Harapan dari Indonesia Internet Governance Forum 2016


Buku adalah jendela dunia. Buku adalah sumber ilmu pengetahuan. Siapapun tidak ada yang meragukan kedua pernyataan tersebut. Buku dan membaca menjadi satu kesatuan utuh yang tidak terpisahkan.

igf1

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menghadirkan sarana komunikasi berupa jaringan internet, pola dan cara manusia modern mendapatkan informasi telah mengalami perubahan yang cukup signifikan. Jika di masa sebelumnya, buku hadir secara fisik sebagai sumber ilmu dan pengetahuan yang menempatkan perpustakaan sebagai pusat akses informasi, maka pada era kecanggihan teknologi komunikasi saat ini, internet telah semakin menggeser peran dan fungsi sebuah perpusatakaan.

Internet dengan segudang sumber informasi yang bisa diakses oleh siapapun tanpa mengenal batasan ruang dan waktu telah menjelma sebagai “perpustakaan digital” yang jauh lebih praktis dan ekonomis. Dengan kemudahan mencari informasi secara spesifik dengan cara cukup mengetikkan kata kunci pada mesin pencari informasi, pengguna internet sudah langsung disodori dengan jutaan sumber informasi dalam tempo waktu yang singkat. Hal yang sama tentu saja sangat sulit untuk dipraktekkan pada pencariaan informasi melalui buku secara fisik.

Kecepatan dan kepraktisan akses informasi melalui internet dengan segudang informasi dalam kemasan soft-filenya menjadi tantangan bagi para pengelola perpustakaan untuk tetap eksis memberikan jasa pelayanan informasi kepada khalayak masyarakat umum. Hal ini mendorong beberapa kalangan pustakawan untuk berhijrah melakukan digitalisasi koleksi pustakanya. Berbagai pustaka berupa buku fisik diubah wujudnya menjadi pustaka digital dalam format perangkat lunak yang bisa diunggah, diakses, bahkan diunduh oleh peminatnya.

igf3

Adalah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, atau Perpusnas saat ini tengah giat-giatnya melakukan digitalisasi terhadap berbagai koleksi pustakanya. Salah satu system yang tengah dikembangkan dalam rangka memberikan pelayanan prima kepada para anggotanya, Perpusnas tengah mengembangkan system Indonesia One Seacrh (IOS). IOS merupakan layanan pelacakan pustaka secara terintegrasi yang menyatukan ribuan perpustakaan di tanah air dengan jutaan koleksi pustaka yang diformat sebagai file digital. Tidak hanya kecepatan akses informasi, lebih daripada itu, IOS ingin menyajikan informasi secara lebih tersistemisasi sehingga pembaca dapat langsung mengetahui peta da nisi dari sebuah pustaka tanpa perlu membacanya secara utuh atau menyeluruh.

Inovasi Perpusnas dengan pengembangan IOS-nya tersebut hanyalah salah satu salah satu pokok bahasan yang mengemuka dalam  salah satu sidang komisi dalam gelaran Indonesia Internet Governance Forum (ID IGF) yang baru-baru ini diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika di Auditorium BPPT, Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2016).

Acara yang dibuka secara langsung oleh Menteri Kominfo, Rudiantara, tersebut, merupakan forum diskusi diantara berbagai pemangku kepentingan terkait dalam rangka menghimpun semua ide, gagasan, harapan, ataupun cita-cita dalam penataan, pengembangan, serta pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung kemajuan dan kemandirian bangsa dalam melaksanakan cita-cita pembangunan nasional. Rekomendasi yang dihasilkan dari ID IGF nantikan akan dibawa oleh delegasi perwakilan Indonesia di Global Internet Governance Forum yang akan digelar pada bulan Desember mendatang di Meksiko.

igf2

Beberapa pokok bahasan yang mengemuka dalam ID IGF tahun ini diantaranya isu-isu mengenai pengaturan bisnis Over the Top (OTT), penataan pranata hukum dalam internet, privasi dan hak asasi, literasi digital, kemandirian dan kedaulatan bangsa, penerapan internet sehat, dan lain sebagainya. Forum tersebut menghadirkan multi stakeholder dari berbagai kalangan, mulai perwakilan pemerintah, ISOC, ICT Wacth, Relawan TIK, komunitas teknis terkait, para relawan, asosiasi praktisi internet, dunia usaha digital, dan lainnya.

Meskipun sudah digelar beberapa kali, namun saya pribadi baru berkesempatan bergabung dalam forum ID IGF pada tahun ini. Kehadiran saya yang mewakili kalangan komunitas blogger sedikit banyak tentu saja mengharapkan para pencipta content positif di dunia maya akan semakin bertambah dan kreatif dalam rangka turut menghadirkan internet sebagai sarana pendukung untuk memajukan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Internet sebagai hasil cipta karya insan manusia senantiasa memiliki sisi positif sekaligus negatif. Bagaimana mengoptimalkan sisi positif dan meminimalisasi sisi negatif internet adalah tugas kita bersama, terutama sebagai pemangku kepentingan dan bagian dari komunitas yang bergerak di dunia maya. Semoga internet yang sehat, internet yang berperadaban, internet yang bertata susila dapat kita wujudkan bersama-sama.

Ngisor Blimbing, 21 November 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s