Rekreasi Murah Meriah ala Untung Jawa


MENYEBERANG KE PULAU UNTUNG JAWA DARI TANJUNG PASIR – TANGERANG

Jakarta kota ruwet, macet, padat, dan penuh polusi. Jakarta semakin sumpek. Jakarta terasa semakin sempit. Jakarta semakin tidak nyaman. Demikian yang dirasakan warga kota maupun para pendatang yang menyambangi ibukota. Kita seolah terlupakan dengan salah satu bagian Jakarta yang masih membentang luas. Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta juga membawahi wilayah Kepalauan Seribu. Sebuah gugusan pulau di lepas pantai utara Jakarta.

tanjung-pasir

Jika wilayah Jakarta daratan semakin membuat semua orang sumpek, maka wilayah Jakarta kepulauan sebenarnya bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi rasa sumpek tersebut. Pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu menyajikan panoranama, suasana, dan nuansa kehidupan samudera yang tenang, luas, serta sangat meneduhkan. Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, Pulau Pramuka, merupakan beberapa pulau cantik yang kini semakin menjadi idola wisata bahari di utara Jakarta.

Gugusan Kepulauan Seribu memanjang dari selatan ke utara, terdiri atas sekitar 105 pulau. Pulau wisata di ujung selatan yang paling berdekatan dengan daratan Jakarta adalah Pulau Untung Jawa.

Pulau Untung Jawa dapat dicapai dengan perahu melalui pelabuhan Muara Angke, Dermaga Marina Ancol, maupun pelabuhan penyeberangan Tanjung Pasir di timur laut Tangerang. Mengisi liburan panjang akhir pekan yang bertepatan dengan Natal kemarin, kami sekeluarga kesampaian juga menikmati eksotika Pulau Untung Jawa.

Pagi-pagi sekali, kami berangkat dari Tangerang. Dengan motor kami susuri jalanan di belakang akses Bandara Soekarno Hatta menuju daerah Teluk Naga. Sampai di lampu merah perempatan Pasar Kampung Melayu, kami terus mengambil jalan lurus. Tidak sampai 1 km, selepas melewati Kantor Kecamatan Teluk Naga kami belok ke arah kanan menuju Pantai Tanjung Pasir. 

Jalanan berkonblok beton semen yang baru rampung dikerjakan menambah perjalanan semakin mulus. Di kanan-kiri terhampar sawah yang menghijau. Jalanan tersebut tergolong lengang dan hanya sesekali terlihat kendaraan melintas. Selepas memasuki gapura Desa Tanjung Pasir, sawah di kanan-kiri jalanan berubah menjadi kolam-kolam tambak. Di kolam-kolam tersebut dipelihara berbagai jenis ikan, mulai lele, nila, bawal, kepiting hingga bandeng dan udang. Di tepian jalan juga mulai dapat ditemui warung maupun lapak sederhana yang menjajakan ikan segar maupun yang sudah matang.

tanjung-pasir1

Akhirnya kami sampai di titik awal etape perjalanan kami, pelabuhan Penyeberangan Tanjung Pasir. Waktu itu baru sekitar pukul 07.30 pagi. Tempat ini berada di sisi kiri jalan kampung sebelum memasuki kawasan wisata Pantai Tanjung Pasir. Pengunjung yang akan menyeberang ke Pulau Untung Jawa biasa menitipkan kendaraan di tempat parkiran yang dikelola warga setempat. Untuk kendaraan roda dua dikenakan biaya parkir Rp 20.000,-, termasuk jika mau nginap beberapa malam sekalipun.

Di bibir pantai telah berjajar beberapa kapal motor yang biasa digunakan untuk menyeberangkan pengunjung. Kami langsung diarahkan menuju kapal yang kebetulan sudah hampir penuh dan siap berangkat. Setiap penumpang dewasa dikenakan tarif Rp 50.000,-. Tiket tersebut sudah termasuk tiket untuk kepulangan. Adapun untuk penumpang anak-anak tidak dikenakan tarif sama sekali. Sungguh murah meriah bukan?

Dengan memanjat sebuah papan tangga sederhana kami menaiki KM Sri Bunga. Sejenak kemudian mesin kapal motor tersebut segera dihidupkan. Para tenaga kru kapal segera siaga di posisinya masing-masing dan mengerjakan tugas masing-masing. Jangkar diangkat, ban-ban penyeimbang di sisi kanan-kiri lambung kapal juga diangkat ke atap kapal. Kapalpun segera berangkat.

untung-jawa

Meskipun cuaca sedikit berawan di pagi itu, namun justru ombak laut nampak relatif tenang. Dengan kicauan burung-burung laut yang terbang kian kemari mencari mangsa di pagi hari, kami meninggalkan Tanjung Pasir menuju Pulau Untung Jawa. Kapal beratap papan sederhana dengan kabin terbuka menjadikan kami langsung dapat memandang laut lepas. Semilir angin laut juga langsung terasa segar menyapa wajah-wajah para penumpang yang penuh senyuman. Perairan laut yang semula keruh dan kotor, perlahan namun pasti semakin menjadi jernih dan bersih. Dalam rentang waktu yang hanya sekitar 30 menit, kami akan segera menginjakkan kaki di Untung Jawa, pulau di Kepulauan Seribu yang paling dekat.

 Lor Kedhaton, 27 Desember 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s