Om Telolet Om


Santoso3Om Telolet Om! Awalnya tak pikir itu panganan apa. Kayak telo atau singkong. Tapi kok beda-beda tipis dengan kata toilet. Hal inilah yang terlintas pada saat kembali melihat pampangan tulisam Om Telolet Om yang diberitakan di tivi-tivi semingguan ini. Setelah menyimak beritanya secara lebih seksama, barulah saya ngeh. Oh, ternyata istilah yang paling populer di jagad viral itu diinisiasi oleh “ulah” anak-anak di pinggir jalanan yang meminta pengemudi bus membunyikan klakson teloletnya.

Fenomena anak-anak di pinggir jalan yang meminta pengemudi truk di sekitar wilayah pantura Jateng memang sudah pernah diberitakan beberapa tahun silam. Dalam pemberitaan-pemberitaan itu diperlihatkan sekolompok anak-anak yang bergerombol di pinggir jalanan pantura berteriak dan melambai-lambaikan tangan meminta pengemudi truk membunyikan klakson uniknya. Sopir-sopir kendaraan truk besar, mobil tronton, bahkan tengki kemudian membunyikan klakson dengan irama lucu sambil melintas cepat. Jika klason dibunyikan sang sopir, maka anak-anak di pinggir jalan berjogetan penuh keriangan.

Fenomena itu sempat menuai anjuran agar tidak dilakukan karena membahayakan keselamatan anak-anak itu sendiri, kendaraan maupun pengguna jalan yang lain. Hanya sampai di situ, fenomena itupun mereda bahkan tidak pernah muncul lagi kabar beritanya.

Sepengamatan saya, dalam beberapa kesempatan naik bus AKAP (antar kota antar provinsi), saya pernah mendapati sekelompok anak muda yang ingin mengambil foto-foto bus yang melintas. Mengetahui ada orang lain yang ingin memfoto busnya, sang pengemudi biasanya sedikit melambatkan kendaraannya. Di samping itu, si sopir juga biasa mengedipkan lampu dim sambil memencet tombol klaksonnya. Jika sudah demikian, anak-anak itupun nampak senang dan melampaikan jembol sebagai tanda terima kasih.

Usut punya usut, kelompok anak muda yang memfoto bus yang melintas itu kebanyakan merupakan anggota Komunitas Bus Mania, sebuah komunitas para penggemar bus maupun para pelanggan bus AKAP.

Berkaitan dengan awal mula fenomena klakson bus Om Telolet Om yang sekarang sedang ngehits, saya jadi teringat beberapa kisah yang pernah saya dapatkan dari beberapa rekan anggota Komunitas Bus Mania. Nah menurut cerita tersebut, pemilik PO Efisiensi yang bermarkas di Kebumen suatu ketika mengunjungi tanah suci. Di sana ia melihat ada bus yang membunyi klakson dengan suara yang unik. Suara tersebut berasal dari klakson dengan tiga lubang suara. Iapun kemudian membeli satu klakson untuk dipasang di salah satu armada busnya.

Sepulang di tanah air, tidak hanya satu bus armada Efisiensi jurusan Cilacap – Jogja maupun Jogja – Purwokerto yang dipasangi dengan klakson unik bin lucu tersebut. Justru dengan bunyi klakson dengan tiga lubang suara tersebut masyarakat di sekitar perlintasan jalur bus tersebut merasa terganggu dan menimbulkan protes. Pasalnya bunyi klakson dirasa sangat kencang dan brisik. Sempat sang pemilik armada memberi himbauan untuk tidak sembarangan membunyikan klakson uniknya di jalur yang diprotes tersebut. Namun demikian dalam perkembangannya, klakson unik tersebut diminati para pengemudi lain sehingga banyak armada bus lain yang memasangnya pula.

Om Telolet Om ternyata justru booming setelah beberapa pihak mengunggah video lucu-lucuannya di media sosial. Meskipun membahayakan, namun ekspresi anak-anak yang “diberi” telolet nampak sangat kegirangan. Para pengguna media sosial yang lain pada awalnya tidak begitu peduli bahkan ada yang nyeletuk, “apa-apan nich!” Namun begitu beberapa DJ-DJ kondang turut merespon bahkan menyebarluaskan video-video telolet tersebut, dunia mayapun terguncang  kehebohan. Inilah fenomena Om Telolet Om!

Internet memang dunia tanpa batas. Tidak hanya menjadi viral diantara netizen di dalam negeri, banyak bule di luar sono yang turut penasaran dengan telolet tadi. Banyak muncul pertanyaan-pertanyaan lucu, “what the meaning of om telolet om?”

Booming bertambah dahsyat ketika para netizen semakin kreatif dengan edit gambar maupun video rombongan klub sepakbola sekelas Real Madrid, Muncen, dll yang sedang naik bus dan dielu-elukan penggemarnya dipoles dengan Om Telolet Om! Bahkan sekarang banyak beredar editan fenomena kereta api telolet, pesawat telolet, bahkan pemain bola protes kepada wasit juga dengan ungkapan telolet.

Tidak kalah gilanya, bahkan kantor berita BCC ikut-ikutan nimbrung, bahkan mengartikan Om Telolet Om.  BBC menulis ‘Telolet’ adalah ‘the sound of the buses horns, atau berarti suar klakson bus, sementara ‘om’ merupakan a term for an older male, atau kata untuk pria yang lebih tua. Pria tersebut dalam bahasa Inggris adalah ‘uncle’ atau ‘sir’. Dengan begitu, ‘Om Telolet Om’ mereka artikan menjadi ‘Sir honk your horn sir’. …..Nah loe, elok temen memang Om Telolet Om ini!

Oalah, telo-telo! Jaman pancen jaman memolo. Orang modern yang sudah sangat canggih teknologi komunikasinya kembali lagi tergila-gila dengan telo. Moga saja orang tidak mabuk dan keracunan dengan telo gadung. Om Telolet Om! Monggo!

Lor Kedhaton, 23 Desember 2016

Foto-foto Om Telolet Om dipinjam dari sini dan sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s