Duka Gempa Aceh (Lagi)


Belum hilang dari ingatan tragedi gempa bumi terbesar yang menimbulkan gelombang tsunami dahsyat yang merenggut ratusan ribu korban jiwa pada 26 Desember 2004 silam, kini Aceh berduka kembali. Rabu pagi, 7 Desember 2016 sekitar pukul 05.00 WIB minggu lalu, wilayah Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen, sisi timur laut Provinsi Aceh Darussalam dengan kekuatan 6,5 SR.

Berita tersebut sangat mengagetkan jiwa dan pikiran saya. Tepat menjelang petang sehari sebelumnya, seorang teman sekelas di SMA yang sudah lebih dari 20 tahun tidak pernah saling kontak, tiba-tiba menelpon. Sekedar kabar angin yang saya ketahui, teman tersebut menetap di Aceh setelah kejadian tsunami hingga kini. Tentu saja hal itulah yang membuat hati saya seketika itu mak dheg! Ndredhek dan menjadi tidak karuan. Ada semacam firasat tidak enak!

Petang sebelumnya, ketika teman tersebut menelpon, memang dia hanya sekedar “say hello“, karena kami memang tidak pernah saling kontak. Selain itu ia hanya bercerita di beberapa minggu sebelumnya berada di Bogor dan Jakarta dalam rangka pelatihan dan sempat ingin mampir. Ketika itu, sayapun tidak begitu leluasa menanggapinya karena sedang ada meeting.

Begitu menyimak informasi kejadian tersebut di salah satu stasiun tivi sekitar pukul enam, rasa mak dhek itu menjadikan keresahan tersendiri. Dengan spontan, akhirnya saya segera mengontak teman tersebut via sms. “Aceh ono gempa yo? Nggonmu aman to?” (Aceh ada gempa ya? Tempatmu aman kan?)

Sempat menunggu sekian lama dan menambah ketidak-karuan hati, akhirnya sekitar satu setengah jam kemudian sms itupun berbalas. ” Alhamdulillah Banda Aceh aman, sing rusak sekitar Kab. Pidie Jaya, karo Kec. Samalanga Kab. Bireuen”, demikian kabar dari teman saya. Hatipun terasa plong! Rupanya dia tidak di posisi daerah yang terdampak gempa secara langsung. Saya dalam batin bersyukur, firasat dan pikiran yang sempat menggundahkan hati sebelumnya sirna seketika.

Meskipun di satu sisi saya bersyukur mendengar kabar keselamatan teman saya dan keluarganya, tentu saja saya tetap merasa turut berduka atas jatuhnya korban gempa bumi Pidie Jaya dan Bireuen. Bagi para korban yang meninggal dunia, semoga arwahnya ditempatkan di tempat yang mulia. Adapun bagi para korban luka-luka, yang kehilangan tempat tinggal, dan lain sebagainya semoga diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi cobaan hidup. Yakinlah, saudara-saudaramu sebangsa setanah air akan mengulurkan bantuan maupun doa untuk kebaikanmu.

Slipi, 9 Desember 2016

Foto dipinjam dari sini.

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Alam dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s