Menuju Johor Bahru, Melintas Singapur


Menjalani pemeriksaan imigrasi ketika kita memasuki atau keluar negara lain memang membutuhkan kesabaran tersendiri. Kadang atrian pendek dan proses pengecekan passport kita dilakukan dengan cepat. Terkadang terjadi pula antrian panjang, pertanyaan yang bertubi-tubi dari petugas hingga membutuhkan waktu yang lumayan lama. Terlebih jika ada sedikit permasalahan, mungkin terkait dengan nama kita, masa berlaku passport, ataupun urusan visa, tentu lebih lama lagi. Bagi yang belum atau tidak terbiasa dengan segala proses tersebut, mungkin timbul juga sedikit kecemasan, rasa dag-dig-dug, yang berkembang menjadi ketidaknyaaman, bahkan rasa stress.

Untuk pertama kalinya dalam hidup, saya melintasi negara lain untuk menuju ke negara lainnya lagi dalam hitungan kurang dari setengah hari. Tujuan kepergian kami hari itu adalah ke Johor Bahru, satu negara bagian Federasi Malaysia di ujung selatan Semenanjung Malaya yang berbatasan langsung dengan Negara Singapura. Dengan berbagai pertimbangan kemudahan transportasi, kami memilih untuk memasuki Johor Bahru dari Singapura.

Banyak wisatawan maupun pengunjung lain yang datang ke Johor Bahru melalui Singapura sebagaimana yang kami lakukan. Ada beberapa alasan yang menjadi dasar pertimbangan. Dari segi kemudahan transportasi udara, rute penerbangan dari Jakarta ke Changi Airport – Singapura jauh lebih dibandingkan dari Jakarta ke Senarai Airport di Johor. Di samping itu harga tiket ke Senarai Airport jauh lebih mahal.

Namun di sisi kemudahan layanan transportasi penerbangan jalur ke Singapura juga menambahkan urusan pemeriksaan keimigrasian yang membutuhkan perhatian lebih ekstra. Singapura dikenal sebagai negara yang sangat teliti dalam memeriksa setiap kedatangan tamu luar negeri ke negaranya. Tidak jarang seorang petugas imigrasi memberondongkan benyak pertanyaan berkaitan dengan identitas dan keperluannya memasuki Singapura. Gerak-gerik dan gestur tubuh yang mencurigakan bisa mengundang permasalahan yang tidak sederhana. Hal ini juga tetap berlaku kepada siapapun yang hanya sekedar melintas, seperti kami yang ingin ke Johor Bahru.

Semenjak di pesawat, kru pramugari biasanya sudah memberikan form isian keimigrasian yang harus diisi. Bacalah dan pahami dengan baik form tersebut. Isilah isian sesuai dengan data identitas passport kita. Untuk isian tempat tinggal kita di Singapura, isilah dengan keterangan bahwa kita hanya akan melintas dan tidak akan tinggal di Singapura. Pada isian tersebut saya menuliskan “CROSS TO JOHOR BAHRU”. Untuk isian debarkasi sebelumnya saya tuliskan “JAKARTA”, sedangkan untuk isian embarkasi selanjutnya saya tuliskan “JOHOR BAHRU”. Ketika petugas menanyakan apakah direct cross without staying, saya jawab YES!

Jalur perlintasan yang menghubungkan Singapura ke Johor Bahru yang melintasi jembatan penyebarangan di atas Selat Johor ada dua jalur, yaitu via Woodlands di sisi timur dan yang terbaru melalui Second Link di sisi barat.

Bagi kita yang ingin mengunjungi Johor Bahru melewati Singapura, ada beberapa pilihan transportasi selepas keluar dari Changi Airport. Ada layanan bus langsung yang bisa mengantarkan penumpang hingga Johor Bahru Sentral. Bus TS1 dari Transtar memberikan layanan lintas langsung ke Johor Bahru Sentral via Woodlands Check Point. Keluar dari pemeriksaan imigrasi dan pengambilan bagasi, kita dapat langsung menuju pemberhentian bus yang ada di setiap Terminal. Hanya dengan membayar tarif SGD 10 untuk penumpang dewasa dan SGD 5 untuk anak-anak, kita dapat langsung diantar ke Johor Bahru Sentral. Hampir setiap jam ada bus yang diberangkatkan. Informasi lengkap mengenai layanan bus TS1 dapat dilihat di sini.

Kedatangan kami pada sekitar pukul 12.00 am waktu setempat menjadikan kami ketinggalan keberangkatan bus TS1 pukul 12.20. Bus keberangkatan selanjutnya terjadwal jam 14.20. Dengan pertimbangan menunggu bus terlalu lama, kami memutuskan untuk naik MRT (kereta dalam kota) dengan tujuan akhir Woodlands station.

Untuk naik MRT to City, kita tinggal menuju stasiun MRT Changi Airport di Terminal 1. Jika kedatangan pesawat yang kita tumpangi di Terminal 2 atau 3, kita dapat menggunakan monorail penghubung. Kita hanya tinggal mengikuti petunjuk arah menuju MRT to City.

Sampai di depan Changi Airport MRT station, kami langsung menuju mesin tiket. Dengan layar mesin bersentuh, kita dapat memilih informasi dalam bahasa Inggris atau pilihan bahasa lainnya. Kami langsung memilih Woodlands station sebagai tujuan akhir kami. Mesin akan langsung memproses dan menampilkan tarif per penumpang. Tentukan pilihan jumlah tiket yang ingin kita pesan. Untuk tiga penumpang, kami hanya terkena tarif SGD 7,6 yang tentu saja jauh lebih murah dibandingkan jika langsung naik bus TS1.

Untuk menuju Woodlands station, tidak ada kereta MRT yang langsung. Kami harus transit setidaknya dua kali. Transit pertama di Tanah Merah station (EW4) dengan berganti MRT EW ke arah Joo Koon. Di City Hall station (EW13/NS25), kami pindah MRT jalur NS. Dengan melintasi 15 station, kami tiba di Woodlands station (NS9). Station ini merupakan paduan dari stasiun MRT dan city bus, termasuk bus yang menuju Johor Bahru Sentral.

woodland_bus-950-boarding-bay-1

Mengikuti arus penumpang lain yang turun, kami turun ke lantai dasar. Dengan mengikuti petunjuk arah, kami menemukan terminal bus tepat di sisi samping bawah stasiun. Bus jurusan langsung Johor Bahru yang kami naiki bernomor 950. Kami langsung membayar ongkos pada saat naik ke dalam bus. Dengan bertanya kepada pengemudi, kami diberi tahu bahwa tarif yang dikenakan sebesar SGD 1,6 untuk penumpang dewasa dan SGD 0,6 untuk anak-anak. Tentu saja kita harus membayar dengan uang pas dikarenakan tidak ada pengembalian uang sisa. Untuk kami bertiga, dua tiket dewasa dan satu anak-anak semestinya membayar SGD 3,8, namun berhubung tidak punya uang pas kami membayar SGD 5. Sebagai bukti bayar, kami diberi tiga lembar kertas karcis tiket mungil berwarna pink muda.

Bus 950-pun berjalan menyusuri jalanan di kawasan Woodlands. Kami sempat melintasi Woodlands Train Check Point yang merupakan titik pemeriksaan dokumen keimigrasian bagi pelintas yang naik kereta api. Perlintasan di perbatasan Woodlands ke Johor Bahru memang bisa memilih dua moda kendaraan darat, yaitu naik mobil atau kereta api.

Tidak sebegitu lama, kami tiba di Woodlands Check Point. Semua penumpang bus harus turun untuk pemeriksaan imigrasi ke luar dari Singapura, termasuk semua barang bawaan. Jalur pemeriksaan ada di lantai atas. Para penumpangpun bergegas menaiki eskalator dengan menenteng tas, koper maupun barang bawaan lainnya. Pemeriksaan imigrasi berlangsung sebagaimana lazim.

Setelah pemeriksaan, penumpang bus diarahkan turun kembali. Di bawah gedung imigrasi sudah berjajar bus-bus yang menunggu penumpangnya. Bus biasanya hanya berhenti tidak kurang dari 10 menit untuk menaikkan penumpang. Namun demikian kita tidak perlu khawatir karena dengan tiket yang ada di tangan, kita bisa naik bus 950 yang manapun yang tersedia. Apabila pada saat kita turun bus 950 tidak ada atau belum datang, kita tunggu saja di jalur tunggu yang sudah tersedia untuk setiap jalur bus masing-masing.

Ketika sebuah bus 950 datang, kamipun naik kembali. Setelah semua penumpang naik, buspun langsung melaju melintasi jembatan penghubung antara Singapura dan Johor Bahru, atau dikenal sebagai Johor-Singapore Causeway. Selat Johor sebenarnya tidak terlampau lebar. Jembatan yang terbentang tentu saja tidak terlampau panjang, mungkin hanya sekitar 1 km. Kendaraan hanya memerlukan waktu sekejap untuk melintasinya. Namun yang hanya sekejap itu ternyata telah mengantarkan kami kembali berpindah ke negara lain.

Selepas melintasi Johor-Singapore Causeway, penumpang diturunkan di bawah Bangunan Sultan Iskandar. Bangunan pemeriksaan imigrasi tersebut merupakan pusat kawasan Johor Bahru Sentral (JB Sentral) yang memadukan terminal bus, stasiun kereta api, serta pusat bisnis dan perbelanjaan. Kembali semua penumpang beserta barang bawaan menjalani pemerikasaan kemimigrasian. Setelah pemeriksaan selasai, kamipun secara resmi telah berada di negara Malaysia. Berhubung tempat menginap kami masih di kawasan JB Sentral, kami tinggal keluar dari area tersebut dengan jalan kaki. Inilah awal penjelahan kami di Johor Bahru.

Lor Kedhaton, 6 Februari 2017

Gambar diambil dari, sinisinisini, sini, dan sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Menuju Johor Bahru, Melintas Singapur

  1. Ping balik: Menikmati Keanggunan Bangunan Sultan Ibrahim Johor Bahru | Sang Nananging Jagad

  2. asambackpacker01 berkata:

    Bandara di Johor namanya Senai, bukan Senarai mas. Terus enak turun di Singapura, explore bandara nya, nyebrang ke Johor,balik ke Indonesia lewat KLIA atau Senai, airport tax nya cuma 1/3 Changi. Form imigrasi Singapura biasanya saya tulis TRANSIT juga bisa. Beberapa kali ke sana kalau naik pesawat mereka Tiger,Scoot,Value Air, Jetstar ga diperiksa,tapi pas sekali turun dari Air Asia Indonesia (QZ) semua penumpang diperiksa. Pas kena random check barangkali

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s