Panorama Senja di Ngarai Sianok


Bukittinggi memang identik dengan Jam Gadang. Jam Gadang merupakan ikon sekaligus landmark Kota Bukittinggi. Begitu melihat gambar atau foto Jam Gadang, masyarakat awam sekalipun bisa tahu di luar kepala bahwa yang dilihatnya Kota Bukittinggi. Meskipun demikian, masih ada satu lagi landmark Bukittinggi yang lokasinya juga sangat berdekatan dengan Jam Gadang. Anda ingat dengan Ngarai Sianok?

ngarai-sianok

Ngarai adalah batang sungai pada suatu lembah yang dipagari tebing-tebing tinggi di sisi kanan-kirinya. Topografi Sumatera Barat yang berbukit-bukit dan bergunung-gunung menghadirkan banyak sekali ngarai. Ngarai Sianok bisa disebut sebagai ngarai yang paling tersohor diantara ngarai-ngarai lainnya. Selama ini saya hanya sebatas mendengar maupun melihat foto Ngarai Sianok. Terus terang semenjak pertama kali mendengar kata “sianok“, pikiran saya justru langsung teringat sosok Raja Kamboja yang sudah mengkat beberapa tahun silam, Pangeran Norodom Sihanouk.

Meskipun sebuah kesempatan teramat sangat langka bisa menyambangi Ngarai Sianok, namun kunjungan tersebut hanyalah sebuah persinggahan yang sangat singkat. Selepas menghadiri resepsi pernikahan antar bangsa seorang rekan di Suliki, Payakumbuh, setelah juga hanya sejenak menikmati kegagahan Jam Gadang, kami dibawa ke Ngarai Sianok.

Waktu sudah menginjak jam lima petang tatkala kami diturunkan di depan loket pintu masuk Taman Ngarai Sianok. Tarif masuk yang dikenakan kepada kami Rp. 15.000,- per orang. Dengan tanpa memberikan karcis atau tanda retribusi, seorang pemuda yang berjaga di muka gerbang pintu masuk mengatakan bahwa uang masuk lokasi Ngarai Sianok lekas jam tengah hari ditarik dan menjadi hak milik kas pemuda setempat. Tentu saja pastinya seperti apa, kami tidak mengetahui secara persis.

ngarai-sianok2

Memasuki gerbang pintu masuk di sisi bawah jalan raya, kami menuruni beberapa anak tangga. Bibir jurang yang menyisakan sebuah dataran sempit ditata menjadi sebuah taman yang asri. Di banyak titik pada taman tersebut ditanami bunga warna-warni dan juga batang pepohonan, seperti pohon mahoni dan cemara. Ada pula beberapa gasebo untuk bersantai pengunjung. Uniknya gasebo tersebut dirancang dengan atap gonjong yang sangat khas Minangkabau. Kami menjadi bertambah yakin dan menghayati bahwa kami benar-benar sedang berada di Bukittinggi, di Bumi Minangkabau, Sumatera Barat.

Menikmati panorama Ngarai Sianok adalah menapaki bibir sebuah jurang setinggi sekitar 100 meter. Sejauh mata memandang ke arah dasar lembah yang terbentang lebih dari 200 meter, terlihat aliran Batang Sianok. Batang dalam khasanah bahasa Minang berarti sungai. Batang Sianok memiliki air yang sangat jernih dengan arus yang cukup deras. Sungai tersebut kini telah dikembangkan menjadi wahana rekreasi air, terutama untuk arung jeram. Aliran sungai yang digunakan untuk arung jeram atau rafting konon sepanjang 15 km yang ditempuh selama kurang lebih 3,5 jam.

ngarai-sianok1

Sejarah Ngarai Sianok tidak bisa dilepaskan dari masa pendudukan Jepang sebelum bangsa kita meraih kemerdekaan. Sebagai salah satu kota yang sangat penting di Sumatera, Bukittinggi juga menjadi pusat pengendalian pemerintahan maupun pertahanan Jepang di Sumatera Barat. Jika pada saat menduduki Bukittinggi Belanda mendirikan Benteng Fort de Kock, Jepang membangun basis pertahanan berupa terowongan bawah tanah di teping pinggiran Ngarai Sianok. Salah satu kenangan keberadaan Jepang di Bukittinggi kini diabadikan dengan keberadaan patung dua serdadu Jepang, lengkap dengan topi dan senapan bersangkurnya. Dan mengunjungi Ngarai Sianok tidak terasa lengkap jika belum merasakan sensasi menyusuri gua lubang Jepang tersebut.

Dengan menapaki titian tangga yang menurun secara melengkung, pengunjung akan diantarkan ke gerbang sisi atas dari lobang gua Jepang. Luar biasa, sebuah lubang setengah lingkaran dengan ketinggian 2 meter menganga mengarah miring ke bawah. Itulah titik yang akan mengantarkan pengunjung untuk menyusuri terowongan sepanjang tidak kurang dari 1,4 km.

ngarai-sianok3

ngarai-sianok4

Kembali pengunjung harus menapaki satu per satu tangga yang menurun dengan kemiringan 45 derajat. Titian anak tangga sudah diperkeras dan nampak terawat kebersihannya. Lubang masuk tersebut dibagi menjadi dua jalur, masing-masing untuk titian pengunjung yang naik dan turun. Di beberapa titik ditempatkan lampu penerang sehingga pengunjung tidak dalam gelimangan gelap total.

Setelah anak tangga yang curam habis kami susuri, tibalah kami di ujung lubang yang mendatar. Rupanya di titik inilah lubang gua muali bercabang-cabang. Pada awalnya saya mengira bahwa terowongan yang ada hanya satu jalur dan lurus saja menembus ke ujung lubang lainnya. Dari jalur lubang utama, rupanya banyak cabang-cabang lubang ke sisi kanan dan kiri yang berfungsi menjadi ruang-ruang khusus. Sebagai sebuah pusat pertahanan selain sebagai tempat penyimpanan amunisi dan persenjataan, ada pula ruang yang difungsikan sebagai penjara bawah tanah. Bahkan konon ada pula ruang eksekusi.

ngarai-sianok5

Kurang lebih sekitar 30 menit, kami menyusuri lubang-lubang dalam keremangan gelap yang sedikit pekat. Melalui lubang-lubang yang bercabang, kami sempat keder untuk menemukan jalur lubang yang menuju keluar. Dengan sedikit susah payah akhirnya kami menemukan berkas cahaya matahari yang menembus ke dalam. Dengan mengikuti berkas cahaya tersebut akhirnya kami terpandu dan berhasil menemukan lubang keluar yang menganga tepat pada sebuah tebing yang menghadap jalan beraspal. Jalan beraspal tersebut mengarah turun menuju lembah Sianok. Berakhirlah petualangan kami di Lobang Jepang Ngarai Sianok senja itu.

Lor Kedhaton, 11 Januari 2017

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s