Candi Sambisari, Candi Terdalam di Jogjakarta


Jika pada postingan sebelumnya saya pernah menceritakan mengenai Candi Ijo sebagai candi dengan lokasi tertinggi di Jogjakarta, maka pada tulisan kali ini justru saya ingin mengisahkan candi terdalam di Jogjakarta. Kalau Candi Ijo terletak pada sebuah puncak perbukitan, bangunan candi yang satu ini berada di bawah permukaan tanah. Penasaran dengan candi yang saya maksudkan?

candi-sambisari

Ya, mungkin diantara para pembaca ada yang dapat menebak dengan benar. Bangunan candi yang keseluruhan bagian candi, mulai dari kaki, badan, dan atap candi yang kesemuanya berada di bawah permukaan tanah adalah Candi Sambisari.

Candi Sambisari terletak di pinggiran kota Jogjakarta. Dari gerbang bandara Adi Sucipto bergeser ke timur sedikit di Jalan Solo, terdapat pertigaan jalan aspal ke arah utara. Terus ikuti jalanan yang relatif tidak terlalu padat dengan lalu lalangnya kendaraan tersebut hingga sekitar 3 km, maka kita akan menjumpai sebuah situs candi yang sungguh unik. Sebuah candi bercoak Hindu peninggalan wangsa Sanjaya di masa keemasan pemerintahan Rakai Garung sekitar dua belas abad silam.

candi-sambisari4

Peristiwa maha pralaya letusan Gunung Merapi pada 1006 Masehi telah mengubur dan memusnahkan peradaban Mataram Kuno, termasuk candi-candi tempat pemujaan sucinya. Banyak situs dan bangunan candi yang terkubur dalam pasir ataupun endapan lahar dingin, termasuk Candi Sambisari.  Hingga di awal tahun 1960-an seorang petani yang sedang mengolah tanah garapan lahan tebu mendapatkan bagian batu candi. Melalui penelitian yang dilakukan oleh Balai Arkeologi Yogyakarta diketahuilah bahwasanya di lokasi tersebut terdapt situs candi peninggalan masa silam.

Bukti nyata bahwa keseluruhan kompleks candi yang terletak di Dusun Sambisari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, Yogyakarta tersebut terpandam di bawah permukaan tanah adalah keberadaannya kini yang berada di dataran bawah permukaan tanah. Candi Sambisari terdiri atas satu bangunan candi utama yang menghadap ke arah barat. Di depan candi utama berjajar tiga buah candi perwara yang tinggal menyisakan bangunan yang tidak sepenuhnya utuh.

candi-sambisari1

Kompleks Candi Sambisari paska pemugaran pada akhir tahun 80-an kini semakin tertata dengan apik. Sekeliling bangunan candi yang seolah-olah terletak pada sebuah kolam kering dikelilingi taman yang asri penuh dengan tanaman hiasan dan bebungaan. Taman tersebut dilengkapi dengan pagar keliling terbuat dari besi yang dicat warna hijau. Taman dan pagar keliling tersebut menghasilkan paduaan tataan taman yang sungguh mempesona, terlebih jika dilihat dari udara khusus bagi Anda yang take off dari Bandara Adi Sucipto.

Kolam kering berbentuk bujur sangkar yang menjadi pelataran candi berdindingkan tanah miring yang ditanami rumput hijau. Pada lereng sisi utara terdapat tulisan besar yang mengukirkan nama Candi SAmbisari. Di sisi tengah dinding atau tebing tanah pada keempat sisinya terdapat tangga batu yang menghubungkan taman keliling di atas dengan dasar pelataran candi. Menapaki turunan tangga pengunjung akan menjumpai dua lapis pagar batu yang mengelilingi pelataran candi. Setelah melampaui dua lapis pagar batu tersebut, sampailah pengunjung di pusat kompleks Candi Sambisari.

Dengan keberadaannya di bawah permukaan tanah dengan kedalaman sekitar 7 m, menjadikan Candi Sambisari memiliki keunikan tata ruang dan arsitektural yang sungguh unik. Tentu saja untuk menghindarkan pelataran candi terendam atau kebanjiran air hujan maupun dari aliran di lahan sekitarnya, maka dirancanglah sebuah sistem drainase khusus dengan sistem parit yang mengelilingi setiap sisi tebing.

candi-sambisari2

candi-sambisari3

Berbeda dengan Candi Prambanan maupun Ratu Boko yang dibandrol tiket lumayan mahal, Candi Sambisari hanya mengenakan tiket yang super murah. Untuk pengunjung dewasa hanya dikenakan tiket Rp 2.000,-, sedangkan untuk anak-anak hanya Rp 1.000,-. Untuk lebih memahami sejarah keberadaan Candi Sambisari, di sisi barat gerbang masuk telah dibangun ruang pamer sekaligus ruang informasi yang memberikan penjelasan sejarah maupun proses penemuan, eskavasi, hingga renovasi candi hingga keberadaannya saat ini. Candi Sambisari sangat sesuai memanjakan anak-anak untuk lebih mengenal sejarah peninggalan nenek moyang kita yang adiluhung.

Lor Kedhaton, 20 Desember 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s