Alun-alun Kumambang Kota Malang


Pada setiap landscape di hampir setiap kota di Pulau Jawa, alun-alun merupakan titik sentral tata ruang kota. Secara kultural, alun-alun dimaknai sebagai lapangan luas di pusat kota. Namun demikian, seiring dengan perkembangan jaman, keberadaan sebuah alun-alun tidaklah lagi berwujud lapangan rumput nan menghijau dengan ringin kurung di tengah-tengahnya. Alun-alun secara lebih luwes telah mengalami sedikit perubahan makna. Alun-alun kini lebih bermakna pusat kota, atau the downtown. Wujudnya tidak mutlak harus lapangan luas.

alun-alun-malang1

Tuntutan keberadaan ruang publik terbuka dan juga ruang terbuka hijau sebagai trend penerapan kebijakan go green, seringkali dihambat dengan keterbatan ruang atau lahan kosong yang bisa dijadikan taman kota. Di beberapa kota, area alun-alun yang luas kemudian ditata sedemikan rupa dengan berbagai taman asri di titik-titik tertentu ataupun mengelilingi lapangan utama. Namun di beberapa kota, area alun-alun sangat terbatas luasannya. Untuk tetap menghijaukan kawasan alun-alun, banyak diantaranya yang menyulap lapangan menjadi area taman. Dengan demikian keberadaan lapangan luas di pusat kota tergantikan oleh taman.

Tidak hanya berganti rupa sebagai taman kota, alun-alun di Kota Malang justru menghadirkan kolam berbentuk satu lingkaran penuh di pusatnya. Inilah yang menjadikan Alun-alun Kota Malang unik dibandingkan alun-alun di kota lainnya. Pada titik sentral kolam berdiri dengan gagah sebuah tugu berwarna hitam legam berwujud kuncup kembang teratai yang tertancap pada landasan berbentuk punden berundak. Adapun kolam yang melingkari tugu kuncup kembang teratai tersebut ditebari oleh ribuan bunga teratai yang mengambang di permukaan air. Jadilah Alun-alun Kota Malang sebagai alun-alun terapung, alun-alun kemambang, alun-alun yang mengambang. Keberadaan air mancur yang tertata secara artistik semakin menambah keindahan Alun-alun Kota Malang.

alun-alun-malang2

Berbeda dengan bentuk alun-alun pada umumnya, Alun-alun Kota Malang justru berbentuk bulat oval. Bentuk yang lain daripada yang lain ini menjadikan catatan keunikan yang ke dua untuk alun-alun di kota yang mendapat julukan parisj van oost-Java, parisnya Jawa Timur tersebut. Bentuk tersebut menghadirkan sebuah boulevard atau bundaran besar berpagar jalan melingkar yang dinamakan Jalan Tugu. Hal inilah yang menjadi alasan kenapa arus lalu lintas di sekeliling alun-alun diterapkan secara searah sebagaimana arah putaran jarum jam.

Sama sebagaimana alun-alun di tempat lain yang berdekatan dengan pusat pemerintahan, Alun-alun Kota Malang jugamenjadi latar depan dari Kantor Walikota Malang di sisi timur. Pada bangunan dua lantai dengan ornamen arsitektur beratap tumpang bersusun tiga di sisi tengah yang diapit diantara dua limasan di sisi kanan dan kirinya tersebut, terpasang simbol Kota Malang yang melegenda, tugu kuncup kembang tertai pada perisai berlatar bintang segi lima.

alun-alun-malang3

alun-alun-malang4

Adapun di sisi kanan Gedung Kantor Walikota Malang berdiri dengan gagah sebuah kantor lembaga yang menjalankan tugas utama pengawasan terhadap pelaksanaan roda pembangunan di Kota Malang. Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD Kota Malang), demikianlah bunyi sederetan papan nama di depan geudng bergaya arsitektur klasik warisan Belanda. Di sisi sudut lingkar luar alun-alun yang lain terdapat Gedung Auditorium  Rindam V Brawijaya yang pada saat kedatangan saya sedang ramai dikunjungi banyak orang karena sedang dihelat pameran buku berskala nasional. Adapun di sisi kiri Auditorium tersebut terdapat dua sekolah negeri yang cukup favorit di Kota Malang, SMA 1 dan SMA 4.

Alun-alun Kota Malang adalah sentralnya Kota Malang. Selain dilalui berbagai angkutan kota (angkot) ke berbagai jurusan dari dan ke sudut kota, Alun-alun Kota Malang juga sangat berdekatan dengan stasiun kereta api. Stasiun Besar Kota Malang melayani beraga, kereta api dari, ke, atau melintasi Kota Malang.

alun-alun-malang5

alun-alun-malang6

Dengan penataan taman secara rapi dan proporsional, dengan berbagai ragam tanaman dan bebuangaan, Alun-alun Kota Malang hadir sebagai pusat ruang publik terbuka yang senantiasa ramai dikunjungi warga. Suasana ijo royo-royo dan keteduhannya menjadi magnet bagi siapapun untuk berkunjung dan menikmati suasana maupun nuansa keasriannya. Alun-alun Kota Malang bisa menjadi salah satu alternatif tempat untuk melepas kelelahan pikiran ataupun pekerjaan.

Tepi Merapi, 10 November 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Nusantara dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s