The Art of China Acrobatic from An Hui


Lengkingan suara gesekan erhu yang membawakan sebuah lagu dari Tiongkok di sore itu menyihir segenap pengunjung untuk melingkar di sebuah panggung bernuansa khas warna merah. Panggung berbentuk setengah lingkaran tersebut dipagari bebungaan warna pink yang sangat mempesona. Sebagai latar belakang panggung terpampang gambar seekor ayam berwarna emas yang menimbulkan kemilau luar biasa. Di atas ayam emas terpampang sebuah tulisan berwarna merah berbunyi “The Art of China Acrobatic from An Hui, China.”

imlek-alam-sutera

Gambaran suasana di atas senantiasa hadir dalam beberapa hari di waktu sore menjelang malam. Dalam rangka menyongsong sekaligus merayakan Tahun Baru Imlek 2568 kali ini Mall @Alam Sutera sebagaimana biasanya menghadirkan sajian atraksi barongsai tonggak. Dengan tagline “The Art of China Acrobatic from An Hui, China” gempita nuansa Imlek di Alam Sutera terasa lebih istimewa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sajian atraksi akorbatik yang dulu hanya kita saksikan lewat tayangan acara sirkus di televisi, kini benar-benar hadir di depan mata.

Selengkapnya kelompok akrobatik kelas dunia tersebut memperkenalkan kelompoknya, “The art of China Acrobatic from An Hui – China has a lot of surprise for you! We have many kind of performances such as Chinese Erhu Performance, Chinese Dance Performance and Barongsai Tonggak. All the customers also can enjoying many kind of exhibitions such as SOGO exhibition, SATU DATA exhibition, Lunar Market and Chinese Calligraphy. Let’s join with us celebrate the Chinese New Year 2017!”

Hari-hari menjelang Tahun Baru Imlek maupun Perayaan Cap Go Meh memang menghadirkan nuansa budaya China dimana-mana. Pasca pemerintahan Presiden Gus Dur yang secara terbuka mengakui keberadaan masyarakat Tionghoa dengan segala seni dan tradisinya, Tahun Baru Imlek bahkan ditetapkan sebagai hari libur nasional. Imlek kembali muncul sebagai budaya komunal milik bersama. Tidak hanya terbatas warga Tionghoa yang turut larut dalam perayaan tahun baru, warga masyarakat lain yang pastinya berlainan keyakinan juga turut menikmati perayaan. Inilah bukti pluralitas adat budaya yang tetap terikat kuat dalam persatuan berlandaskan rasa ke-bhinekaan tunggal ika. Imlek hadir selayaknya perayaan Lebaran, ataupun hari raya lainnya.

Pertunjukan akrobatik dari An Hui di Alam Sutera selengkapnya menampilkan bowl balancing (pertunjukan keseimbangan menata mangkuk, cangkir, dan sendok di atas kepala dengan sang penari berdiri di atas papan yang beralas tabung/kaleng yang menggelinding ke kanan-kiri di atas meja), contortionist dancing (pertunjukan beberapa penari gadis bertubuh lentur dan sekaligus kuat dalam berbagai formasi dengan tingkat keseimbangan tinggi), vase juggling (pertunjukan penari bertubuh lentur dalam berbagai posisi tubuh sambil menyangga fas bunga), guci dancing (pertunjukan penari lelaki yang lincah menggerakkan guci dalam berbagai posisi yang sangat sulit), spinning plate (pertunjukan penari yang memegang stik dengan piring berputar-putra di ujung atasnya) dan ada pula hola hop dancing (pertunjukan penari perempuan dalam menggerakkan hola hop dalam berbagai formasi bentuk dan gerakan).

Hampir sepanjang pertunjukkan, decak kagum dari ratusan penonton yang hadir seolah tiada henti-hentinya. Kala sang penari berhasil menunjukkan gerakan atau formasi tertentu, penonton tanpa dikomando langsung memberikan tepuk tangannya dengan riuh rendah. Saya sendiri sungguh dibuat berkali-kali kagum dan seolah sedang menyaksikan suatu pertunjukkan yang sungguh tidak masuk akal. Gerakan-gerakan sangat sulit yang dilakukan para penari benar-benar luar biasa. Tidak heran jika hal demikian dapat mereka lakukan dengan latihan dan gemblengan keras semenjak mereka masih usia anak-anak. Bahkan demi dedikasi yang tinggi terhadap dunia akrobatik, para penari sengaja dengan rela meninggalkan bangku sekolah untuk setiap hari berlatih aksi akrobat. Sebuah pilihan hidup yang tidak main-main dipilih dan ditekuni. Walhasil, dengan dedikasi dan kerja kerasnya, mereka diundang ke berbagai belahan dunia untuk mempertontonkan keahliannya yang sungguh langka di muka bumi.

Selengkapnya agenda acara dalam rangka perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Mall @Alam Sutera tahun ini dapat dilihat melalui link berikut.

Lor Kedhaton, 30 Januari 2017

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s