Tahun Baru Tanam Pohon Baru


Ibarat kata hubungan persuami-istrian antara bumi dan langit, maka limpahan curah hujan yang turun dari langit menumbuhkembangkan benih kehidupan berupa tetumbuhan atau pepohonan. Pepohonan merupakan unsur alam yang berperan sangat penting dalam kelangsungan makhluk hidup di muka bumi. Pohon, dengan zat hijau daun dan kemampuannya melakukan fotosintesis, menghasilkan oksigen yang merupakan nafas kehidupan.                                   

tanam-pohon

Kumpulan pepohonan membentuk ekosistem hutan. Seiring dengan tingkah laku manusia yang didorong oleh keserakahannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, ekosistem alam menjadi terdegradasi peran dan fungsinya, bahkan tidak sedikit yang mengalami kerusakan sangat parah. Salah satu dampak keserakahan di atas adalah gundulnya hutan-hutan kita.

Setiap insan nampaknya sudah sangat paham. Hutan gundung menjadi penyebab lahan kritis, kekeringan, tanah longsor, dan juga banjir bandang. Semua bencana kerusakan alam tersebut sepenuhnya disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri. Dengan demikian, apabila insan manusia ingin mempertahankan kelangsungan hidupnya dan segenap anak cucu generasi yang akan datang, maka manusia harus menyadari kesalahannya, menghentikan perusakan alam, dan sedapat menungkin memperbaiki kerusakan yang telah terjadi. Reboisasi atau penghijauan kembali lahan kritis adalah salah satu tindakan yang dapat dilakukan manusia untuk menghajaukan kembali hutan-hutan yang telah gundul.

stabelan1

Stabelan merupakan sebuah dusun kecil yang tergolong paling atas di lereng Gunung Merapi. Jarak dari dusun tersebut ke puncak Merapi hanya sekitar 3,5 km. Pasca erupsi gunung berapi teraktif pada tahun 2010 yang lalu, sebenarnya meninggalkan beberapa kawasan hutan yang kritis. Di samping dampak awan panas yang menerjang, sebenarnya banyak pula kawasan hutan yang sebelumnya memang sudah rusak.

Pada saat saya berkesempatan naik Merapi pada pertengahan 2011 silam, kawasan hutan di sisi atas Stabelan tinggal menyisakan semak belukar dan sangat jarang tumbuh pohon besar. Di samping penggunaan kawasan hutan untuk ladang palawija dan tembakau, saya lihat di beberapa titik ada pembakaran kayu-kayu untuk pembuatan arang. Bahan baku pembuatan arang itu tentu saja berasal dari kayu-kayu yang ditebang dari pohon yang ada di hutan tersebut. Mungkin desakan memenuhi kebutuhan ekonomi yang demikian sulit sehingga masyarakat sekitar yang tidak memiliki pilihan cara hidup yang tanpa merusakan hutan.

Adalah Komunitas Rumah Pelangi yang senantiasa menginisiasi gelaran Festival Tlatah Bocah juga senantiasa mendorong kesadaran masyarakat di kawasan Merapi untuk turut berpartisipasi aktif untuk menghijaukan kembali beberapa kawasan hutan yang kritis. Dari langkah hanya sekedar mengumpulkan berbagai macam bebijian buah-buahan, menyemai bibit-bibit tanaman, hingga melakukan gerakan tanam kembali alias penghijauan bekerja sama dengan berbagai elemen masyarakat yang lain.

menanam-pohon1

Salah satu agenda penghijauan kembali lereng Gunung Merapi di sisi atas Dusun Stabelan, pada Minggu 22 Januari 2017 ini, Tlatah Bocah kembali akan menggelar penanaman pohon kembali.

Januari adalah masa dimana senantiasa hujan sehari-hari. Curah hujan yang cukup tinggi sangat sesuai untuk menanam kembali aneka ragam pepohonan di lereng Merapi. Setelah bibit ditanam tidak diperlukan kegiatan penyiraman secara khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bibit pohon yang baru mulai menancapkan akar mudanya dan mulai untuk tumbuh. Dalam suasana tahun baru, dengan semangat dan pengharapan yang masih baru juga, alangkah indahnya jika kitapun menanam pohon-pohon yang baru.

Ada yang berminat ingin turut bergabung dengan kegiatan tersebut? Monggo dipersilakan.

Lor Kedhaton, 20 Januari 2017

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s