Rekreasi Murah Meriah ala Untung Jawa (2)


SEKILAS PULAU UNTUNG JAWA

Setengah jam selepas meninggalkan Tanjung Pasir, semakin nampak jelas sebuah pulau yang mengapung di depan mata. Dari kejauhan nampak berdiri menantang sebuah menara mercuasuar sederhana di sisi kanan pulau tersebut. Adapun di bagian tenagh pulau nampak pula berdiri kokoh sebuah menara telekomunikasi yang menandakan pulau tersebut tidak terisolir dari dunia luar. Semenjak beberapa ratus meter lepas pantai, di depan mata sudah nampak membentang sebuah pantai berpasir putih dengan deburan ombak yang menari-nari. Hati kami semakin berdebar dan tidak sabar untuk segera mendarat.

untung-jawa1

Pelan-pelan badan kapalpun diarahkan untuk menghampiri dermaga utama Pulau Untung Jawa yang berada di sisi barat pulau. Nampak beberapa kapal tertambat di bibir dermaga. Setelah kapal kami benar-benar tertambat, satu per satu penumpang beranjak meninggalkan kapal. Tidak lupa kami mengambil foto momen kedatangan kami di Pulau Untung Jawa dengan latar belakang dermaga dan kapal yang sebelumnya membawa kami. Inilah saatnya menikmati panorama, suasana, maupun nuansa Untung Jawa.

Suasana memang masih nampak sedikit sepi. Waktu juga baru menunjukkan pukul 08.20 WIB. Seseorang menghampiri kami. Ia merupakan penduduk setempat yang memiliki usaha jasa wisata air, atau pantai. Ada menawarkan paket yang dapat diambil oleh para pengunjung. Untuk satu paket wisata seharga Rp 100.000,- per orang sudah dapat menikmati sensasi banan boat, donat boat, termasuk snorkling dengan kelengkapan peralatan plus jasa pemandu di Pulau Rambut yang bersebelahan dengan Untung Jawa.

Sejenak kami berjalan beriringan menuju gerbang kedatangan. Gapura bertuliskan “Selamat Datang” benar-benar menyambut kedatangan kami. Meskipun di kedua sisi gapura tersebut terdapat loket berjendela kaca yang mirip dengan loket tiket, namun tidak seorangpun petugas berada di dalamnya. Kami terus berjalan melintasinya. Rupa-rupanya, pengunjung yang datang di Pulau Untung Jawa sama sekali tidak dikenakan tiket ataupun retribusi masuk. Lho? Inilah salah satu kejutan bagi kami. Sangat berbeda dengan pengelolaan tempat wisata di tempat lain.

untung-jawa2

Orang yang bersamaan kami itu juga menawari kami untuk duduk bersantai di bawah tenda terpal putih di bibir pantai. Untuk tenda-tenda dan balai-balai yang berderet di sepanjang pantai juga tidak dikenakan biaya alias gratis untuk semua pengunjung. Lagi-lagi, ini juga suatu dooprize yang cukup mengherankan kami. Di tempat wisata lain, pengunjung selalu dikenakan sewa tikar lah, sewa alas lah, bukan begitu?

Akhirnya kami memutuskan untuk berkeliling terlebih dahulu di Pulau Untung Jawa. Karena kali itu merupakan pertama kalinya kami menyambangi Untung Jawa tentu saja kami lebih ingin tahu gambaran umum situasi di pulau tersebut. Di pusat informasi yang berada tepat di muka gapura kedatangan terpampang dengan jelas sebuah peta Pulau Untung Jawa.

Melalui peta tersebut secara serba sekilas kami mempelajari geografis Untung Jawa. Dari ujung barat laut membujur ke arah tenggara terdapat Pantai Sentigi, Pantai Arsa, dan Pantai Amiterdam. Adapun di sisi timur pulau, bersebelahan dengan dermaga nelayan terdapat Pantai Sakura yang berpasir putih lembut. Sementara itu di sisi utara, mulai dari ujung barat hingga timur pulau terhampar kelebatan hutan mangrove yang menjadi pagar hidup Pulau Untung Jawa. Tepat di sisi tengah kawasan mangrove tersebut terdapat Pantai Kerikil yang menghadap laut sisi utara pulau.

Sejenak kemudian, kamipun berjalan santai menjelajahi sisi selatan Untung Jawa. Sebuah jalanan “kampung” menjadi penghubung berbagai lokasi yang ada di pulau tersebut. Di sepanjang sisi kanan dan kiri jalan tersebut terdapat deretan homestay yang memberikan jasa penginapan kepada para pengunjung.  Di beberapa tempat juga banyak warga yang menyediakan jasa pelayanan toilet, lengkap dengan kamar mandi bilasnya.

untung-jawa4 untung-jawa3

untung-jawa5

Untung Jawa merupakan sebuah perkampungan berstatus administratif sebagai satuan pemerintahan tingkat kelurahan. Ada sebuah bangunan gedung mentereng yang rupanya merupakan Kantor Keluarahan Untung Jawa. Berdampingan dengan kelurahan berdiri sebuah Puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan kepada warga setempat maupun para wisatawan yang membutuhkan. Kemudian di sebelah Puskesmas terdapat sebuah masjid anggun yang menjadi pusat peribadahan masyarakat yang mayoritas beragama Islam. Bersebarangan dengan tiga tempat yang saya sebutkan di atas, terdapat area ruang terbuka publik ramah anak yang dilengkapi sarana prasarana pendukung, seperti balai pertemuan, rumah baca, taman hidroponik, lapangan footsal, serta sarana permainan anak-anak.

Kami berjalan terus ke sisi tenggara dan timur Pulau Untung Jawa. Selain terdapat dermaga timur, di sisi tersebut juga terdapat fasilitas sekolah, berupa sebuah sekolah dasar dan sekolah menengah tingkat pertama. Ada pula dermaga khusus para nelayan berlabuh yang dilengkapi dengan sarana dock kapal. Tepat di sebelah utara dermaga nelayan itulah membentang Pantai Sakura dengan kekhasan pasir putihnya yang lembut. Berbeda dengan sisi barat yang selalu dihempas angin laut yang kencang, sisi timur Untung Jawa terasa lebih panas dengan suasana terik sinar matahari yang sangat menyengat. Di sisi ini pula angin sangat jarang berhembus.

untung-jawa6 untung-jawa7

untung-jawa8 untung-jawa9

Belum sempat mengelilingi Pulau Untung Jawa secara utuh, kami sudah merasakan rasa lelah di kedua tungkai kaki kami masing-masing. Kamipun memutuskan untuk kembali ke arah Pantai Arsa yang menjadi favorit utama para pengunjung. Di sinilah biasanya para pengunjung bermandi ria menikmati deburan ombak, semilir angin laut, serta hamparan pasir putih yang bersih. Kami, saya dan anak-anak rasanya sudah sangat ingin mencebur ke tepian pantai bergulung ombak tersebut.

Lor Kedhaton, 27 Desember 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s