Makar wal Makaryo


Semenjak beberapa minggu silam, beberapa diskusi di stasiun tivi yang menghadirkan aparat keamanan tidak hanya satu-dua kali melemparkan isu adanya gerakan makar. Makar sendiri merupakan gerakan untuk menggulingkan pemerintahan yang syah. Makar biasanya dilakukan dengan suatu upaya paksa. Dengan demikian si pelaku tindakan makar, tentu saja memiliki pengaruh, massa, maupun kekuatan untuk memaksa penguasa turun tahta. Salah satu contoh perbuatan makar adalah tindakan kudeta oleh militer di beberapa negara tetangga.

makaryo

Dalam sebuah diskusi di tivi, seorang pakar militer dan pertahanan, isu akan adanya gerakan makar di masa Pemerintahan Presiden Jokowi yang dikait-kaitkan aksi damai 411 maupun 212 hari ini tidak memiliki alasan yang kuat. Dalam kondisi sosial politik saat ini, hanya beberapa pihak yang dapat melakukan perebutan kekuasaan atau kudeta, yaitu Kostrad, Kopassus, dan Kodam Jaya. Kita semua paham bahwa ketiga kesatuan militer tersebut saat ini dalam konsolidasi yang solid, satu garis ketaatan komando di bawah Panglima TNI. Sehingga isu makar dalam bentuk kudeta militer tidaklah mungkin terjadi secara teori. Lalu siapa yang mau makar?

Hari ini, tepatnya semenjak pagi hari tadi tersiar warta bahwa pihak aparat keamanan telah menangkap beberapa tokoh yang dianggap merencanakan tindakan makar. Diantara tokoh tersebut ada beberapa nama, seperti Sri Bintang Pamungkas, Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, serta Rahmawati Soekarno Putri. Apakah mereka memang memiliki rencana nyata berupa tindakan-tindakan ke arah perbuatan makar?

Saya pribadi termasuk orang yang tidak percaya dengan isu akan adanya makar terhadap Presiden Jokowi. Tindakan paksa apakah yang mampu tokoh-tokoh di atas lakukan untuk memaksa presiden meletakkan jabatannya? Meskipun mereka memang tokoh-tokoh terkenal dan populer, namun saya yakin mereka tidaklah memiliki akar massa yang besar, kuat dan militan untuk mendukung mereka memuluskan gagasan melengserkan pemerintah.

Kalaulah tokoh-tokoh tersebut sering berorasi atau berpidato secara berapi-api mengkritisi kebijakan-kebijakan Presiden, apakah mereka benar-benar memiliki kekuatan untuk menggerakkan massa secara besar-besaran untuk menggulingkan pemerintah yang syah? Kalaupun ungkapan kritisi mereka terkadang kasar, vulgar dan tanpa kendali, bahkan menghina atau mencemarkan nama baik pemerintah sekalipun, apakah kemudian bisa diartikan mereka merencakan makar? Ah, saya kok tidak percaya sejauh itu!

Welha dalah, lha saya ini hanya wong cilik biasa kok bisa-bisanya nimbrung ikut-ikutan ngomong soal makar. Daripada pusing berspekulasi tentang benar tidaknya kabar itu, dengan kekhawatiran akan timbulnya huru-hara dan suasana chaos, bukankah lebih baik kita sibuk makar(yo). Daripada ikut-ikutan ngomong politik tinggi yang tidak jelas, sepertinya lebih baik kita konsentrasi saja dengan menyibukkan diri untuk bekerja. Makaryo, jelas bukan makar! Makaryo adalah bekerja. Bukankah ideomatik pemerintahan Presiden Jokowi adalah bekerja nyata! Lha monggo kita makaryo saja!

Lor Kedhaton, 2 Desember 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Bubrah dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s