Candi Ijo, Candi Tertinggi di Jogjakarta


Berbicara tentang wisata candi di Jogjakarta, Candi Prambanan tentu saja sudah menjadi primadona. Di bawah kepopuleran Prambanan, kita bisa menyebut Candi Ratu Boko yang hanya berjarak kurang lebih 3 km di sisi selatan Candi Roro Jonggrang. Of course, dua candi tersebut seudah menjadi pengetahuan umum dan mainstream bagi wisatawan. Memangnya ada candi lain yang pesonanya tidak kalah dengan kedua candi tersebut?

candi-ijo

Tentu saja ada Mas Bro! Wilayah Provinsi Jogjakarta dan Jawa Tengah yang di masa lalu merupakan daerah pusat pemerintahan Dinasti Sanjaya dan Dinasti Syailendra yang bercorak Hindu-Budha tentu saja mewarisi ribuan situs candi dari masa itu. Salah satu kawasan situs candi yang luas dan diduga memiliki ratusan candi yang banyak diantaranya masih belum bisa direnovasi adalah situs Candi Ijo.

Sebagaimana namanya, situs Candi Gunung Ijo terletak di Gunung Ijo. Gunung Ijo merupakan salah satu deretan perbukitan yang bersambung dengan kawasan Candi “Keraton” Ratu Boko. Gunung Ijo berada di sisi tenggara, kurang lebih berjarak 5 km dari situs Ratu Boko. Dari perempatan kecil di sisi selatan bukit Boko, ikuti jalanan beraspal ke arah selatan. Ikuti terus petunjuk yang ada dengan menaiki perbukitan kapur di wilayah Desa Sambisari ke arah timur. Tepat di sisi jalanan yang menanjak, terdapat pagar besi bercat hijau yang merupakan kawasan konservasi Candi Gunung Ijo di bawah pengelolaan Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta.

candi-ijo1  candi-ijo2

Dalam kisah pengembaraan Mahesa Jenar besutan pengarang S.H. Mintardja, setting cerita Gunung Ijo pernah disinggung. Selepas Mahesa Jenar meninggalkan padhepokan Pengging, ia berjalan menyusur perbukitan di sisi tenggara Prambanan. Di puncak Gunung Ijo, ia menemukan bekas-bekas persembahan pengorbanan ritual sesat yang dilakukan gerombolan Simolodra yang mengerikan.

Jika kita mencermati lereng-lereng perbukitan Gunung Ijo sebelum memasuki kawasan konservasi Candi Ijo, dengan sangat jelas nampak bebatuan candi berserakan. Bukan sebagai batu-bau candi yang terpendam di dalam bumi sebagaimana kebanyakan situs candi yang ditemukan di kaki Gunung Merapi, bebatuan candi di Gunung Ijo terserak begitu saja di permukaan tanah. Sangat mungkin luapan banjir lahar yang dulu dimuntahkan Merapi tidak pernah menjangkau kawasan ini.

Letaknya yang di atas barisan perbukitan Gunung Ijo menjadikan candi ini menjadi candi yang tertinggi di Yogyakarta. Tinggi dalam pengertian lokasi situsnya yang berada pada puncak berbukitan yang melebihi 375 m dari permukaan air laut. Kondisi ini menjadikan lingkungan di kawasan Candi Ijo senantiasa terasa sejuk, bahkan tatkala matahari bersinar terik di tengah siang hari. Selain faktor ketinggian, hempasan angin yang senantiasa menyapa raut muka setiap pengunjung juga menjadikan kawasan ini semakin menampakkan aura kesakralannya.

candi-ijo8

Candi Ijo merupakan candi bercorak Hindu. Hal ini selain nampak dari arsitektural bangunan candi yang tinggi dan ramping juga terbukti dari penemuan artefak berwujud patung lembu andini maupun beberapa buah pasangan lingga dan yoni. Di samping itu, berbagai motif dan pola ukiran relief di beberapa sisi dinding candi juga semakin menguatkan unsur-unsur dan ciri sebagaimana candi Hindu lainnya.

Dari tata arsitektural penataan kawasannya, kompleks Candi Ijo secara nyata menampakkan pola terasiring sebagai perwujudan sistem punden berundak. Masing-masing teras seolah menggambarkan perjalanan spiritual manusia dari alam yang rendah penuh dosa menuju ke tingkat kesucian dan kesakralan. Puncak pencapaian spirtual tersebut ditandai dengan keberadaan candi utama yang merupakan candi terbesar dan tertinggi. Candi utama tersebut diapit oleh tiga buah candi perwara di sisi depannya.

candi-ijo3  candi-ijo4

Selain menikmati eksotika kemegahan candi di atas puncak bukit dan menikmati suasana hening, dingin, sejuk dan penuh kekhidmatan di Candi Ijo, pengunjung juga dapat menikmati bentangan lanskap pemandangan alam yang sungguh mempesona. Di sisi bawah pelataran dan teras candi terbentang lembah yang sangat luas berbatas cakrawala kaki langit. Di sisi barat nampak dataran kota Yogyakarta yang dipenuhi dengan berbagai bangunan mungil menjadi latar belakang jalur landasan Bandara Adi Sucipto. Sedangkan di sisi selatan terhampar tanah sawah ladang yang masih menghijau berbatasan dengan perbukitan karst yang sudah termasuk wilayah Kabupaten Gunung Kidul.

Bentang panorama alam yang asri di kaki langit akan semakin nampak mempesona tatkala pengunjung mengunjungi Candi Ijo menjelang matahari tenggelam. Panorama terbenamnya matahari di sisi barat merupakan suguhan lukisan keindahan yang tiada tara. Sunset di puncak Candi Ijo kini menjadi daya tarik luar biasa yang mendatangkan ratusan wisatawan hampri tiap hari mengunjungi candi ini.

candi-ijo9

Hingga saat ini, situs Candi Ijo masih terus dalam proses renovasi dan penataan kawasan. Untuk mengunjungi candi megah ini, pengunjung belum dikenakan biaya alias masih gratis. Pengunjung hanya cukup mencatatkan nama di buku daftar hadir yang disediakan di pos pintu masuk. Adapun untuk parkir kendaraan pengunjung telah tersedia area parkir untuk roda dua maupun roda empat. Tarif parkir untuk kendaraan roda dua hanya Rp 2.000,-, sedangkan untuk mobil hanya Rp 3.000,-. 

candi-ijo6

candi-ijo7

Masih ragu untuk sesekali menunjungi Candi Ijo? Jangan sampai Anda menunggu sampai candi in menjadi terkenal untuk menikmati pesona keindahan dan keagungannya! Monggo datang ke Candi Ijo.

Lor Kedhaton, 19 Desember 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Budaya dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Candi Ijo, Candi Tertinggi di Jogjakarta

  1. Ping balik: Candi Sambisari, Candi Terdalam di Jogjakarta | Sang Nananging Jagad

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s