Hello Kitty. Di sinilah anak-anak benar-benar menyaksikan dengan mata kepala sendiri bahwa Hello Kitty benar-benar “hidup”. Tentu saja setelah pertunjukan usai, anak-anak saling berebut untuk bersalaman dengan tokoh Hello Kitty badut yang sangat lihai dan lincah menari di atas panggung.

Ada satu lagi, sebuah panggung setengah terbuka berbentuk sebuah gasibo di salah satu sudut Hello Kitty Town. Pada saat-saat tertentu, tokoh Hello Kitty maupun teman-teman lainnya seperti Melodi muncul dengan kecantikan dan kelucuannya. Sudah pasti satu per satu anak-anak berebut untuk mendekat dan menyalaminya. Tidak hanya sebatas itu, anak-anakpun diperkenankan untuk berfoto ria bersama tokoh idolanya.

nadya-and-melody nadya-and-hk-1

Pada semua wahana maupun atraksi di Hello Kitty Town. Jangan heran jika kita diikuti oleh seorang atau beberapa fotografer. Mereka, baik dengan menawarkan terlebih dahulu maupun tidak, mengambil foto-foto kita pada saat kita berinteraksi dengan tokoh-tokoh animasi yang ada ataupun pada saat kita bergaya di beberapa spot favorit. Tentu saja jasa mereka tidaklah gratisan. Jika kita tertarik dengan foto hasil jepretan mereka, kita dapat mendapatkannya sebagai koleksi maupun kenangan abadi bahwa kita pernah menginjakkan kaki di Hello Kitty Town. Jadi serasa upacara wisuda kan?

Ke Johor Bahru bersama anak-anak? Sudah pasti Hello Kitty Town harus menjadi destinasi wisata Anda. Monggo, dipersilakan.

Ngisor Blimbing, 15 Februari 2017

Beberapa gambar dipinjam dari sini, dan sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Menyambangi Hello Kitty Town Johor Bahru

  1. Titik Asa berkata:

    Saya baru tahu kalau hello kitty sampai ada kota-nya begini Mas…
    Pasti anak-anak senang berkunjung kesana.

    Salam,

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s