Alumni Cah De: Sosok D#23


nila3Sebagai bocah ndesa yang turun gunung ke lingkungan perkotaan, ada sedikit perasaan aneh ketika mengenal salah satu nama teman satu kelas di Kelas 1D SMP 1 Muntilan, lebih dari 25 tahun silam. Di desa tempat tinggal kami, nama yang disandang teman saya tersebut sekerabat dengan gurameh, tawes, mujahir, tombro, ataupun lele. Ya, nama-nama spesies ikan air tawar.

Nila, demikianlah nama panggilan teman yang sedang saya bicarakan kali ini. Kenapa namanya nila, bagi kami yang seangkatan dengannya tidak ada yang tahu pasti. Tetapi ketika hari pertama sekolah dimulai, nama itulah yang muncul di deretan buku absensi paling pertama kali. Dialah pemilik 1D01, nomor absen 1 di kelas 1D. Ia seorang perempuan tinggi langsing yang kelihatan sangat percaya diri semenjak awal pelaksanaan pekan penataran P4 yang menjadi penanda dimulainya tahun ajaran baru.

Di samping nama Nila, di kelas kami ada pula yang bernama Lila. Pada awalnya banyak yang menyangka keduanya sebagai saudara kembar, atau setidaknya masih ada hubungan saudara.Ternyata sangkaan tersebut sama sekali tidak benar. Keduanya sama sekali beda. Jika Nila, tergolong langsing bahkan kurus. Lila justru bertubuh lebih subur.

Selain soal ikan nila, nama Nila juga sangat terkenal dalam pelajaran yang diampu Pak Kusno. Dalam peribahasa yang kami pelajari dari Bahasa Indonesia ada ungkapan “karena nila setitik, rusak susu sebelanga”. Nah, kan semakin lengkap to keunikan nama teman kami yang satu ini.

Nila memiliki nama lengkap Nila Fretyani. Ia termasuk salah satu teman yang selama tiga tahun masa SMP menjadi teman satu kelas. Ia, saya, dan sebagian yang lainnya termasuk paling istikomah untuk konsisten mengusung nama kelas D hingga masa kelulusan kami. Ketika terjadi rekelasisasi atau penataan ulang formatur siswa-siswi di kelas 2, ia berganti identitas nomor absen dari nomor 1 menjadi nomor 23.

Dari segi prestasi akademis, putri Bang Mandar yang menguasai parkiran kawasan eks-PJKA Terminal Muntilan ini, terbilang sebagai siswa yang berotak encer. Ia termasuk salah seorang jagoan matematika yang lumayan digadhang-gadhang Pak Pratiwo, guru sepuh yang paling legendaris saat itu. Jika siswa yang lain sudah angkat tangan ketika disuruh mengerjakan soal di depan kelas, biasanya ia, Irwan, atau Siti yang disuruh maju untuk menuntaskan soal. Tentu di bidang studi atau matapelajaran yang lainnyapun ia selalu di atas rata-rata. Tidak mengherankan jika ia senantiasa berada di jajaran siswa yang bisa disebut sebagai bintang kelas.

nilaDari penampilan luarnya, sosok Murti’s younger sister ini termasuk sosok yang periang. Kepercayaan dirinya yang tinggi kadang mendominasi sehingga dalam percakapan maupun interaksi lainnya tak jarang ia menjadi sedikit arogan, serta ingin menang sendiri. Tapi untunglah, diantara kawan-kawan sekelasnya hafal dengan tabiatnya itu. Kawan-kawan yang lain sering harus mengalah demi ngemong Nila.

Terkait dengan kegiatan Pramuka, meskipun ia seingat saya tidak termasuk atau tergabung ke dalam kelompok regu “istimewa”yang disebut LT namun ia termasuk sosok pandu yang cukup militan. Kalau yang lain paling males untuk menghapal sandi-sandi, ia terlihat sangat semangat kalau sudah hapalan sandi morse maupun semaphore. Sambil meunggu jam les Pramuka yang biasanya dilaksanakan setiap Kamis sore, ia sudah memegang penggaris besar di tangan kanan dan kirinya. Dengan beberapa teman yang lain ia memperagakan beberapa kode semaphore sambil satu sama lain merangkai kata atau kalimat, sementara yang lainnya menebak kata atau kalimat apa yang dikibarkan tersebut. Garisan besar di tangannya seolah menjelma menjadi sepasang bendera semaphore. Hebat ora hayooo!

Selayaknya gadis remaja yang percaya diri, tentu tidak mengherankan jika Nila juga termasuk siswa yang periang. Kalau pada saat pelajaran seni musik sih biasa-biasa saja, sama seperti kebanyakan teman-teman lainnya. Tetapi pada saat-saat istirahat ataupun pelajaran kosong, ia sering ura-ura. Ia sering kali memilih lagu-lagu bernada tinggi, seperti Kaulah Segala-nya Ruth Sahanaya, atau Cintaku Padamu-nya Ita Purnama Sari. Sayang di masa itu belum ada campur sari. Mungkin kalau ada ia yang akan paling metal menembangkan tembang Oplosan. Kesan tersebut tentu bukan mengada-ada apalagi sekedar ngayawara, karena dari beberapa kesaksian Nila tercatat “artis” yang sering mendominasi panggung perlombaan nyanyi dalam rangka Tujuh Belasan di lingkungan tempat tinggalnya.

Selepas lulus dari SMP 1 Muntilan, kami menempuh jalan studi masing-masing. Dengan bekal nilai yang bagus waktu itu, Nila kemudian melanjutkan sekolah di SMA 1 Magelang. Masa-masa SMA maupun setelahnya, kami semakin terpencar-pencar menapaki perjalanan hidup masing-masing. Beberapa teman yang termasuk teman karib mungkin masih terus menjalin silaturahmi, bahkan seolah telah melebur menjadi seperti saudara sendiri. Pada momen-momen lebaran biasanya ada beberapa teman SMP yang masih tetap saling berkunjung.

nila5

Sekira lebaran tahun 2000-an beberapa teman berkumpul di tempat tinggal Nila, waktu itu masih di Kawasan PJKA Terminal Muntilan itu. Saya, meskipun tidak sampai berakhir, juga sempat berkumpul sejenak bersama-sama teman yang ada. Semenjak saat itu saya tidak pernah lagi bertemu dengan sosok teman saya tersebut.

Maraknya dunia internet dengan kehadiran Facebook-nya membuat saya sesekali melacak keberadaan teman-teman lama, termasuk yang dulu satu SMP. Dari hasil pelacakan, silaturahmi kami sempat tersambung. Sedikit cerita yang terbagi melalui postingan di halaman FB-nyamenjadi sedikit kabar yang samar-samar dapat saya ketahui. Setidaknya jadi sedikit tahu mengenai keluarga dananak-anaknya, pekerjaannya, dan juga sedikit gambaran kesehariannya.

Tatkala Lebaran 2015, Triyono, Kuntar, Muhtar, dan Sarip menyambangi rumah saya, kamipun kemudian “bergerilya” keliling beberapa teman di seputaran kanan-kiri Muntilan. Dari Muhtar kami ketahui alamat tinggal Nila. Dan pada akhirnya kamipun benar-benar menyambangi Nila dan keluarga kecilnya yang kini tinggal di Kampung Mutihan, tepat di bawah Makam Pangeran Singosari, Kyai Dalhar, Kyai Raden Santri yang ada di puncak Gunung Pring itu.

Reuni SMP 1

anake-nila   nila4

Sekian lama tidak bertemu tentu saja sudah ada yang berubah pada diri Nila Fretyani. Namun satu hal yang tidak pernah berubah darinya, yaitu tadi, soal “kecerewetannya”. Meskipun kedatangan kami waktu itu sudah lewat jamnya rolasan, namun dengan semangat 45 ia justru langsung cancut taliwanda di dapur. Dengan sat-set sat-set tak seberapa lama, ia menyuguhkan kepada kami bakso spesial. Katanya sih buatannya sendiri. Mungkin beberapa diantara kami masih sangsi dan belum percaya bahwa siNila sudah bisa masak. Tapi yang kami hepi-hepi wae. Lha soalnya pas perut keroncongan disuguhi makanan. Enak atau nggak enak, ya kami pastinya tersugesti untuk merasakan enak.

Pasca Reuni Seduluran Saklawase, 31 Desember 2016 yang lalu, dan teman-teman mengibarkan grup CaCe Cade melalui WA, Nila termasuk Sri Kandi 3D yang pertama-tama turut turun kebawah. Ia tergolong sangat vocal dan atraktif dalam turut nggasaki teman-teman lain. Semuanya bukan dengan maksud-maksud yang tidak baik, tetapi semata-mata agar suasana grup lebih sumringah dan semakin guyup. Tak jarang hingga lepas jam 12 malam dan waktu sudah lingsir wengi, ia turut nongol dan ngobrol ngalor-ngidul. Setidaknya ia mungkin punya itikad untuk “ngancani” si Sarip yang biasanya dinas malam non stop.

“….telolet….telolet…..rep do tahajudan ora kiyeee……” demikian Nila nglindur jam 01.38 di WA grup pada suatu dini hari. Gemblung ancene Nila!

NgisorBlimbing, 15 Januari 2017

Foto-foto dipinjam dari FB Nila Fretyani

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Tokoh dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Alumni Cah De: Sosok D#23

  1. Ping balik: ALUMNI CAH DE: SOSOK#D28 | Sang Nananging Jagad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s