Sensasi Air Terjun Coban Rondo


coban-rondo1Alkisah, dua sejoli penganten baru bernama Dewi Anjarwati  dari Gunung Kawi dan Raden Baron Kusumo dari Gunung Anjasmoro. Tiga puluh enam hari (selapan dino, dalam hitungan Jawa), Dewi Anjarwati mengajak suaminya untuk pergi mengunjungi mertuanya di Gunung Anjasmoro. Orang tua Dewi Anjarwati melarang sepasang penganten baru tersebut untuk pergi.

Sebagaimana adat dan kepercayaan, pasangan penganten yang baru menikah pantang bepergian jauh. Akan kuwalat alias celaka jika pantangan tersebut dilanggar. Pasangan Dewi Anjarwati dan Raden Baron Kusumo nekad nerak atau melanggar pesan orang tua mereka. Mereka berdua tetap pergi dan berani menghadapi apapun risikonya.

Di tengah perjalanan muncullah Joko Lelono. Ketika melihat kecantikan Dewi Anjarwati, Joko Lelono terpikat hati dan ingin memilikinya. Akhirnya terjadilah perkelahian antara Joko Lelono dan Raden Baron Kusumo. Untuk mengamankan istrinya, Raden Baron Kusumo memerintahkan para pembantunya untuk menyembunyikan Dewi Anjarwati di sebuah tempat yang ada air terjunnya. Namun sungguh malang nasib Dewi Anjarwati, karena sama-sama saktinya, suaminya dan Joko Lelono sama-sama tewas dalam perkelahian yang sengit. Jadilah Dewi Anjarwati menjadi janda hanya selapan hari setelah pernikahannya.

Itulah kisah legenda yang dipercaya sebagai asal-usul nama Coban Rondo. Coban, dalam bahasa Jawa sama dengan kata curug atau grojogan yang bermakna air terjun. Coban Rondo merukan saksi bisu kesedihan yang dirasakan oleh Dewi Anjarwati sepeninggal suaminya, Radon Baron Kusumo.

Senja hari itu, cuaca sedikit teduh. Meskipun mendung sedikit menggelayut di atas langit Kota Batu, namun cuaca justru sangat mendukung bagi siapapun yang ingin mengeksplorasi beberapa destinasi wisata yang ada di seputaran kota apel tersebut.

coban-rondo2

Selepas singgah menikmati suasana di Alun-alun Kota Batu, kami memantapkan langkah untuk mengunjungi air terjun Coban Rondo. Mobil yang kami tumpangi segera meluncur dan menyusur jalanan yang mulai menanjak keluar dari pusat kota ke arah selatan. Di sisi kanan yang merupakan bibir teping yang menghambarkan lembah nan hijau berderetan warung-warung singgah yang menjajakan jagung bakar dan minuman penghangat yang sangat cocok untuk suasana dingin nan sejuk di kawasan tersebut.

Tak seberapa lama kemudian, berjajar deretan hutan bambu betung yang menghadirkan suasana senja yang semakin kelam nan temaran. Jalanan menanjak dan berkelak-kelok menambah sensasi perjalanan yang semakin menantang para penjelajah. Kurang lebih 20 menit meninggalkan pusat Kota Batu, kamipun melintasi gerbang tabal batas Kabupaten Malang. Tak seberapa kemudian, tepat di tikungan tajam sisi kiri berdiri dengan angkuh sosok patung sapi yang menandakan keberadaan pertigaan yang akan membawa pengunjung ke arah lokasi Coban Rondo.

Kira-kira 2 km mengambil arah kiri Jalan Coban Ronda, tibalah kami di gerbang loket untuk membeli tiket masuk. Untuk setiap pengunjung dikenakan tiket Rp 20.000,-  dan mobil yang kami tumpangi dikenai tarif Rp. 10.000,-. Menurut keterangan petugas loket jarak ke titik air terjun masih sekitar 2 km. Kamipun harus segera bergegas untuk mengejar agar sampai matahari keburu tenggelam. Tentu saja sangat tidak mengasyikkan untuk menikmati panorama air terjun dalam kegelapan malam.

Dengan dipagari pepohonan hijau yang kokoh menantang dan gerumbulan semak perdu yang diselang-selingi rumput kalanjono, kami seolah diantar memasuki lorong waktu yang menghadirkan kesunyian senja yang mengundang misteri. Kira-kira setengah perjalanan, kami menjumpai sebuah tanah lapang yang difungsikan sebagai tempat parkir. Tepat di belakang lokasi parkiran tersebut terdapat wahana taman bermain untuk memanjakan anak-anak. Ada aneka ayunan, jungkat-jungkit, tali rintang, bahkan membentang taman labirin yang menantang siapapun untuk menjelajah dan memecahkan misterinya. Tak jauh dari wahana permainan tersebut terdapat area padang rumput yang dipergunakan untuk arena outbond dan bumi perkemahan.

Terus menembus keremangan senja yang berpagar pepohonan hutan, tibalah kami di tempat perkiran dekat lokasi Coban Rondan yang kami cari-cari. Kedatangan kami yang sudah terlalu sore dan tidak bertepatan dengan hari libur, menjadikan suasana begitu sepi. Diiringi dengan suara serangga hutan yang menyambut malam, kamipun bergegas melangkah menuju lokasi air terjun yang sudah sangat dekat.

coban-rondo3

Suasana senja yang semakin temaram menghadirkan suasana area Coban Rondo sudah sangat sepi. Hanya satu-dua rombongan kecil pengujung yang dating kesorean sebagaimana halnya kami. Tentu saja kami masih sangat beruntung karena masih kebagian menikmati keindahan dan sensasi tampiasan air lembut yang jatuh dari ketinggian tebing. Pada awalnya saya membayangkan dalam kondisi musim hujan saat ini, debit air terjun akan menjadi sangat maksimal. Namun meskipun debit air terasa biasa-biasa saja, lain halnya dengan nuansa dan suasana menjelang senja yang justru menghadirkan sensasi yang sangat khas nan unik.

Air terjun Coban Rondo memiliki ketinggian 84 meter dan berada pada lereng pegunungan dengan ketinggian 1.135 dari permukaan air laut. Hal inilah yang menjadi kan kawasan ini memiliki hawa yang sangat sejuk dan menyegarkan. Dipagari dengan pepohonan hutan yang masih lebat menjadikan alam sekitar air terjun terlihat asri dan tenang. Lokasi wisata ini sangat cocok bagi pengunjung yang ingin mendekatkan diri dengan irama alam. Menenangkan pikiran, melepas segala beban permasalahan dan rutinitas keseharian yang melelahkan.

Coban Rondo berlokasi di Desa Pujon, termasuk wilayah Kabupaten Malang. Akses ke lokasi dapat ditempuh dari Kota Batu yang hanya berjarak 12 km arah selatan (jurusan Kediri via Pujon). Mengunjungi Kota Batu serasa kurang lengkap tanpa singgah dan menikmati sensasi air terjun Coban Rondo. Monggo!

Mangkubumi, 8 November 2016

Iklan

Tentang sang nanang

Hanyalah seorang anak kecil yang belajar menelusuri lika-liku kehidupan di jagad maya
Pos ini dipublikasikan di Jagad Wisata dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s